... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ketua MIUMI Aceh: Pelaporan Terhadap Sukmawati Sudah Tepat

Foto: Anggota Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara, Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA.

KIBLAT.NET, Banda Aceh – Pernyataan Sukmawati yang membandingkan keunggulan Soekarno dengan Nabi Muhammad SAW dan Pancasila dengan Al-Quran menimbulkan polemik dan kegaduhan di tengah masyarakat terkhusus umat Islam.

Pernyataan tersebut disampaikan Sukmawati dalam sebuah diskusi bertajuk “Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme” pada Senin (11/11/2019).

Pernyataan Sukmawati tersebut dinilai sebagai bentuk penistaan agama. Kecaman pun datang dari elemen umat Islam, beberapa laporan juga sudah dilayangkan ke pihak kepolisian.

Anggota Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara, Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., MA menilai langkah hukum yang ditempuh oleh beberapa elemen umat Islam sudah benar dan tepat.

“Langkah hukum ini sudah benar dan tepat. Dalam rangka membela agama dan menegakkan hukum serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Yusran Hadi kepada Kiblat.net pada Rabu (20/11/2019).

Yusran yang juga ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh memandang wajar jika pernyataan Sukmawati telah menyulut kemarahan umat Islam dan kegaduhan di tengah-tengah bangsa. Pernyataannya telah menyakiti hati dan perasaan umat Islam, karena melecehkan Nabi Muhammad SAW dan Al-Quran. Pernyataan Sukmawati juga berpotensi memecah belah bangsa dan merusak persatuan dan kesatuan negara.

Nabi Muhammad SAW, jelas Yusran, merupakan manusia paling mulia dan utama di muka bumi ini, beliau tidak bisa dibandingkan dengan siapapun apalagi Soekarno. Dan Al-Quran merupakan hukum paling baik dan benar di bumi, tidak ada tandingan dengan hukum siapapun.

BACA JUGA  PKS Salurkan Rp 68,9 Miliar untuk Korban Covid-19

“Al-Quran lebih unggul dari hukum buatan manusia termasuk Pancasila. Inilah ajaran Islam dan aqidah seorang muslim,” jelasnya.

Selain melanggar hukum Islam, Yusran menilai perbuatan Sukmawati juga melanggar norma hukum di Indonesia serta Pancasila itu sendiri.

“Ini tindak pidana terhadap hukum Islam tentang keharaman menghina Nabi dan Al-Quran dan terhadap hukum positif yaitu pasal 156 a KUHP mengenai penodaan agama serta terhadap sila pertama dan ketiga dari Pancasila. Perbuatan Sukmawati juga berpotensi merusak persatuan bangsa dan keutuhan negara serta memecah belah bangsa. Inilah perbuatan radikal yang sebenarnya yang harus diberantas oleh pemerintah,” paparnya.

Yusran juga menilai perbuatan Sukmawati menunjukkan bahwa dia seorang islamphobia, karena dilakukan secara sadar dan sengaja di hadapan publik.

“Unsur-unsur pidana penodaan agama sudah terpenuhi. Ini menunjukkan kebencian dan permusuhannya terhadap Islam. Maka kita patut mempertanyakan keislaman Sukmawati,” ujarnya.

Kasus dugaan penistaan agama Islam oleh Sukmawati bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya pada April tahun 2018, dalam puisinya yang berjudul “Ibu Indonesia”, Sukmawati dinilai oleh beberapa pihak telah melecehkan ajaran dan simbol Islam yaitu azan dan hijab. Dia mengatakan bahwa suara kidung ibu Indonesia lebih merdu dari azan dan konde lebih cantik dari cadar.

“Ini (puisi ibu Indonesia, red.) jelas tindak pidana penodaan agama. Namun, Sukmawati tidak diberikan hukuman dalam kasusnya pada April 2018. Anehnya, penghinaan terhadap pejabat negara langsung diproses secara hukum. Di mana keadilan hukum di negara ini,” ungkap Yusran.

