Menag Prioritaskan Penguatan SDM dari Aspek Keagamaan

KIBLAT.NET, Bogor – Menteri Agama Fachrul Razi menjabarkan Program Prioritas Pembangunan Nasional dari aspek pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dari sisi keagamaan.

Menurutnya, visi-misi Presiden dalam hal pembangunan SDM telah dijabarkan dalam delapan poin penting yang didukung dengan program-program yang telah dijabarkan.

“Peningkatan kualitas kesalehan umat beragama, penguatan moderasi dan kerukunan umat beragama, penyediaan layanan keagamaan yang adil dan merata, peningkatan pemberdayaan kelembagaan sumber daya ekonomi umat,” ujar Fachrul Razi dalam Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forkopimda di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Selanjutnya, Kemenag akan melakukan perluasan akses pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama dan keagamaan. Lalu peningkatan kualitas pengelolaan dan mutu pendidikan umum berciri khas agama, pendidikan agama dan keagamaan.

“Penguatan produktivitas dan daya saing pendidikan keagamaan serta peningkatan kualitas tata kelola yang efektif dan akuntabel,” papar Fachrul Razi.

Dalam kesempatan tersebut ia juga melihat adanya korelasi antara era industri 4.0, disrupsi, dan hubungan keagamaan SDM.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan pemanfaatan media sosial membuat pengalaman keagamaan SDM semakin kompleks dan perlu mendapatkan perhatian.

“Disrupsi ini dengan teknologi yang semakin cepat, semakin banyak masyarakat yang mengakses media sosial, bahwa hampir dari setengah total masyarakat Indonesia menggunakan medsos untuk berinteraksi dengan masyarakat dan mencari informasi termasuk terkait dengan agama. Masyarakat sering kali lebih fokus terhadap personal dan kritis terkait agama,” jelasnya.

BACA JUGA  HRS Pulang, Sekjen FPI: Antusias Umat Sangat Besar

Oleh karena itu, melalui Kementerian Agama, ia terus mendorong terselenggaranya literasi digital keagamaan. Pasalnya, masyarakat tak hanya lebih tertarik mempelajari agama dari cara konvensional seperti tatap muka secara langsung, tetapi memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan berbagai platform.

“Kami mendorong terus adanya literasi digital keagamaan, karena kecenderungan kita selain belajar dari tokoh agama seperti ustadz, juga belajar melalui internet, ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Kementerian Agama dalam hal ini juga terus mengembangkan komunikasi, terutama generasi milenial agar terhindar dari radikalisme dengan membuat konten yang mudah dipahami milenial.

Kementerian Agama juga mengoptimalkan perannya agar konten terkait agama dan keagamaan mudah diakses oleh kalangan sebagai salah satu dorongan untuk meningkatkan kualitas SDM dari sisi keagamanan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat