... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Protes Anti Kenaikan BBM di Iran Meluas, Satu Demonstran Tewas

KIBLAT.NET, Teheran – Seorang warga sipil tewas dan beberapa lainnya terluka dalam protes anti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Iran pada Sabtu (16/11/2019). Protes yang terjadi di berbagai kota itu memasuki hari kedua.

Korban demonstran tersebut tewas dalam aksi protes di pusat kota Sirjan, Iran tengah. Kantor berita resmi pemerintah, ISNA, mengatakan bahwa keamanan menggagalkan upaya beberapa orang untuk mencapai tangki bahan bakar untuk membakarnya di kota tersebut.

Demonstrasi di Iran pecah pada Jumat (15/11/2019) setelah pengumuman kenaikan harga bensin 50 persen dan pembatasan pembelian sebanyak 60 liter dalam setiap bulan. Pemerintah mengizinkan membeli bensin lebih dari jatah tersebut dengan harga dua kali lipat dan maksimal 300 liter.

“Sayangnya, satu orang terbunuh,” kata pejabat gubernur kota Sirjan, Mohammad Mahmud Abadi, seraya menambahkan bahwa tidak jelas apakah korban “ditembak atau tidak”.

Ia menambahkan bahwa pasukan keamanan telah diinstruksikan tidak menembak. Mereka hanya diizinkan menembakkan tembakan peringatan ke udara.

Mahmud Abadi menuding orang-orang tak bertanggung jawab memanfaatkan “aksi protes damai” di Sirjan untuk menyabotase properti publik dan pompa bensin serta ingin mengakses tangki bahan bakar untuk membakarnya.

Selain di Sirjan, demontrasi pada Jumat juga digelar di berbagai kota, termasuk Abadan, Ahvaz, Bandar Abbas, Birjand, Ghassaran, Khorramshahr, Mashher dan Shiraz.

TV pemerintah mengatakan bahwa beberapa “perusuh” membakar sebuah bank di Ahvaz, sementara “orang-orang bersenjata tak dikenal dan mencurigakan” menembaki sejumlah orang dan melukai beberapa dari mereka.

Namun TV resmi itu menambahkan bahwa sebagian besar demonstrasi yang terjadi di seluruh kota digelar hanya dengan aksi menutup jalan dan berakhir pada tengah malam.

Televisi pemerintah melaporkan bahwa polisi menembakkan gas air mata ke demonstran di beberapa kota, tanpa memberikan tanggal.

TV pemerintah menuduh “media yang musuh” berusaha mengeksploitasi berita palsu dan rekaman media sosial untuk memperkuat demonstrasi dan menggambarkannya sebagai “besar dan luas.”

Demontrasi Meluas

Sementara itu, demonstrasi pada Sabtu terjadi di kota Dorod, Karmsar, Karkan, Ilam, Karaj, Khorramabad, Mahdishhar, Qazvin, Qom, Sanandaj, Shahroud dan Shiraz.

“Beberapa pengemudi memprotes harga bensin baru dengan menghentikan mobil mereka dan menyebabkan kemacetan,” lapor kantor berita Iran Erna, seperti dilansir AFP.

Di Teheran, beberapa demonstran terlihat menghalangi jalan, sementara yang lain berkumpul di sekitar kendaraan yang terbakar. Ada adegan serupa di Shiraz dan Isfahan (tengah).

NetBlocks, sebuah LSM keamanan dunia maya, mengatakan di Twitter pada Sabtu bahwa Iran sekarang menghadapi “gangguan Internet yang hampir lengkap … … setelah 12 jam terputusnya jaringan secara bertahap.”

Iran menunjukkan bahwa tujuan melegalkan distribusi bensin dan menaikkan harga adalah untuk mengumpulkan dana yang digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan.

Langkah ini diharapkan menghasilkan 300 miliar riyal (sekitar 2,55 miliar dolar) setiap tahun, kata pihak berwenang.

Sekitar 60 juta orang Iran akan menerima antara 550.000 riyal ($ 4,68) untuk keluarga dengan dua dan dua juta riyal ($ 17,46) untuk keluarga dengan lima orang atau lebih.

Ekonomi Iran mengalami pukulan ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan penarikan sepihak negaranya dari perjanjian nuklir Teheran 2015 dengan negara-negara besar dalam resolusi yang diikuti oleh pengenaan kembali sanksi ekonomi AS yang menyakitkan terhadap Republik Islam.

Riyal Iran turun tajam terhadap dolar dan inflasi di Iran lebih dari 40 persen, sementara Dana Moneter Internasional mengharapkan ekonomi untuk berkontraksi sebesar 9 persen tahun ini dan mengalami resesi pada tahun 2020.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Entah Apa yang Merasuki Sukmawati

Belum kapok membuat kontroversi dengan puisi, Sukmawati kini membandingkan Nabi Muhammad SAW dan Soekarno dalam memerdekakan Indonesia.

Ahad, 17/11/2019 01:27 1

Indonesia

Ucapan Sukmawati Soal Nabi Muhammad dan Soekarno Bernuansa Penodaan Agama

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menegaskan bahwa ucapan Sukmawati yang membandingkan antara Nabi Muhammad dan Soekarno bernuansa penghinaan agama Islam.

Sabtu, 16/11/2019 15:09 1

Indonesia

Bandingkan Nabi Muhammad dan Soekarno, Warganet Ramai-ramai Minta Sukmawati Ditangkap

Pernyataan Sukmawati yang membandingkan Nabi Muhammad SAW dan Soekarno dalam memerdekakan Indonesia dikecam masyarakat.

Sabtu, 16/11/2019 14:37 1

Video Kajian

Khutbah Jumat: keutamaan ilmu – Ust. Khotibul Umam

Allah SWT berfirman dalam Surat Az-Zumar Ayat 9

Jum'at, 15/11/2019 19:31 0

Indonesia

Gaza Diserang, PKS: Dunia Tak Berbuat Apa-apa Kecuali Mengecam

Namun, ia menyayangkan sikap dunia yang tidak tegas melihat pembantaian tersebut.

Jum'at, 15/11/2019 16:00 0

Indonesia

Soal Lem Aibon Rp82 Milyar, Anies: Sudah Saya Koreksi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan angkat suara terkait polemik anggaran DKI Jakarta.

Jum'at, 15/11/2019 15:54 0

Indonesia

Mardani: Indonesia Harus Protes Atas Serangan Israel ke Gaza

Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera mengutuk serangan udara Israel ke wilayah Gaza sejak Selasa lalu.

Jum'at, 15/11/2019 14:49 0

Video News

MUI: Jika Kasus HRS Tak Kunjung Selesai Banyak Masalah Akan Timbul

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Muhyiddin Junaidi berharap agar kasus HRS segera selesai.

Jum'at, 15/11/2019 14:29 0

Indonesia

Komisi X: Regulasi Pendidikan Indonesia Perlu Revisi

Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Hetifah Sjaifudian menegaskan perlunya revisi regulasi di sektor pendidikan Indonesia.

Jum'at, 15/11/2019 14:15 0

Indonesia

Selama Dua Tahun, Dua Kucing Berusaha Masuk Museum Jepang

Mungkin pendingin udara di museum menggoda mereka untuk masuk.

Jum'at, 15/11/2019 12:39 0

Close