BACA JUGA  Dinilai Kekang Kebebasan Pers, Komisi IX: Hentikan Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja

Maka Yusran pun berharap agar kali ini pihak kepolisian menangkap Sukmawati dan memprosesnya secara hukum atas kasus penodaan agama Islam dengan memberikannya sanksi yang tegas dan menjerakan, agar menjadi pelajaran baginya dan orang lain sehingga kasus penodaan agama tidak terulang lagi.

“Ini menjadi ujian bagi Kapolri baru. Bila tidak (diproses, red.), kasus ini akan menjadi blunder dan citra buruk bagi institusi kepolisian, juga bagi presiden Jokowi. Rakyat Indonesia berharap hukum dan keadilan ditegakkan. Jangan sampai menghilangkan kepercayaan rakyat kepada pemerintah,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

UNICEF: 12 Juta Bocah Yaman Butuh Bantuan Mendesak

"Berlanjutnya konflik berdarah dan hasil dari krisis ekonomi telah menempatkan sistem pelayanan sosial dasar di seluruh negeri di ambang kehancuran dengan konsekuensi jangka panjang bagi anak-anak," kata Bisolo.

Rabu, 20/11/2019 10:49 0

Iran

Amnesty: 100 Orang Lebih Tewas Selama Protes Kenaikan BBM di Iran

Tidak ada reaksi langsung dari pemerintah Iran terhadap perkiraan korban tewas.

Rabu, 20/11/2019 10:37 0

Mesir

Lagi, Mesir Bangun Terowongan di Bawah Terusan Suez

Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi kemarin mengumumkan bahwa negaranya sedang membangun terowongan baru di bawah Terusan Suez.

Rabu, 20/11/2019 10:28 0

Artikel

Hendak Kemana (Ke)Menteri(an) Agama?

Namun sebagian pihak keliru menyamakan kehadiran Kementerian Agama sebagai kelanjutan dua lembaga penjajahan tadi.

Selasa, 19/11/2019 18:30 0

Australia

Pria Australia Lolos dari Cengkeraman Buaya Usai Colok Matanya

Dia mengatakan buaya 2,8 meter muncul dari belakangnya ketika ia meninggalkan pantai.

Selasa, 19/11/2019 14:32 0

Eropa

Uni Eropa Seru Israel Hentikan Pembangunan Pemukiman di Tepi Barat

Uni Eropa menegaskan pihaknya terus meyakini bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah perbuatan ilegal berdasarkan hukum internasional.

Selasa, 19/11/2019 14:07 0

Iran

Protes di Iran, Warganet Seru Twitter Blokir Akun Khamenei

Seluruh negara offline, sementara Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei mentweet pada hari Ahad (17/11/2019), untuk mendukung keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar.

Selasa, 19/11/2019 11:24 0

Eropa

Laporan PBB: Amerika Penjarakan Anak Paling Banyak di Dunia

"Di seluruh dunia lebih dari 7 juta orang di bawah usia 18 tahun ditahan di penjara dan tahanan polisi, termasuk 330.000 anak di pusat-pusat penahanan imigrasi," kata Manfred Nowak, seorang pakar independen.

Selasa, 19/11/2019 11:02 0

Iran

Demo Iran: Internet Diputus, 1.000 Ditangkap, 12 Tewas, Puluhan Toko dan Bank Dibakar

Sumber mengatakan bahwa protes telah meluas. Ada kehadiran keamanan besar di jalan-jalan utama dan alun-alun di kota-kota besar.

Selasa, 19/11/2019 09:01 0

Suriah

56 Sipil Meregang Nyawa Akibat Dua Pekan Gempuran Rezim dan Rusia di Idlib

Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah, Senin (18/11/2019), mengumumkan bahwa sedikitnya 56 warga sipil meregang nyawa akibat serangan udara rezim Suriah dan Rusia di zona de-eskalasi di provinsi Idlib dalam dua pekan teakhir.

Selasa, 19/11/2019 08:19 0

Close