... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Syaikh Gaza Seru Pemimpin Dunia Putuskan Hubungan dengan Israel

Foto: Dr. Ahed Abul Atha, Ketua lkatan Ulama Palestina Asia Tenggara (kanan). (Jundii/kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta – Syaikh Gaza, Dr. Ahed Abul Atha meminta kepada segenap pemimpin dunia untuk tidak melakukan normalisasi hubungan luar negeri dengan Israel. Hal itu diungkapkannya terkait dengan serangan Israel ke Gaza pada Selasa (12/11/2019) yang menewaskan sedikitnya 35 orang.

“Kepada seluruh pemimpin dunia, (kami minta, red.) tidak melakukan normalisasi dengan Israel yang telah menjajah Palestina, dan kepada pemimpin dunia Islam (diharapkan, red.) mengikuti Indonesia yang tidak melakukan normalisasi dengan pemerintah Israel,” ujar Ahed dalam konferensi pers di Rumah Spirit of Aqsa, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (18/11/2019).

Ahed yang juga Ketua lkatan Ulama Palestina Asia Tenggara pun mengungkapkan, meskipun ada gempuran serangan dari Israel terhadap Gaza dan Palestina untuk kesekian kalinya, perjuangan rakyat Palestina tidak akan berhenti hingga Israel hengkang dari tanah Palestina.

Karenanya, Ahed menyadarkan dunia Islam untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Karena hakikatnya, merebut kembali tanah Palestina adalah mengembalikan warisan para nabi untuk umat islam.

“Perjuangan umat Islam dan umat manusia dunia yang inginkan perdamaian, karenanya semua harus ikut andil, termasuk Indonesia,” ujarnya.

Ahed juga menyeru kepada lembaga kemanusiaan dan rakyat Indonesia untuk lebih memperhatikan Palestina, khususnya di Gaza yang masih diblokade logistik dan medis. Terlebih, sebentar lagi musim dingin -yang terkenal sangat dingin- akan tiba.

Masyarakat dunia, khususnya umat Islam juga diminta Ahed tidak berhenti membantu Palestina. Karena Israel pun selalu didukung oleh lembaga dan masyarakat zionis dunia untuk terus menjajah Palestina.

BACA JUGA  MUI Pusat Diminta Ambil Sikap Soal PMA Majelis Taklim

“Di waktu sekarang lebih perhatian kepada Palestina khususnya di Gaza, karena kebutuhan bantuan lebih besar setelah serangan. meskipun hanya dua hari serangan, tapi dampaknya sangat besar,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Australia

Pria Australia Lolos dari Cengkeraman Buaya Usai Colok Matanya

Dia mengatakan buaya 2,8 meter muncul dari belakangnya ketika ia meninggalkan pantai.

Selasa, 19/11/2019 14:32 0

Eropa

Uni Eropa Seru Israel Hentikan Pembangunan Pemukiman di Tepi Barat

Uni Eropa menegaskan pihaknya terus meyakini bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah perbuatan ilegal berdasarkan hukum internasional.

Selasa, 19/11/2019 14:07 0

Iran

Protes di Iran, Warganet Seru Twitter Blokir Akun Khamenei

Seluruh negara offline, sementara Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei mentweet pada hari Ahad (17/11/2019), untuk mendukung keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar.

Selasa, 19/11/2019 11:24 0

Eropa

Laporan PBB: Amerika Penjarakan Anak Paling Banyak di Dunia

"Di seluruh dunia lebih dari 7 juta orang di bawah usia 18 tahun ditahan di penjara dan tahanan polisi, termasuk 330.000 anak di pusat-pusat penahanan imigrasi," kata Manfred Nowak, seorang pakar independen.

Selasa, 19/11/2019 11:02 0

Iran

Demo Iran: Internet Diputus, 1.000 Ditangkap, 12 Tewas, Puluhan Toko dan Bank Dibakar

Sumber mengatakan bahwa protes telah meluas. Ada kehadiran keamanan besar di jalan-jalan utama dan alun-alun di kota-kota besar.

Selasa, 19/11/2019 09:01 0

Suriah

56 Sipil Meregang Nyawa Akibat Dua Pekan Gempuran Rezim dan Rusia di Idlib

Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah, Senin (18/11/2019), mengumumkan bahwa sedikitnya 56 warga sipil meregang nyawa akibat serangan udara rezim Suriah dan Rusia di zona de-eskalasi di provinsi Idlib dalam dua pekan teakhir.

Selasa, 19/11/2019 08:19 0

Artikel

Sukmawati Harus Sadar, Soekarno Bukanlah Manusia Sempurna

Kontroversi terulang, Sukmawati kembali dituduh menista agama.

Senin, 18/11/2019 16:48 0

Myanmar

Myanmar Tolak Diselidiki atas Kejahatan terhadap Muslim Rohingya

Juru bicara pemerintah Zaw Htay berdalih bahwa pengadilan yang berbasis di Belanda itu tidak memiliki yurisdiksi atas tindakannya.

Senin, 18/11/2019 16:34 0

News

Seorang Polisi Terkena Panah Pengunjuk Rasa Hong Kong Saat Ricuh

Seorang perwira polisi Hong Kong terkena anak panah ketika pihak berwenang menggunakan gas air mata dan meriam air untuk mengusir pengunjuk rasa yang menduduki kampus dan jalan-jalan di sekitarnya, Ahad (17/11/2019).

Senin, 18/11/2019 16:13 0

Inggris

Investigasi: Kejahatan Perang Tentara Inggris di Irak dan Afghanistan Ditutup-tutupi

para komandan tinggi militer berupaya menutupi kejahatan perang yang dilakukan tentara Inggris di Irak dan Afghanistan

Senin, 18/11/2019 12:12 0

Close