... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mardani: Indonesia Harus Protes Atas Serangan Israel ke Gaza

Foto: Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera

KIBLAT.NET, Jakarta – Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera mengutuk serangan udara Israel ke wilayah Gaza sejak Selasa lalu. Serangan itu setidaknya telah menewaskan sedikitnya 32 warga Palestina termasuk seorang bocah berusia 7 tahun.

“Saya mengutuk serangan Isreal kepada warga Palestine di Gaza! Saya mengajak seluruh parlemen di dunia untuk mengecam sikap bar-bar Israel kepada warga Palestine atas tindakan genosida, pembunuhan terencana dan perebutan tanah secara paksa sejak tahun 1967,” kata Mardani, Jumat (15/11).

Hingga Rabu (13/11) malam waktu setempat, militer Israel mengklaim ada 360 roket yang ditembakkan dari Gaza ke wilayahnya. Namun sejauh ini tidak ada korban jiwa dari pihak Israel. Diklaim Israel bahwa sekitar 90 persen roket yang ditembakkan ke wilayahnya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iron Dome.

Lagislator Fraksi PKS DPR RI ini juga mendesak Pemerintah Indonesia harus segera menyampaikan sikap protes kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas serangan Israel kepada warga Gaza, Palestina ini.

“Pemerintah Indonesia harus segera menyampaikan protes keras atas peristiwa genosida ini dan mengajak Pemerintah negara lain tindakan Israel yang terus menerus melanggar peraturan Konvensi Jenewa tahun 1949,” kata Mardani.

Ia menegaskan bahwa dalam Peraturan Konvensi Jenewa tahun 1949 dilarang menyerang kota atau desa lawan. “Isreal sangat brutal namun tidak ada berani yang memberikan sanksi padahal terus menerus melanggar Law of Armed Conflict (LOAC) menyerang bangunan penduduk dan membunuh penduduk sipil termasuk anak kecil,” kata dia.

BACA JUGA  Pemerintah Didesak Segera Terbitkan Perppu Covid-19

Mardani menyampaikan alasan kenapa Indonesia harus cepat merespon serangan Israel ke Gaza ini karena dalam Alenia pembukaan UUD 1945, Indonesia sangat konsern atas tindakan penjajahan di dunia karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Israel sudah sejak lama melakukan penjajahan, genosida, pembunuhan terencana dan perebutan tanah secara paksa kepada negara Palestina. Oleh karena itu negara Indonesia harus terdepan merespon tindakan ini,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

MUI: Jika Kasus HRS Tak Kunjung Selesai Banyak Masalah Akan Timbul

Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Muhyiddin Junaidi berharap agar kasus HRS segera selesai.

Jum'at, 15/11/2019 14:29 0

Amerika

Pasca Kematian Al-Baghdadi, Fokus Koalisi Anti-ISIS Beralih ke Afrika

Pompeo juga mendesak anggota koalisi yang berperang melawan ISIS untuk membawa para tahanan kembali ke negara mereka.

Jum'at, 15/11/2019 14:10 0

Myanmar

ICC Restui Penyelidikan Kejahatan Myanmar terhadap Rohingya

Lebih dari 740.000 Rohingya terpaksa mengungsi dari perbatasan ke kamp-kamp yang luas di Bangladesh.

Jum'at, 15/11/2019 11:02 0

Palestina

Warga Gaza Turun ke Jalan Desak Serangan Balasan Terhadap Israel

Warga Gaza menggelar aksi turun ke jalan pada Kamis malam (14/11/2019). Mereka memeinta pejuang perlawanan membalas agresi Israel terbaru dan menolak gencatan senjata yang diumumkan oleh pejabat Israel dan otoritas Palestina.

Jum'at, 15/11/2019 08:56 0

Amerika

Pelajar di AS dan Rusia Tembaki Siswa Lain Kemudian Bunuh Diri

“Seorang pelajar berusia 16 dan 14 tahun tewas serta tiga lainnya terluka. Pelaku kemudian menembak kepalanya sendiri,” lapor Reuters.

Jum'at, 15/11/2019 08:04 0

Suriah

Rusia Dirikan Pangkalan Militer di Bekas Wilayah Kurdi Suriah

Tiga helikopter, termasuk helikopter transportasi militer Mi-8, telah ditempatkan di pangkalan baru itu. Zvizda TV mengatakan akan tiba banyak lagi helikopter lainnya yang akan menempati pangkalan ini.

Jum'at, 15/11/2019 07:14 0

China

Demi Ibunya, Aktivis Uighur Ini Seru Dunia Hentikan Tindakan China

Para pemimpin dunia harus mengambil langkah lebih keras tentang penggunaan teknologi pengawasan tingkat tinggi China untuk memantau dan menindak etnis minoritas.

Kamis, 14/11/2019 16:15 0

Palestina

Gencatan Senjata Disepakati Usai 34 Orang Palestina Tewas Dibom

Kelompok Palestina Jihad Islam mengatakan gencatan senjata yang ditengahi Mesir dengan Israel telah disepakati setelah serangan udara menewaskan sedikitnya 34 orang di Gaza.

Kamis, 14/11/2019 15:40 0

Palestina

Haniyeh: Agresi Israel untuk Menghalangi Kemajuan Palestina

Ismail Haniyeh juga menyatakan belasungkawa atas pembunuhan Bahaa Abu Al-Ata dan yang lainnya oleh Israel selama 24 jam sebelumnya.

Kamis, 14/11/2019 14:47 0

Arab Saudi

Lagi, Ulama Meninggal di Penjara Kerajaan Arab Saudi

“Telah terkonfirmasi oleh kami kabar meninggalnya Syaikh Fahd Al-Qadhi di penjara hari kemarin. Ia divonis bulan lalu hukuman enam tahun penjara,” kata akun Twitter pemantau penangkapan aktivis dan ulama yang kritis terhadap pemerintah Saudi, Muktaqaly Rakyi, pada Rabu (13/11/2019).

Kamis, 14/11/2019 13:16 0

Close