... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Indonesia Kutuk Amerika Karena Sebut Pemukiman Yahudi Israel Tak Langgar Hukum Internasional

Foto: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

KIBLAT.NET, Jakarta – Indonesia mengutuk pernyataan Amerika yang menyebut pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat, Palestina tidak bertentangan dengan hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataannya yang dirilis pada Selasa (19/11/2019) menegaskan bahwa pernyataan Amerika tersebut tidak dibenarkan. Indonesia berpandangan bahwa langkah Israel membangun pemukiman Yahudi di Tepi Barat jelas-jelas bertetangan dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB.

“Kami mengutuk sikap AS karena bertentangan dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Ia menegaskan, Indonesia secara konsisten menentang tindakan Israel membangun pemukiman ilegal di wilayah Palestina. Indonesia berpandangan bahwa pembangunan pemukiman ilegal merupakan de facto aneksasi dan menjadi penghalang upaya perdamaian berdasar solusi dua negara.

“Indonesia mendesak masyarakat internasional bersatu untuk terus memberikan dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina,” tutur Retno.

Sebelumnya pada Senin (18/11/2019), Menteri Luar Negeri Amerika, Mike Pompeo menyatakan bahwa pembangunan pemukiman Yahudi Israel di wilayah Tepi Barat tidak bertentangan dengan hukum internasional.

Reporter: Qoid
Editor:Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

UNICEF: 12 Juta Bocah Yaman Butuh Bantuan Mendesak

"Berlanjutnya konflik berdarah dan hasil dari krisis ekonomi telah menempatkan sistem pelayanan sosial dasar di seluruh negeri di ambang kehancuran dengan konsekuensi jangka panjang bagi anak-anak," kata Bisolo.

Rabu, 20/11/2019 10:49 0

Iran

Amnesty: 100 Orang Lebih Tewas Selama Protes Kenaikan BBM di Iran

Tidak ada reaksi langsung dari pemerintah Iran terhadap perkiraan korban tewas.

Rabu, 20/11/2019 10:37 0

Mesir

Lagi, Mesir Bangun Terowongan di Bawah Terusan Suez

Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi kemarin mengumumkan bahwa negaranya sedang membangun terowongan baru di bawah Terusan Suez.

Rabu, 20/11/2019 10:28 0

Artikel

Hendak Kemana (Ke)Menteri(an) Agama?

Namun sebagian pihak keliru menyamakan kehadiran Kementerian Agama sebagai kelanjutan dua lembaga penjajahan tadi.

Selasa, 19/11/2019 18:30 0

Australia

Pria Australia Lolos dari Cengkeraman Buaya Usai Colok Matanya

Dia mengatakan buaya 2,8 meter muncul dari belakangnya ketika ia meninggalkan pantai.

Selasa, 19/11/2019 14:32 0

Eropa

Uni Eropa Seru Israel Hentikan Pembangunan Pemukiman di Tepi Barat

Uni Eropa menegaskan pihaknya terus meyakini bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah perbuatan ilegal berdasarkan hukum internasional.

Selasa, 19/11/2019 14:07 0

Iran

Protes di Iran, Warganet Seru Twitter Blokir Akun Khamenei

Seluruh negara offline, sementara Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei mentweet pada hari Ahad (17/11/2019), untuk mendukung keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar.

Selasa, 19/11/2019 11:24 0

Eropa

Laporan PBB: Amerika Penjarakan Anak Paling Banyak di Dunia

"Di seluruh dunia lebih dari 7 juta orang di bawah usia 18 tahun ditahan di penjara dan tahanan polisi, termasuk 330.000 anak di pusat-pusat penahanan imigrasi," kata Manfred Nowak, seorang pakar independen.

Selasa, 19/11/2019 11:02 0

Iran

Demo Iran: Internet Diputus, 1.000 Ditangkap, 12 Tewas, Puluhan Toko dan Bank Dibakar

Sumber mengatakan bahwa protes telah meluas. Ada kehadiran keamanan besar di jalan-jalan utama dan alun-alun di kota-kota besar.

Selasa, 19/11/2019 09:01 0

Suriah

56 Sipil Meregang Nyawa Akibat Dua Pekan Gempuran Rezim dan Rusia di Idlib

Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah, Senin (18/11/2019), mengumumkan bahwa sedikitnya 56 warga sipil meregang nyawa akibat serangan udara rezim Suriah dan Rusia di zona de-eskalasi di provinsi Idlib dalam dua pekan teakhir.

Selasa, 19/11/2019 08:19 0

Close