... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Eskalasi Militer di Gaza Dipicu Kematian Dua Komandan Jihad Islam

Foto: Roket pejuang Palestina yang ditembakkan ke wilayah Israel [foto: Arabi21.com]

KIBLAT.NET, Gaza – Ekskalasi militer kembali meningkat di Jalur Gaza pada Selasa (12/11/2019). Eksekusi dua komandan tinggi Gerakan Jihad Islam di dalam dan luar Gaza oleh Israel menjadi penyebab meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

Kementerian Kesehatan Hamas, yang mengendalikan Jalur Gaza, mengatakan bahwa saat ini sudah tercatat sedikitnya 10 warga Palestina tewas, termasuk komandan Jihad Islam, dan 45 lainnya terluka.

AFP mengatakan, eskalasi ini terjadi setelah tewasnya komandan militer Jihad Islam Abu Al-Atta (41) dan istrinya Asmaa Abu Al-Atta(39) di daerah Shijaia di Gaza City timur. Keduanya tewas dalam operasi khusus penjajah Israel.

Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel mengumumkan bahwa operasi gabungan antara tentara dan dinas intelijen Israel (Shin Bet) menargetkan “sebuah bangunan di Jalur Gaza di mana pemimpin senior gerakan Jihad Islam Palestina Baha Abu Al-Atta tinggal.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa Abu Al-Atta “bertanggung jawab atas beberapa operasi “teroris”, dan peluncuran roket ke Negara Israel dalam beberapa bulan terakhir, dan sedang mempersiapkan serangan lainnya”.

Beberapa saat kemudian, media pemerintah Suriah melaporkan bahwa serangan udara Israel menargetkan rumah pemimpin senior Jihad Islam lainnya di daerah Mezze, Damaskus. Media rezim Assad mengatakan, putra pemilik rumah dan seorang lainnya tewas dalam serangan itu. Sementara Israel belum mengomentari serangan itu.

Gerakan Jihad Islam mengonfirmasi bahwa salah satu pemimpinnya Akram Al-Ajouri di antara korban itu. Mereka mengatakan bahwa “musuh bertanggung jawab penuh” atas kematiannya.

BACA JUGA  Kasus Infeksi Menurun, Palestina Mulai Buka Masjid dan Pasar

Media Suriah menjelaskan, serangan itu terjadi pada Selasa pukul 04.14 waktu setempat. Jet-jet Israel melepaskan tiga roket, dua di antaranya mengenai rumah Akram Al-Ajouri.

Akibatnya, dua orang terbunuh, salah satunya adalah putra Akram al-Ajouri, Muath, dan sepuluh orang terluka.

Serangan Roket dari Jalur Gaza

Setelah serangan itu, banyak roket ditembakkan dari Jalur Gaza menuju Israel. Sirene tanda bahaya di wilayah Israel bersahutan. Pusat medis Israel mengatakan bahwa sedikitnya 46 warga Israel.

Sekolah-sekolah di Jalur Gaza maupun di bagian Israel, termasuk di Tel Aviv, ditutup pada Selasa.

Tentara meminta karyawan di Tel Aviv dan Israel tengah serta di perbatasan untuk tetap tinggal di rumah. Tentara juga melarang perkumpulan orang di tempat-tempat publik.

Jihad Islam mengancam akan melakukan serangan besar-besaran ke Israel untuk membalas kematian pemimpin mereka. Saat ini sedang digelar rapat-rapat untuk menentukan cara balas dendam.

“Netanyahu akan membayar harganya,” kata Khaled al-Batsh,anggota biro politik Jihad Islam.

“Pertempuran kami dengan pendudukan akan tetap terbuka untuk semua kemungkinan dan kami tidak akan membiarkan pendudukan mengubah aturan keterlibatan,” lanjutnya.

Jihad Islam Palestina merupakan kelompok bersenjata terbesar kedua di Gaza. Kelompok ini memiliki sayap militer bernama Brigade Al-Quds. Faksi perlawanan Palestina ini disokong dana oleh Iran dan Syiah Hizbullah Lebanon, dan juga Suriah. Banyak pemimpin senior mereka tinggal di Damaskus.

