Eskalasi Militer di Gaza Dipicu Kematian Dua Komandan Jihad Islam

KIBLAT.NET, Gaza – Ekskalasi militer kembali meningkat di Jalur Gaza pada Selasa (12/11/2019). Eksekusi dua komandan tinggi Gerakan Jihad Islam di dalam dan luar Gaza oleh Israel menjadi penyebab meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.

Kementerian Kesehatan Hamas, yang mengendalikan Jalur Gaza, mengatakan bahwa saat ini sudah tercatat sedikitnya 10 warga Palestina tewas, termasuk komandan Jihad Islam, dan 45 lainnya terluka.

AFP mengatakan, eskalasi ini terjadi setelah tewasnya komandan militer Jihad Islam Abu Al-Atta (41) dan istrinya Asmaa Abu Al-Atta(39) di daerah Shijaia di Gaza City timur. Keduanya tewas dalam operasi khusus penjajah Israel.

Dalam sebuah pernyataan, tentara Israel mengumumkan bahwa operasi gabungan antara tentara dan dinas intelijen Israel (Shin Bet) menargetkan “sebuah bangunan di Jalur Gaza di mana pemimpin senior gerakan Jihad Islam Palestina Baha Abu Al-Atta tinggal.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa Abu Al-Atta “bertanggung jawab atas beberapa operasi “teroris”, dan peluncuran roket ke Negara Israel dalam beberapa bulan terakhir, dan sedang mempersiapkan serangan lainnya”.

Beberapa saat kemudian, media pemerintah Suriah melaporkan bahwa serangan udara Israel menargetkan rumah pemimpin senior Jihad Islam lainnya di daerah Mezze, Damaskus. Media rezim Assad mengatakan, putra pemilik rumah dan seorang lainnya tewas dalam serangan itu. Sementara Israel belum mengomentari serangan itu.

Gerakan Jihad Islam mengonfirmasi bahwa salah satu pemimpinnya Akram Al-Ajouri di antara korban itu. Mereka mengatakan bahwa “musuh bertanggung jawab penuh” atas kematiannya.

BACA JUGA  Jelang Pemilu Palestina, Abbas Hadapi Kisruh Internal Partai

Media Suriah menjelaskan, serangan itu terjadi pada Selasa pukul 04.14 waktu setempat. Jet-jet Israel melepaskan tiga roket, dua di antaranya mengenai rumah Akram Al-Ajouri.

Akibatnya, dua orang terbunuh, salah satunya adalah putra Akram al-Ajouri, Muath, dan sepuluh orang terluka.

Serangan Roket dari Jalur Gaza

Setelah serangan itu, banyak roket ditembakkan dari Jalur Gaza menuju Israel. Sirene tanda bahaya di wilayah Israel bersahutan. Pusat medis Israel mengatakan bahwa sedikitnya 46 warga Israel.

Sekolah-sekolah di Jalur Gaza maupun di bagian Israel, termasuk di Tel Aviv, ditutup pada Selasa.

Tentara meminta karyawan di Tel Aviv dan Israel tengah serta di perbatasan untuk tetap tinggal di rumah. Tentara juga melarang perkumpulan orang di tempat-tempat publik.

Jihad Islam mengancam akan melakukan serangan besar-besaran ke Israel untuk membalas kematian pemimpin mereka. Saat ini sedang digelar rapat-rapat untuk menentukan cara balas dendam.

“Netanyahu akan membayar harganya,” kata Khaled al-Batsh,anggota biro politik Jihad Islam.

“Pertempuran kami dengan pendudukan akan tetap terbuka untuk semua kemungkinan dan kami tidak akan membiarkan pendudukan mengubah aturan keterlibatan,” lanjutnya.

Jihad Islam Palestina merupakan kelompok bersenjata terbesar kedua di Gaza. Kelompok ini memiliki sayap militer bernama Brigade Al-Quds. Faksi perlawanan Palestina ini disokong dana oleh Iran dan Syiah Hizbullah Lebanon, dan juga Suriah. Banyak pemimpin senior mereka tinggal di Damaskus.

BACA JUGA  Jelang Pemilu Palestina, Abbas Hadapi Kisruh Internal Partai

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat