... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Mahfud MD Sebut Ego Sektoral Lembaga Penegak Hukum Hambat Investasi

Foto: Menko Polhukam Mahfud MD.

KIBLAT.NET, Bogor – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD mengungkapkan setidaknya ada dua masalah yang menghambat investasi di Indonesia.

“Ada dua hal yang menghambat investasi dan keseluruhan jalannya pemerintahan. Pertama, substansi aturan-aturan hukum. Kedua, masalah-masalah lembaga penegak hukum,” ujar Mahfud dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Forkopimda Tahun 2019 di Bogor, pada Rabu (13/11/2019).

Menurut Mahfud, setidaknya ada tiga hal pada tataran ilmu untuk memperbaiki hukum. Yaitu substansi hukum, aparat penegak hukum, dan budaya hukum masyarakat.

Dalam masa bakti di tahun pertamanya ini, Menkopolhukam mengaku akan berfokus pada substansi hukum terlebih dahulu.

“Bagaimana substansinya, kenapa itu buruk, sering menghambat masalah investasi,” ujarnya.

Mahfud mengungkapkan, masalah lambatnya kejelasan hukum ini diantaranya karena banyak hukum-hukum yang bertentangan satu sama lain.

Ia mencontohkan, untuk mengurus suatu perizinan misalnya harus mengurus ke Dirjen Pajak, Bea cukai, dan lainnya. Karena selama ini, dalam menyelesaikan masalah hukum secara satu persatu.

“Sehingga setelah diskusi, bagaimana kita bikin omnibus law, itu menyelesaikan masalah hukum yang berbeda-beda dalam satu paket penyelesaian. Tidak satu-satu karena jika satu-satu ego sektoralnya muncul,” paparnya.

Dalam omnibus law ini, akan menarik beberapa pasal dari undang-undang berbeda yang saling bersangkutan untuk sebuah masalah perizinan, untuk kemudian diberikan rumah Undang-undang yang baru. Sementara Undang-undang yang sudah ada tetap berlaku.

BACA JUGA  Peserta Reuni 212 Ini Keluhkan Ghirah Persatuan Menurun

“Maksudnya omnibus law, artinya mengatur beberapa jenis aturan yang selama ini berbeda-beda tapi jadi satu pintu tetapi UU aslinya masih terus berlaku,” ungkapnya.

Mahfud menjelaskan, pada tahap pertama, dirinya akan ke DPR untuk mengajukan perubahan Undang-undang No 12 tahun 2011 yang mengatur proses perubahan perundang-undangan.

“Perundang-undangan kita belum ada yg mengatur secara cepat, harus satu-satu, dengan urgensi yang berbeda-beda,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Eskalasi Militer di Gaza Dipicu Kematian Dua Komandan Jihad Islam

Kementerian Kesehatan Hamas, yang mengendalikan Jalur Gaza, mengatakan bahwa saat ini sudah tercatat sedikitnya 10 warga Palestina tewas, termasuk komandan Jihad Islam, dan 45 lainnya terluka.

Rabu, 13/11/2019 09:34 0

Amerika

Pentagon: Ribuan Tahanan ISIS di Penjara Kurdi Bisa Jadi Bom Waktu

"Ini bukan situasi yang sangat aman. Ini bisa menjadi bom waktu jika menampung 10.000 tahanan, yang kebanyakan warga negara asing,” kata juru bicara Pentagon kepada wartawan dalam konferensi pers melalui sambungan telepon, seperti dilansir Reuters pada Selasa (12/11/2019)

Rabu, 13/11/2019 08:16 0

Afghanistan

Kabul Barter Dua Warga Asing dengan Tiga Pemimpin Senior Taliban

Dua profesor itu berasal dari AS dan Australia. Mereka diculik pada 2016 silam.

Rabu, 13/11/2019 07:21 0

Artikel

Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Kemunculan isu Islam fundamental dan radikal, bahkan digaungkan oleh pejabat negara, menunjukkan bahwa yang memunculkannya tidak memahami doktrin dan peradaban Islam. Konfirmasi lebih tegas mengenai hal itu telah nampak dalam sebuah khuthbah dengan kualitas bacaan Al-Qur'an yang menunjukkan kegagalan pendidikan kita, terutama pendidikan agama. Karena itu, perlu dilakukan pelurusan terhadap pemikiran bengkok akibat pemahaman yang sangat dangkal tersebut.

Selasa, 12/11/2019 19:15 0

Analisis

Menag Fachrul Razi, Jerami Terakhir di Punggung Jokowi?

Dari sekian banyak tukangnya, Jokowi seperti mengandalkan tukang kayu yang pandai memainkan palu. Tengoklah misalnya, Menteri Agama Fachrul Razi.

Selasa, 12/11/2019 17:20 0

Amerika

Hanya di Amerika, Babi Dijadikan Hewan Penghibur di Bandara

Babi bernama Juliana yang berusia lima tahun dan pemiliknya, Tatyana Danilova, menjadi bagian dalam program "Wag Brigade" di Bandara Internasional San Francisco, Amerika Serikat

Selasa, 12/11/2019 14:14 0

Arab Saudi

Saudi Pertimbangkan Larangan Menikah di Bawah Umur 

SHRC juga memperingatkan bahwa mencegah anak perempuan yang berusia di atas 18 tahun untuk menikah adalah kejahatan yang membuat mereka harus dimintai pertanggungjawaban.

Selasa, 12/11/2019 13:28 0

Qatar

Hampir Tiga Tahun Diboikot Saudi CS, Begini Kondisi Qatar

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, menjelaskan kondisi negaranya usai diboikot Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir sejak pertengahan 2017.

Selasa, 12/11/2019 11:24 0

Afrika

Balas Kekalahan, Militer Mali Gelar Kampanye Targetkan Jihadis

Pemerintah Mali, Senin (11/11/2019), meluncurkan kampanye militer besar-besaran terhadap kelompok-kelompok jihadis di Mali tengah.

Selasa, 12/11/2019 10:48 0

Arab Saudi

Pria Serang Pentas Teater di Riyadh, Tiga Pemain Terluka

Terlihat sejumlah orang menghalau pria tersebut sementara para pemain tater berhamburan melarikan diri.

Selasa, 12/11/2019 08:56 0

Close