... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Iran Batasi Pembelian BBM dan Naikkan Harganya, Warga Turun ke Jalan

Foto: Warga Iran mengisi BBM di SPBU [foto: alyoum.com]

KIBLAT.NET, Teheran – Pemerintah Iran memberlakukan kebijakan menjatah distribusi bensin dan menaikkan harganya sebanyak 50% pada Jumat (15/11/2019). Keputusan itu memicu protes sporadis dan kekhawatiran kenaikan inflasi meskipun ada janji resmi bahwa pendapatan akan digunakan untuk membantu keluarga yang membutuhkan.

Harga bensin di Iran termasuk yang termurah di dunia karena subsidi besar dan devaluasi mata uangnya, tetapi negara ini berjuang dengan maraknya penyelundupan bahan bakar ke negara-negara tetangga.

Televisi pemerintah mengatakan harga satu liter bensin biasa akan naik menjadi 15.000 riyal, dari harga sebelumnya 10.000 riyal. Pemerintah juga menetapkan mobil pribadi hanya dibolehkan mengisi 60 liter dalam setiap bulan. Jika kuota itu habis dan ingin menambah, harga bensin dikenakan 30 ribu riyal perliter.

Menurut kantor berita pemerintah, Fars, ratusan orang memprotes kenaikan harga di daerah-daerah seperti kota Mashhad di timur laut, di provinsi Kerman di tenggara dan di provinsi Khuzestan yang kaya minyak.

Sebuah video yang diposting di Internet menunjukkan para pengunjuk rasa di Ahvaz, ibukota Khuzestan, mendesak para pengemudi untuk ikut aksi dan dan berteriak, “Ahwazis yang terhormat. Matikan mesin Anda. ”

“Polisi anti huru hara memblokir jalan-jalan utama. Saya mendengar tentang penembakan sekitar satu jam yang lalu,” kata seorang warga Ahvaz, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, kepada Reuters melalui telepon.

BACA JUGA  Puluhan Tewas Selama Pemakaman Qassem Soleimani

Reuters tidak dapat memverifikasi video di media sosial tentang protes di kota-kota lain.

Pada 2007, warga Iran yang marah dengan membakar pom bensin dan mengkritik pemerintah Mahmoud Ahmadinejad saat itu karena menerapkan penjatahan bahan bakar.

Selama khotbah Jumat di Teheran, salah pemimpin spiritual Syiah Iran Ayatollah Mohammad Imami Kashani mengatakan pemerintah harus menempatkan kontrol harga yang lebih ketat untuk mencegah inflasi melonjak tak terkendali setelah kenaikan harga bensin.

Mohammad Baqir Nubakht, direktur Organisasi untuk Perencanaan dan Anggaran, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa kenaikan harga akan digunakan untuk membiayai subsidi tambahan yang menargetkan 18 juta rumah tangga, atau sekitar 60 juta orang.

Meskipun memiliki cadangan energi yang besar, Iran telah berjuang selama bertahun-tahun untuk memenuhi permintaan bahan bakar domestik karena kurangnya kapasitas pengilangan dan sanksi internasional yang membatasi ketersediaan suku cadang untuk perawatan yang kompleks.

Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi pada industri minyak vitalnya dan sektor lainnya.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Khutbah Jumat: keutamaan ilmu – Ust. Khotibul Umam

Allah SWT berfirman dalam Surat Az-Zumar Ayat 9

Jum'at, 15/11/2019 19:31 0

Indonesia

Gaza Diserang, PKS: Dunia Tak Berbuat Apa-apa Kecuali Mengecam

Namun, ia menyayangkan sikap dunia yang tidak tegas melihat pembantaian tersebut.

Jum'at, 15/11/2019 16:00 0

Indonesia

Soal Lem Aibon Rp82 Milyar, Anies: Sudah Saya Koreksi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan angkat suara terkait polemik anggaran DKI Jakarta.

Jum'at, 15/11/2019 15:54 0

Indonesia

Mardani: Indonesia Harus Protes Atas Serangan Israel ke Gaza

Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera mengutuk serangan udara Israel ke wilayah Gaza sejak Selasa lalu.

Jum'at, 15/11/2019 14:49 0

Video News

MUI: Jika Kasus HRS Tak Kunjung Selesai Banyak Masalah Akan Timbul

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Muhyiddin Junaidi berharap agar kasus HRS segera selesai.

Jum'at, 15/11/2019 14:29 0

Indonesia

Komisi X: Regulasi Pendidikan Indonesia Perlu Revisi

Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Hetifah Sjaifudian menegaskan perlunya revisi regulasi di sektor pendidikan Indonesia.

Jum'at, 15/11/2019 14:15 0

Indonesia

Selama Dua Tahun, Dua Kucing Berusaha Masuk Museum Jepang

Mungkin pendingin udara di museum menggoda mereka untuk masuk.

Jum'at, 15/11/2019 12:39 0

Indonesia

Menkeu: Rancangan Biaya Belanja Negara Tahun 2020 Rp2.540 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan alokasi belanja negara untuk 2020 direncanakan sebesar Rp2.540,4 triliun.

Kamis, 14/11/2019 20:56 0

Indonesia

Menag Anggap Masyarakat Lebih Suka Belajar Agama Melalui Internet

Menteri Agama RI, Jenderal (purn) Fachrul Razi mengungkapkan langkah kongkret yang akan dilakukan Kemenag untuk mencegah radikalisme di kalangan Milenial.

Kamis, 14/11/2019 20:47 0

Indonesia

Menag Nilai Larangan Salam Lintas Agama Tak Salah

Menteri Agama, Fachrul Razi menanggapi soal larangan ucapan salam lintas agama oleh MUI Jawa Timur.

Kamis, 14/11/2019 20:36 0

Close