... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Internal Koalisi AS Berselisih Soal Ekstradisi Anggota ISIS yang Tertawan

Foto: Pertemuan negara-negara koalisi anti-ISIS pimpinan AS

KIBLAT.NET, Washington – Amerika Serikat Pada Kamis (14/11/2019) mendesak negara-negara yang berpartisipasi dalam koalisi internasional anti-ISIS setuju menerima kembali warga mereka anggota ISIS yang tertawan di Suriah. Namun hal itu mendapat penolakan negara-negara anggota.

Para menteri luar negeri koalisi anti-ISIS menggelar rapat di Washington untuk membahas langkah selanjutnya dalam menghadapi organisasi yang pemimpinnya Abu Bakar Al-Baghdadi terbunuh bulan lalu itu.

ISIS telah kehilangan hampir semua wilayah yang direbutnya di Suriah dan Irak tetapi tetap menjadi ancaman keamanan di Suriah dan di luar negeri. Sekitar 10.000 anggota ISIS dan puluhan ribu anggota keluarga mereka masih ditahan di kamp-kamp di Suriah timur laut yang dijaga oleh milisi Kurdi Suriah yang bersekutu dengan Amerika Serikat.

Koordinator anti terorisme AS, Nathan Sills, dalam sebuah pengarahan di Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa tidak seorang pun harus mengharapkan Amerika Serikat atau siapa pun untuk menyelesaikan masalah itu atas nama mereka. Kita semua bertanggung jawab untuk menjamin ISIS tidak bangkit kembali dan mencegah mereka melakukan tindakan ekstrem.

Amerika Serikat ingin anggota ISIS yang tertawan dipulangkan ke negara masing-masing untuk diadili atau direhabilitasi. Akan tetapi Eropa menolak keingininan AS itu. Eropa menolak mengadili warganya anggota ISIS karena alasan, sangat sulit untuk mengumpulkan bukti yang bisa menjerat mereka dan khawatir risiko serangan yang ditimbulkan mereka.

BACA JUGA  Waspada! Smart TV Bisa Mematai-matai Aktivitas Penggunanya

Sills memperingatkan bahwa para tawanan ISIS itu sewaktu-waktu bisa menjadi “banjir bandang” karena potensi mereka melarikan diri dari penahanan milisi Kurdi. Seperti diketahui, jelasnya, situasi di Suriah berubah-ubah dengan cepat tanpa diprediksi.

Berbicara kepada wartawan setelah pertemuan itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menegaskan kembali posisi negaranya bahwa militan ISIS harus dibawa ke pengadilan secepat mungkin karena kejahatan yang mereka lakukan. Ungkapan itu disampaikan sebagai bentuk penolakan kembali para militan itu.

Perwakilan Khusus AS untuk Suriah Jim Jeffrey mengatakan ada “ketidaksepakatan” di antara anggota koalisi mengenai apakah negara-negara asal kelompok militan harus menerima warga negara mereka yang ditahan.

“Ada ketidaksepakatan tentang apakah mereka harus diekstradisi atau apakah negara-negara ini akan mempertimbangkan sesuatu dan mempelajarinya secara lebih rinci,” kata Jeffrey pada konferensi pers di sela-sela pertemuan anggota koalisi di Washington pada hari Kamis. Ia menunjukkan bahwa ini masalah besar.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendesak anggota koalisi menerima anggota ISIS warga negara mereka dan meminta mendonorkan dana untuk merekonstruksi kembali Irak dan Suriah, yang hancur akibat perang terhadap ISIS.

“Anggota Aliansi harus mengambil kembali ribuan pejuang teroris asing yang ditahan dan meminta pertanggungjawaban mereka atas kekejaman mereka,” kata Pompeo dalam pidatonya pada pembukaan pertemuan para menteri luar negeri negara-negara anggota koalisi.

BACA JUGA  Tentara Saudi Tembaki Orang-orang di Sekitarnya Saat Ikuti Pelatihan Militer di Florida

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Khutbah Jumat: keutamaan ilmu – Ust. Khotibul Umam

Allah SWT berfirman dalam Surat Az-Zumar Ayat 9

Jum'at, 15/11/2019 19:31 0

Indonesia

Gaza Diserang, PKS: Dunia Tak Berbuat Apa-apa Kecuali Mengecam

Namun, ia menyayangkan sikap dunia yang tidak tegas melihat pembantaian tersebut.

Jum'at, 15/11/2019 16:00 0

Indonesia

Soal Lem Aibon Rp82 Milyar, Anies: Sudah Saya Koreksi

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan angkat suara terkait polemik anggaran DKI Jakarta.

Jum'at, 15/11/2019 15:54 0

Indonesia

Mardani: Indonesia Harus Protes Atas Serangan Israel ke Gaza

Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera mengutuk serangan udara Israel ke wilayah Gaza sejak Selasa lalu.

Jum'at, 15/11/2019 14:49 0

Video News

MUI: Jika Kasus HRS Tak Kunjung Selesai Banyak Masalah Akan Timbul

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Muhyiddin Junaidi berharap agar kasus HRS segera selesai.

Jum'at, 15/11/2019 14:29 0

Indonesia

Komisi X: Regulasi Pendidikan Indonesia Perlu Revisi

Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Hetifah Sjaifudian menegaskan perlunya revisi regulasi di sektor pendidikan Indonesia.

Jum'at, 15/11/2019 14:15 0

Indonesia

Selama Dua Tahun, Dua Kucing Berusaha Masuk Museum Jepang

Mungkin pendingin udara di museum menggoda mereka untuk masuk.

Jum'at, 15/11/2019 12:39 0

Indonesia

Menkeu: Rancangan Biaya Belanja Negara Tahun 2020 Rp2.540 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan alokasi belanja negara untuk 2020 direncanakan sebesar Rp2.540,4 triliun.

Kamis, 14/11/2019 20:56 0

Indonesia

Menag Anggap Masyarakat Lebih Suka Belajar Agama Melalui Internet

Menteri Agama RI, Jenderal (purn) Fachrul Razi mengungkapkan langkah kongkret yang akan dilakukan Kemenag untuk mencegah radikalisme di kalangan Milenial.

Kamis, 14/11/2019 20:47 0

Indonesia

Menag Nilai Larangan Salam Lintas Agama Tak Salah

Menteri Agama, Fachrul Razi menanggapi soal larangan ucapan salam lintas agama oleh MUI Jawa Timur.

Kamis, 14/11/2019 20:36 0

Close