... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

BPJS Klaim Penyesuaian Iuran Tidak Memberatkan Warga Miskin

Foto: BPJS Kesehatan.

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari menegaskan bahwa kenaikan iuran BPJS tidak akan berdampak banyak bagi warga miskin dan tidak mampu.

Andayani menjelaskan, kenaikan iuran tidak akan membebani rakyat miskin dan kurang mampu karena Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam peraturan baru itu, warga miskin dan tidak mampu tetap dijamin oleh negara.

Diketahui, Perpres tertanggal 24 Oktober 2019 itu mengatur sejumlah hal, salah satunya adalah terkait penyesuaian iuran bagai masyarakat tidak mampu. Di mana, dalam Pasal 29 Ayat 1 disebutkan, kenaikan iuran bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan kelas III, yang semula Rp25.000 menjadi Rp42.000.

Meski demikian, Andayani mengatakan bahwa iuran Peserta PBI yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah mendapat bantuan pendanaan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp19.000 per orang tiap bulannya.

Dalam konteks itulah, Andayani menegaskan bahwa kebijakan penyesuaian iuran tetap berpijak pada semangat memberikan jaminan bagi warga miskin dan tidak mampu.

“Iuran PBI akan dibayarkan pemerintah. Karena pemerintah pusat membantu lewat program PBI Pusat. Sedangkan pemerintah daerah membantu lewat program penduduk yang didaftarkan,” kata Andayani dalam Forum Merdeka Barat 9 yang digelar pada Rabu (13/11/2019) di gedung Kemenkominfo, Jakarta.

BACA JUGA  Pengamanan Reuni 212 Tahun Ini Lebih Ketat, Ada Metal Detector di Setiap Pintu Masuk Monas

Andayani menyebut, adalah pemahaman yang salah jika penyesuaian iuran disebut berpengaruh negatif bagi masyarakat miskin dan tidak mampu (hampir miskin) yang selama ini iurannya dibayar pemerintah.

Lebih lanjut, Andayani menambahkan, jika kemudian terkait penyesuaian itu ada warga yang tidak memiliki kemampuan, maka mereka bisa saja mengurus surat keterangan miskin dan mengajukan diri sebagai PBI (Peserta Bantuan Iuran) ke Dinas Sosial.

Dampak bagi Buruh

Terkait penyesuaian iuran bagi buruh dan pekerja, Andayani memaparkan bahwa pekerja yang terdampak atas penyesuaian iuran adalah mereka yang mempunyai upah Rp 8 juta hingga Rp 12 juta per bulan. Dengan begitu, maka angka buruh yang terdampak hanya sekitar 3 % saja dari total pekerja.

Jika melihat dari regulasi penyesuaian iuran,maka buruh yang terdampak perlu menambah iuran sebesar rata-rata Rp27.078 per bulan begi masing-masing buruh. Angka itu sudah termasuk lima orang, yaitu pekerja dan pasangannya (suami/istri) serta 3 orang anak.

“Artinya, beban buruh terkait penambahan itu hanya sebesar 5.400 rupiah per jiwa per bulan,” tuturnya.

Reporter: Qoid
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

26 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Israel ke Jalur Gaza

Agresi Israel ke Jalur Gaza sejak Selasa (12/11/2019) hingga Rabu (13/11/2019) dilaporkan telah menyebabkan sedikitnya 26 warga Palestina. Sementara korban luka mencapai 85 orang.

Kamis, 14/11/2019 08:11 0

Palestina

Eskalasi Militer di Gaza Dipicu Kematian Dua Komandan Jihad Islam

Kementerian Kesehatan Hamas, yang mengendalikan Jalur Gaza, mengatakan bahwa saat ini sudah tercatat sedikitnya 10 warga Palestina tewas, termasuk komandan Jihad Islam, dan 45 lainnya terluka.

Rabu, 13/11/2019 09:34 0

Amerika

Pentagon: Ribuan Tahanan ISIS di Penjara Kurdi Bisa Jadi Bom Waktu

"Ini bukan situasi yang sangat aman. Ini bisa menjadi bom waktu jika menampung 10.000 tahanan, yang kebanyakan warga negara asing,” kata juru bicara Pentagon kepada wartawan dalam konferensi pers melalui sambungan telepon, seperti dilansir Reuters pada Selasa (12/11/2019)

Rabu, 13/11/2019 08:16 0

Afghanistan

Kabul Barter Dua Warga Asing dengan Tiga Pemimpin Senior Taliban

Dua profesor itu berasal dari AS dan Australia. Mereka diculik pada 2016 silam.

Rabu, 13/11/2019 07:21 0

Artikel

Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Kemunculan isu Islam fundamental dan radikal, bahkan digaungkan oleh pejabat negara, menunjukkan bahwa yang memunculkannya tidak memahami doktrin dan peradaban Islam. Konfirmasi lebih tegas mengenai hal itu telah nampak dalam sebuah khuthbah dengan kualitas bacaan Al-Qur'an yang menunjukkan kegagalan pendidikan kita, terutama pendidikan agama. Karena itu, perlu dilakukan pelurusan terhadap pemikiran bengkok akibat pemahaman yang sangat dangkal tersebut.

Selasa, 12/11/2019 19:15 0

Analisis

Menag Fachrul Razi, Jerami Terakhir di Punggung Jokowi?

Dari sekian banyak tukangnya, Jokowi seperti mengandalkan tukang kayu yang pandai memainkan palu. Tengoklah misalnya, Menteri Agama Fachrul Razi.

Selasa, 12/11/2019 17:20 0

Amerika

Hanya di Amerika, Babi Dijadikan Hewan Penghibur di Bandara

Babi bernama Juliana yang berusia lima tahun dan pemiliknya, Tatyana Danilova, menjadi bagian dalam program "Wag Brigade" di Bandara Internasional San Francisco, Amerika Serikat

Selasa, 12/11/2019 14:14 0

Arab Saudi

Saudi Pertimbangkan Larangan Menikah di Bawah Umur 

SHRC juga memperingatkan bahwa mencegah anak perempuan yang berusia di atas 18 tahun untuk menikah adalah kejahatan yang membuat mereka harus dimintai pertanggungjawaban.

Selasa, 12/11/2019 13:28 0

Qatar

Hampir Tiga Tahun Diboikot Saudi CS, Begini Kondisi Qatar

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, menjelaskan kondisi negaranya usai diboikot Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir sejak pertengahan 2017.

Selasa, 12/11/2019 11:24 0

Afrika

Balas Kekalahan, Militer Mali Gelar Kampanye Targetkan Jihadis

Pemerintah Mali, Senin (11/11/2019), meluncurkan kampanye militer besar-besaran terhadap kelompok-kelompok jihadis di Mali tengah.

Selasa, 12/11/2019 10:48 0

Close