BACA JUGA  Masjid Al-Aqsha Dibuka Kembali, Jamaah Gemakan Takbir

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dirjen Imigrasi: Pemerintah Tidak Berwenang Cegah HRS Kembali ke Tanah Air

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM merespon klaim Habib Rizieq Shihab yang menyatakan dirinya dicekal oleh Pemerintah Saudi atas permintaan Indonesia sehingga tidak bisa meninggalkan Kerajaan Arab Saudi.

Rabu, 13/11/2019 06:26 0

Indonesia

Wasekjen MUI: Salam Semua Agama Tidak Boleh Dalam Islam

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Ustadz Zaitun Rasmin menyebut pengucapan salam semua agama tidak boleh dilakukan oleh orang Islam. Ia pun mengungkapkan, MUI Pusat akan mendukung MUI Jawa Timur yang melarang umat Islam melakukan salam semua agama.

Selasa, 12/11/2019 21:13 0

Artikel

Isu Radikalisme Ibarat Menggaruk yang Tak Gatal

Kemunculan isu Islam fundamental dan radikal, bahkan digaungkan oleh pejabat negara, menunjukkan bahwa yang memunculkannya tidak memahami doktrin dan peradaban Islam. Konfirmasi lebih tegas mengenai hal itu telah nampak dalam sebuah khuthbah dengan kualitas bacaan Al-Qur'an yang menunjukkan kegagalan pendidikan kita, terutama pendidikan agama. Karena itu, perlu dilakukan pelurusan terhadap pemikiran bengkok akibat pemahaman yang sangat dangkal tersebut.

Selasa, 12/11/2019 19:15 0

Indonesia

ASN Like atau Share Konten Radikal Bisa Dilaporkan ke Kemenkominfo

Kementerian Komunikasi dan Informatika meluncurkan portal aduan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terpapar radikalisme. Melalui aduanasn.id setiap konten ASN yang dinilai negatif bisa dilaporkan.

Selasa, 12/11/2019 18:00 0

Analisis

Menag Fachrul Razi, Jerami Terakhir di Punggung Jokowi?

Dari sekian banyak tukangnya, Jokowi seperti mengandalkan tukang kayu yang pandai memainkan palu. Tengoklah misalnya, Menteri Agama Fachrul Razi.

Selasa, 12/11/2019 17:20 0

Indonesia

Kronologi Pencekalan HRS Menurut Habib Hanif Alatas

Menantu Habib Rizieq Syihab, Habib Hanif Alatas menuturkan kronologi pencekalan yang menimpa mertuanya.

Selasa, 12/11/2019 14:51 0

Indonesia

Kemendagri Larang Pegawai Gunakan Cadar

Direktur Kewaspadaan nasional Kemendagri, Akbar Ali menyebut setiap kementrian lembaga sudah memiliki peraturan terkait pakaian dinas.

Selasa, 12/11/2019 14:04 0

Indonesia

Munarman: Banyak Pihak Plesetkan Kasus Hukum Habib Rizieq

Juru Bicara Front Pembela Islam, Munarman menegaskan bahwa tidak ada lagi kasus yang menyeret nama Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab sebagai tersangka.

Selasa, 12/11/2019 12:56 0

Indonesia

Jadi Mitra BNPT, Kemendagri Pantau Kelompok Radikal

saat ini tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kemendagri di 514 kabupaten kota dan 34 provinsi juga ditugaskan untuk memantau kelompok radikal dan teroris.

Selasa, 12/11/2019 12:33 0

Indonesia

HRS Center: Pemerintah Indonesia Harus Klarifikasi ke Saudi Jika Tak Cekal Habib Rizieq

Apabila memang menyatakan tidak melakukan penzhaliman terhadap IB HRS maka sudah sepatutnya memberikan atau mengirimkan surat clearance kepada otoritas Kerajaan Saudi Arabia

Selasa, 12/11/2019 12:07 0

Close