... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PKS: Di Bawah Donald Trump, AS Semakin Nampak Membela Israel

Foto: Jazuli Juwaini

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengecam kebijakan AS di bawah Presiden Trump yang mengatakan kebijakan pemukiman Israel di Tepi Barat tidak melanggar hukum internasional.

“Ini satu kebijakan AS yang menyedihkan. Dari perspektif AS, sikap itu merupakan preseden yang akan memperburuk upaya perdamaian yg mereka gembar gemborkan,” kata Jazuli kepada Kiblat.net melalui siaran pesnya pada Selasa (19/11/2019).

Anggota Komisi I DPR ini mengkritisi kebijakan Trump yang semakin toleran terhadap Israel. Padahal administrasi pemerintahan AS sebelumnya tidak pernah mensupport atau mensahkan pendudukan dan pemukiman ilegal tersebut.

Menrutnya, AS di bawah Trump semakin menunjukkan pembelaan membabi buta terhadap penjajahan Israel atas Palestina dan mempertegas standar gandanya terhadap dunia.

“Padahal masyarakat AS sendiri kini semakin kritis bahkan muak dengan kebijakan dan represi Israel terbukti dengan protes terbuka Mahasiswa Harvard kepada Dubes Israel saat mengisi kuliah umum di kampus tersebut dan aksi massa besar di jantung kota New York yang mengkritik keras Israel, sebaliknya simpati pada penderitaan rakyat Palestina,” kata Jazuli.

Dari perspektif hukum internasional, lanjut Anggota DPR Dapil Banten ini, jelas hal itu bukan saja mengingkari tapi juga melanggar banyak resolusi PBB dan hukum-hukum humaniter lainnya. Apalagi pendudukan dan pemukiman dilakukan dengan kekerasan dan pembantaian rakyat sipil. Ia menyebut, sikap Indonesia jelas sejak dulu.

BACA JUGA  Perkuat Jaringan di Timur Tengah, KAMMI Libya Dideklarasikan

“Kita berada di pihak Palestina dengan seluruh hak atas tanah dan teritori secara berdaulat. Kita dukung penuh upaya kemerdekaan bangsa dan negara Palestina, sebaliknya melawan dan mengecam, segala tindakan dan kelonialisasi Israel atas tanah Palestina,” tegasnya.

Fraksi PKS memberikan apresiasi kepada Menlu RI Retno Marsudi yang berulangkali mengatakan mengatakan bahwa Palestina ada di jantung diplomasi Indonesia dan selalu ada dalam helaan nafas politik luar negeri Indonesia.

Meski demikian, kata dia, kita meminta peran Indonesia yang lebih kuat dan determinan terutama dalam kapasitas Indonesia sebgai Anggota Tidak Tetap DK PBB dan Anggota Dewan HAM PBB.

“Harus perkuat diplomasi agar semakin banyak negara yang menghukum Israel melalui segala cara termasuk ikut mendorong dan mempromosikan aksi global ‘boikot, divestasi, dan sanksi’ terhadap Israel agar menghentikan penjajahan thd Palestina,” pungkas Jazuli.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Hendak Kemana (Ke)Menteri(an) Agama?

Namun sebagian pihak keliru menyamakan kehadiran Kementerian Agama sebagai kelanjutan dua lembaga penjajahan tadi.

Selasa, 19/11/2019 18:30 0

Australia

Pria Australia Lolos dari Cengkeraman Buaya Usai Colok Matanya

Dia mengatakan buaya 2,8 meter muncul dari belakangnya ketika ia meninggalkan pantai.

Selasa, 19/11/2019 14:32 0

Eropa

Uni Eropa Seru Israel Hentikan Pembangunan Pemukiman di Tepi Barat

Uni Eropa menegaskan pihaknya terus meyakini bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah perbuatan ilegal berdasarkan hukum internasional.

Selasa, 19/11/2019 14:07 0

Iran

Protes di Iran, Warganet Seru Twitter Blokir Akun Khamenei

Seluruh negara offline, sementara Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei mentweet pada hari Ahad (17/11/2019), untuk mendukung keputusan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar.

Selasa, 19/11/2019 11:24 0

Eropa

Laporan PBB: Amerika Penjarakan Anak Paling Banyak di Dunia

"Di seluruh dunia lebih dari 7 juta orang di bawah usia 18 tahun ditahan di penjara dan tahanan polisi, termasuk 330.000 anak di pusat-pusat penahanan imigrasi," kata Manfred Nowak, seorang pakar independen.

Selasa, 19/11/2019 11:02 0

Iran

Demo Iran: Internet Diputus, 1.000 Ditangkap, 12 Tewas, Puluhan Toko dan Bank Dibakar

Sumber mengatakan bahwa protes telah meluas. Ada kehadiran keamanan besar di jalan-jalan utama dan alun-alun di kota-kota besar.

Selasa, 19/11/2019 09:01 0

Suriah

56 Sipil Meregang Nyawa Akibat Dua Pekan Gempuran Rezim dan Rusia di Idlib

Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah, Senin (18/11/2019), mengumumkan bahwa sedikitnya 56 warga sipil meregang nyawa akibat serangan udara rezim Suriah dan Rusia di zona de-eskalasi di provinsi Idlib dalam dua pekan teakhir.

Selasa, 19/11/2019 08:19 0

Artikel

Sukmawati Harus Sadar, Soekarno Bukanlah Manusia Sempurna

Kontroversi terulang, Sukmawati kembali dituduh menista agama.

Senin, 18/11/2019 16:48 0

Myanmar

Myanmar Tolak Diselidiki atas Kejahatan terhadap Muslim Rohingya

Juru bicara pemerintah Zaw Htay berdalih bahwa pengadilan yang berbasis di Belanda itu tidak memiliki yurisdiksi atas tindakannya.

Senin, 18/11/2019 16:34 0

News

Seorang Polisi Terkena Panah Pengunjuk Rasa Hong Kong Saat Ricuh

Seorang perwira polisi Hong Kong terkena anak panah ketika pihak berwenang menggunakan gas air mata dan meriam air untuk mengusir pengunjuk rasa yang menduduki kampus dan jalan-jalan di sekitarnya, Ahad (17/11/2019).

Senin, 18/11/2019 16:13 0

Close