... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Menag Anggap Masyarakat Lebih Suka Belajar Agama Melalui Internet

Foto: Menteri Agama Fachrul Razi.

KIBLAT.NET, Bogor – Menteri Agama RI, Jenderal (purn) Fachrul Razi mengungkapkan langkah kongkret yang akan dilakukan Kemenag untuk mencegah radikalisme di kalangan Milenial. Menurutnya, Hal terpenting adalah pemerintah dan otoritas formal perlu mengembangkan strategi komunikasi, terutama di Internet.

“Diperlukan langkah menerjemahkan materi atau muatan yang fundamental dari tokoh agama, budayawan, dan akademisi menjadi konten dan kajian yang lebih mudah dipahami generasi muda milenial tanpa kehilangan bobot isinya, serta masuk akal sehat mereka. Dan sebanyak mungkin dikapitalisasi di medsos,” ujar Fachrul Rozi dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda Tahun 2019 di Bogor, pada Rabu (13/09/2019).

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama, sebut Fachrul akan mengambil langkah konkret untuk mengembangkan gerakan literasi keagamaan di kalangan milenial agar melek agama, untuk penguatan keberagaman yang moderat.

“Singkat kata, agama perlu dikembalikan kepada perannya sebagai panduan spiritualitas dan moral bukan hanya aspek ritual dan formal serta mudah diakses untuk semua kalangan,” ujarnya.

Menurut Fachrul, saat ini masyarakat lebih memilih menuntaskan dahaga keagamaannya di internet, daripada berkonsultasi dengan tokoh otoritatif agama seperti kyai, ustadz, atau guru ngaji.

Ketika masyarakat mencari konten-konten di sosial media, Fachrul mengungkapkan, seringkali masyarakat tidak cenderung pada tafsir agama mainstream. Namun lebih kepada sumber yang tidak otoritatif yang mungkin lebih memenuhi akal sehat masyarakat.

BACA JUGA  Mahfud MD: Presiden Akan Beri Bintang Tanda Jasa ke Fadli Zon dan Fahri Hamzah

“Mereka juga mengacu agama dengan nilai-nilai yang berlaku universal. Akibatnya, kebenaran jadi tidak tunggal, tapi beragam. Konten-konten keagamaan yang radikal dan ekstrim menjadi mudah mereka konsumsi tanpa ada konsultasi dengan otoritas keagamaan tradisional atau mainstream,” ujarnya.

“(Sehingga) pemikiran keagamaan sebagian besar kita cenderung intoleran dan mudah terpapar ideologi radikal ekstrem. Atau sebaliknya jadi super toleran yang mengganggu sendi-sendi beragama,” lanjutnya.

Menurutnya, di era post truth ini, hal-hal yang emosional dan personal lebih berpengaruh dalam pembentukan opini publik dibanding fakta yang sebenarnya. Sehingga media sosial memberi banyak pilihan pendapat terhadap masyarakat.

“Namun pemerintah dan otoritas formal wajib mengarahkan mereka kepada pilihan terbaik yang memenuhi syariat agama dan memberi manfaat terbesar bagi umat, masyarakat dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

Demi Ibunya, Aktivis Uighur Ini Seru Dunia Hentikan Tindakan China

Para pemimpin dunia harus mengambil langkah lebih keras tentang penggunaan teknologi pengawasan tingkat tinggi China untuk memantau dan menindak etnis minoritas.

Kamis, 14/11/2019 16:15 0

Palestina

Gencatan Senjata Disepakati Usai 34 Orang Palestina Tewas Dibom

Kelompok Palestina Jihad Islam mengatakan gencatan senjata yang ditengahi Mesir dengan Israel telah disepakati setelah serangan udara menewaskan sedikitnya 34 orang di Gaza.

Kamis, 14/11/2019 15:40 0

Palestina

Haniyeh: Agresi Israel untuk Menghalangi Kemajuan Palestina

Ismail Haniyeh juga menyatakan belasungkawa atas pembunuhan Bahaa Abu Al-Ata dan yang lainnya oleh Israel selama 24 jam sebelumnya.

Kamis, 14/11/2019 14:47 0

Arab Saudi

Lagi, Ulama Meninggal di Penjara Kerajaan Arab Saudi

“Telah terkonfirmasi oleh kami kabar meninggalnya Syaikh Fahd Al-Qadhi di penjara hari kemarin. Ia divonis bulan lalu hukuman enam tahun penjara,” kata akun Twitter pemantau penangkapan aktivis dan ulama yang kritis terhadap pemerintah Saudi, Muktaqaly Rakyi, pada Rabu (13/11/2019).

Kamis, 14/11/2019 13:16 0

Afghanistan

Milisi ISIS Dikepung Taliban, Diselamatkan Pemerintah Kabul

Imarah Islam Afghanistan telah memulai operasi besar-besaran untuk memberantas ISIS di Nangarhar dan provinsi-provinsi di sekitarnya. Namun milisi ISIS yang sudah terpojok malah diselamatkan oleh pemerintah Kabul.

Kamis, 14/11/2019 12:58 0

Palestina

26 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel ke Jalur Gaza

Agresi Israel ke Jalur Gaza sejak Selasa (12/11/2019) hingga Rabu (13/11/2019) dilaporkan telah menyebabkan sedikitnya 26 warga Palestina. Sementara korban luka mencapai 85 orang.

Kamis, 14/11/2019 08:11 0

Palestina

Eskalasi Militer di Gaza Dipicu Kematian Dua Komandan Jihad Islam

Kementerian Kesehatan Hamas, yang mengendalikan Jalur Gaza, mengatakan bahwa saat ini sudah tercatat sedikitnya 10 warga Palestina tewas, termasuk komandan Jihad Islam, dan 45 lainnya terluka.

Rabu, 13/11/2019 09:34 0

Amerika

Pentagon: Ribuan Tahanan ISIS di Penjara Kurdi Bisa Jadi Bom Waktu

"Ini bukan situasi yang sangat aman. Ini bisa menjadi bom waktu jika menampung 10.000 tahanan, yang kebanyakan warga negara asing,” kata juru bicara Pentagon kepada wartawan dalam konferensi pers melalui sambungan telepon, seperti dilansir Reuters pada Selasa (12/11/2019)

Rabu, 13/11/2019 08:16 0

Afghanistan

Kabul Barter Dua Warga Asing dengan Tiga Pemimpin Senior Taliban

Dua profesor itu berasal dari AS dan Australia. Mereka diculik pada 2016 silam.

Rabu, 13/11/2019 07:21 0

Artikel

Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Kemunculan isu Islam fundamental dan radikal, bahkan digaungkan oleh pejabat negara, menunjukkan bahwa yang memunculkannya tidak memahami doktrin dan peradaban Islam. Konfirmasi lebih tegas mengenai hal itu telah nampak dalam sebuah khuthbah dengan kualitas bacaan Al-Qur'an yang menunjukkan kegagalan pendidikan kita, terutama pendidikan agama. Karena itu, perlu dilakukan pelurusan terhadap pemikiran bengkok akibat pemahaman yang sangat dangkal tersebut.

Selasa, 12/11/2019 19:15 0

Close