56 Sipil Meregang Nyawa Akibat Dua Pekan Gempuran Rezim dan Rusia di Idlib

KIBLAT.NET, Idlib – Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah, Senin (18/11/2019), mengumumkan bahwa sedikitnya 56 warga sipil meregang nyawa akibat serangan udara rezim Suriah dan Rusia di zona de-eskalasi di provinsi Idlib dalam dua pekan teakhir.

“Termasuk dari puluhan korban tersebut, 19 anak-anak dan enam wanita,” kata lembaga tersebut dalam laporannya.

Menurut laporan itu, serangan rezim Suriah di zona de-eskalasi menewaskan 20 orang, termasuk enam anak-anak dan dua wanita, selama periode itu. Sementara serangan Rusia menewaskan 36 warga sipil, termasuk 13 anak-anak dan empat wanita.

Laporan itu mengatakan bahwa pasukan rezim Suriah menargetkan 34 fasilitas umum di wilayah tersebut seperti sekolah, masjid, pusat kesehatan dan pusat pertahanan sipil. Sementara jet tempur Rusia menargetkan 12 fasilitas umum.

Lembaga itu menunjuk pembunuhan anggota sukarelawan Pertahanan Sipil (White Helmets) dan aktivis lain dalam serangan rezim Suriah.

Pada bulan Mei 2017, Turki, Rusia dan Iran mengumumkan kesepakatan “zona de-eskalasi” di Idlib, sebagai bagian dari pertemuan Astana di Suriah.

Namun, pasukan rezim dan pendukungnya terus melancarkan serangan di wilayah tersebut meskipun ada kesepahaman antara Turki dan Rusia pada 17 September 2018, di kota Sochi. Dalam pertemuan itu, Rusia berjanji menstabilkan “wilayah zona de-eskalasi”.

Lebih dari 1.300 warga sipil tewas oleh rezim dan serangan Rusia di zona de-eskalasi sejak 17 September 2018.

Serangan-serangan itu juga memindahkan lebih dari satu juta warga sipil ke daerah-daerah yang relatif sepi atau dekat dengan perbatasan Turki.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat