... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Syeikh Gaza: Warga Palestina Butuh Bantuan Menghadapi Musim Dingin

Foto: Dr. Ahed Abul Atha, Ketua lkatan Ulama Palestina Asia Tenggara (kanan). (Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pasukan Israel kembali menyerang Gaza pada hari Selasa dan Rabu pekan lalu. Anak-anak dan wanita tak luput menjadi korban meninggal pada serangan tersebut. Sedikitnya 35 orang meninggal dunia dalam serangan itu, termasuk di dalamnya tiga wanita dan delapan anak-anak.

Syeikh Gaza, Dr. Ahed Abul Atha yang juga Ketua lkatan Ulama Palestina Asia Tenggara dalam konferensi pers di Rumah Spirit Of Aqsa, Tebet Jakarta Selatan, juga menjelaskan, 111 orang luka-luka dari serangan Israel pekan lalu, 20 diantaranya perempuan dan 46 diantaranya adalah anak-anak.

Ahed menjelaskan, serangan Israel hari Selasa pagi (12/11/2019) itu diawali dengan menggempur rumah sepupunya, Baha Abul Atha, seorang pimpinan perlawanan terhadap Israel di Gaza.

“Serangan Israel ke Gaza dimulai dari serangan ke rumah Baha, terus berlanjut serangan selama dua hari sampai 35 orang syahid hingga hari ini di Gaza,” ujar Abed kepada awak media pada Senin (18/11/2019).

Serangan Selasa pagi sebelum subuh itu menewaskan Baha beserta istrinya, dan membuat kelima anaknya luka-luka. Menurut Abed, serangan ini sangat dikecam karena juga menyasar anak-anak Baha.

Setelah serangan itu, Israel menggempur Gaza dan akibatnya ratusan rumah dan fasilitas umum rusak dan puluhan di antaranya hancur total.

Meskipun begitu, serangan Israel sebesar ini bukan kali pertama di Gaza. Abed menejelaskan, sejak tahun 2008, sedikitnya ada tiga serangan skala besar yang menewaskan ratusan rakyat Palestina.

BACA JUGA  PERSIS: Gus Muwafiq Harus Dihukum

“Kejahatan yang kemarin ini bukan hal baru karena tiga serangan ke Gaza sudah menghancurkan dan menawaskan ribuan syahid dan menyebabkan ribuan rumah dan ratusan sekolah hancur dalam tiga serangan besar beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Abed pun berharap, masyarakat dunia khususnya umat Islam dapat membantu Palestina, terlebih serangan kali ini mendekati waktu datangnya musim dingin. Selain mengecam tindakan Israel dan menolak normalisasi negaranya dengan Israel, ia menegaskan warga Palestina saat ini sangat memerlukan bantuan berupa materi dan logistik untuk menghadapi musim dingin.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Iran

Protes di Iran, Warganet Seru Twitter Blokir Akun Khamenei

Seluruh negara offline, sementara Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei mentweet pada hari Ahad (17/11/2019), untuk mendukung keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar.

Selasa, 19/11/2019 11:24 0

Eropa

Laporan PBB: Amerika Penjarakan Anak Paling Banyak di Dunia

"Di seluruh dunia lebih dari 7 juta orang di bawah usia 18 tahun ditahan di penjara dan tahanan polisi, termasuk 330.000 anak di pusat-pusat penahanan imigrasi," kata Manfred Nowak, seorang pakar independen.

Selasa, 19/11/2019 11:02 0

Iran

Demo Iran: Internet Diputus, 1.000 Ditangkap, 12 Tewas, Puluhan Toko dan Bank Dibakar

Sumber mengatakan bahwa protes telah meluas. Ada kehadiran keamanan besar di jalan-jalan utama dan alun-alun di kota-kota besar.

Selasa, 19/11/2019 09:01 0

Suriah

56 Sipil Meregang Nyawa Akibat Dua Pekan Gempuran Rezim dan Rusia di Idlib

Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah, Senin (18/11/2019), mengumumkan bahwa sedikitnya 56 warga sipil meregang nyawa akibat serangan udara rezim Suriah dan Rusia di zona de-eskalasi di provinsi Idlib dalam dua pekan teakhir.

Selasa, 19/11/2019 08:19 0

Artikel

Sukmawati Harus Sadar, Soekarno Bukanlah Manusia Sempurna

Kontroversi terulang, Sukmawati kembali dituduh menista agama.

Senin, 18/11/2019 16:48 0

Myanmar

Myanmar Tolak Diselidiki atas Kejahatan terhadap Muslim Rohingya

Juru bicara pemerintah Zaw Htay berdalih bahwa pengadilan yang berbasis di Belanda itu tidak memiliki yurisdiksi atas tindakannya.

Senin, 18/11/2019 16:34 0

News

Seorang Polisi Terkena Panah Pengunjuk Rasa Hong Kong Saat Ricuh

Seorang perwira polisi Hong Kong terkena anak panah ketika pihak berwenang menggunakan gas air mata dan meriam air untuk mengusir pengunjuk rasa yang menduduki kampus dan jalan-jalan di sekitarnya, Ahad (17/11/2019).

Senin, 18/11/2019 16:13 0

Inggris

Investigasi: Kejahatan Perang Tentara Inggris di Irak dan Afghanistan Ditutup-tutupi

para komandan tinggi militer berupaya menutupi kejahatan perang yang dilakukan tentara Inggris di Irak dan Afghanistan

Senin, 18/11/2019 12:12 0

Suriah

Sembilan Sipil Tewas Akibat Serangan Udara Rusia di Idlib

Lembaga yang bermarkas di Inggris itu mengatakan bahwa korban tewas kemungkinan akan meningkat karena beberapa korban dalam kondisi kritis.

Senin, 18/11/2019 09:00 0

Iran

Protes Anti Kenaikan BBM di Iran Meluas, Satu Demonstran Tewas

"Beberapa pengemudi memprotes harga bensin baru dengan menghentikan mobil mereka dan menyebabkan kemacetan," lapor kantor berita Iran Erna, seperti dilansir AFP.

Senin, 18/11/2019 07:43 0

Close