... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gencatan Senjata Disepakati Usai 34 Orang Palestina Tewas Dibom

Foto: Mesir dan Jihad Islam mengatakan pada hari Kamis gencatan senjata telah dicapai di Gaza [Ali Jadallah / Anadolu]

KIBLAT.NET, Gaza – Kelompok Palestina Jihad Islam mengatakan gencatan senjata yang ditengahi Mesir dengan Israel telah disepakati setelah serangan udara menewaskan sedikitnya 34 orang di Gaza.

“Gencatan senjata diberlakukan mulai jam 5:30 pagi waktu setempat (03:30 GMT),” kata juru bicara kelompok itu, Musab El Berim, Kamis (14/11/2019).

Kementerian kesehatan Gaza mengatakan jumlah korban tewas dalam dua hari serangan udara Israel telah meningkat menjadi 34 orang, termasuk delapan anggota keluarga Abu Malhous. Setidaknya 63 warga Israel menerima perawatan untuk cedera dalam serangan roket yang ditembakkan dari Gaza.

Harry Fawcett, melaporkan dari dekat pagar Gaza, mengatakan gencatan senjata tampaknya masih berlangsung sejauh ini.

“Ada ketenangan tidak tenang saat ini … Ketentuan gencatan senjata agak berbeda, tergantung pada siapa yang kamu dengarkan,” katanya.

El Berim mengatakan bahwa kelompoknya mendapatkan konsesi dari Israel.

“Kesepakatan itu termasuk pengajuan pendudukan terhadap persyaratan, yang akan menghentikan pembunuhan, khususnya para pemrotes dalam demonstrasi Pengembalian Maret, dan untuk memulai secara praktis prosedur untuk memecahkan pengepungan,” katanya.

Menurut seorang pejabat Jihad Islam, perjanjian itu menetapkan bahwa faksi-faksi Palestina harus memastikan kembalinya ketenangan di Gaza dan “menjaga perdamaian” selama demonstrasi, sementara Israel harus menghentikan permusuhan dan “memastikan gencatan senjata” selama demonstrasi oleh Palestina.

Seorang pejabat tinggi Mesir mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa negaranya telah melakukan upaya untuk mengakhiri dua hari pertempuran yang menyebabkan Israel membom puluhan rumah dan pertanian di daerah kantong Palestina yang dikepung.

BACA JUGA  Palestina Rugi Rp35,3 Triliun Per Tahun Akibat Penjajahan Israel

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Tanggapi Wamenag, Sekjen MUI: Yang Timbulkan Kontroversi Salam Lintas Agama

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menolak jika tidak mengucapkan salam semua agama akan menimbulkan kegaduhan.

Kamis, 14/11/2019 14:38 0

Indonesia

Wapres Harap Rakornas Perkuat Kerjasama Pemerintah Pusat dan Pemda

Wapres juga meminta aparatur pemerintahan untuk memberikan pelayanan kerpada masyarakat melalui kerjasama semua kepentingan.

Kamis, 14/11/2019 14:25 0

Indonesia

Lembaga Sertifikasi Halal Amerika Kunjungi Kementerian Agama

KIBLAT.NET, Jakarta – Menteri Agama RI, Jenderal (purn) Fachrul Razi menerima kunjungan Lembaga Sertifikasi Halal...

Kamis, 14/11/2019 12:18 0

Indonesia

BPJS Klaim Penyesuaian Iuran Tidak Memberatkan Warga Miskin

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari menegaskan bahwa kenaikan iuran BPJS tidak akan berdampak banyak bagi warga miskin dan tidak mampu.

Kamis, 14/11/2019 12:05 0

Indonesia

Rapat Perdana, DPR dan Kementerian PPPA Sepakat Bahas Ulang RUU P-KS

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga beserta Sekretaris Kementerian dan jajaran Eselon 1 mengikuti rapat pertama dengan Komisi VIII DPR-RI.

Kamis, 14/11/2019 11:44 0

Indonesia

MUI Akan Keluarkan Fatwa Tentang Salam Lintas Agama

KIBLAT.NET, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia dalam waktu dekat akan membahas fatwa tentang hukum seorang...

Kamis, 14/11/2019 10:24 0

Indonesia

Komisi VI: Sistem Perdagangan di Indonesia Perlu Ditinjau Ulang

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi menilai perlu adanya peninjauan ulang terhadap regulasi dan sistem perdagangan di Indonesia. Menurutnya, banyak regulasi perdagangan di Indonesia yang justru memberatkan. Sehingga mengakibatkan tingginya jumlah impor daripada ekspor. Bahkan, nilai ekspor cenderung defisit.

Kamis, 14/11/2019 10:01 0

Indonesia

MUI: Polemik HRS Tak Kunjung Selesai, Akan Timbul Banyak Masalah

Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap polemik terkait pencekalan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab segera selesai.

Kamis, 14/11/2019 09:46 0

Indonesia

Menag Prioritaskan Penguatan SDM dari Aspek Keagamaan

Menteri Agama Fachrul Razi menjabarkan Program Prioritas Pembangunan Nasional dari aspek pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dari sisi keagamaan.

Rabu, 13/11/2019 19:37 0

Indonesia

Menko Perekonomian Sampaikan Program Prioritas Nasional Bidang Perekonomian

KIBLAT.NET, Bogor – Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Program Prioritas Nasional Bidang Perekonomian...

Rabu, 13/11/2019 18:44 0

Close