... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Saudi Pertimbangkan Larangan Menikah di Bawah Umur 

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET, Riyadh – Komisi Hak Asasi Manusia Saudi (SHRC), lembaga hak asasi manusia resmi Kerajaan, telah merekomendasikan segera dikeluarkannya undang-undang untuk melarang pernikahan di bawah usia 18 tahun.

SHRC juga memperingatkan bahwa mencegah anak perempuan yang berusia di atas 18 tahun untuk menikah adalah kejahatan yang membuat mereka harus dimintai pertanggungjawaban.

Masalah ini telah dibahas dengan sejumlah agensi terkait, dan ada banyak efek negatif dari menikah di bawah usia 18 tahun.

Aktivis hak asasi manusia Dr. Matouq Al-Sharif mengatakan SHRC sedang menyoroti tindakan para wali yang bertentangan dengan konvensi internasional, khususnya Konvensi Hak-Hak Anak, yang diratifikasi oleh Kerajaan melalui Komisi.

“Berdasarkan Prinsip Paris, yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1993, SHRC diberikan hak untuk memberikan pendapat, rekomendasi, proposal dan laporan kepada pemerintah (Saudi),” kata Al-Sharif.

Dia menambahkan bahwa SHRC bertanggung jawab untuk memastikan bahwa undang-undang, peraturan, dan praktik nasional selaras dengan konvensi hak asasi manusia internasional yang telah ditandatangani Kerajaan.

“Salah satu tugas lembaga ini adalah menindaklanjuti implementasi perjanjian formal seperti itu, dan memastikan itu efektif,” kata Al-Sharif.

“Dari sudut pandang beberapa orang, Islam memberi wali hak untuk menikahi putrinya. Mereka mengklaim bahwa Nabi Muhammad menikahi Aisyah ketika dia masih berusia 9 atau 11 tahun, menurut beberapa narasi,” kata Al-Sharif.

“Namun, para cendekiawan Muslim senior yang otentik telah menyangkal hal itu dan mengatakan bahwa nabi meminangnya ketika Aisyah di usia itu. Mereka mengatakan bahwa pernikahan itu ketika Aisyah tidak lagi anak-anak.”

Aktivis hak asasi manusia mencatat bahwa pernyataan SHRC adalah pesan kepada otoritas terkait untuk membuat undang-undang yang menolak ide-ide yang bertentangan dengan Islam.

Al-Sharif mengatakan bahwa komisi telah lama berusaha untuk mengubah keyakinan bahwa pernikahan di bawah umur diperbolehkan.

“SHRC bahkan telah campur tangan untuk menghentikan sejumlah pernikahan ke anak di bawah umur di berbagai bagian negara. Selain mengeluarkan studi medis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Studi ini menyoroti risiko kesehatan bagi anak di bawah umur dari pernikahan seperti itu,” katanya.

Menurut Al-Sharif, SHRC menerima surat dari kementerian yang menyatakan bahwa mereka telah melakukan studi tentang masalah ini dan menemukan risiko kesehatan yang serius terkait dengan pernikahan tersebut.

“Kementerian Kesehatan … mencatat sejumlah risiko kesehatan, termasuk osteoporosis … karena kekurangan kalsium, anemia, aborsi, tekanan darah tinggi akut yang dapat menyebabkan gagal ginjal, pelvis dan kelainan bentuk tulang belakang, dan banyak risiko lainnya,” katanya.

Dalam pernyataan yang diposting di akun Twitter-nya, SHRC berdalih bahwa memberlakukan hukum semacam itu akan melindungi anak-anak dan mempertahankan hak-hak mereka.

Pernyataan itu menambahkan bahwa banyak penelitian telah membuktikan bahwa pernikahan di bawah umur memiliki efek fisik dan psikologis yang negatif. Hukum lokal dan internasional menganggap orang di bawah usia 18 tahun sebagai anak-anak.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Munarman: Banyak Pihak Plesetkan Kasus Hukum Habib Rizieq

Juru Bicara Front Pembela Islam, Munarman menegaskan bahwa tidak ada lagi kasus yang menyeret nama Imam Besar FPI, Habib Rizieq Syihab sebagai tersangka.

Selasa, 12/11/2019 12:56 0

Indonesia

Jadi Mitra BNPT, Kemendagri Pantau Kelompok Radikal

saat ini tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kemendagri di 514 kabupaten kota dan 34 provinsi juga ditugaskan untuk memantau kelompok radikal dan teroris.

Selasa, 12/11/2019 12:33 0

Indonesia

HRS Center: Pemerintah Indonesia Harus Klarifikasi ke Saudi Jika Tak Cekal Habib Rizieq

Apabila memang menyatakan tidak melakukan penzhaliman terhadap IB HRS maka sudah sepatutnya memberikan atau mengirimkan surat clearance kepada otoritas Kerajaan Saudi Arabia

Selasa, 12/11/2019 12:07 0

Indonesia

Mahfud MD Pertanyakan Surat Pencekalan HRS, Ini Jawaban FPI

FPI menanggapi pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD yang mempertanyakan soal surat pencekalan yang baru diperlihatkan Habib Rizieq beberapa waktu lalu

Selasa, 12/11/2019 01:09 0

Indonesia

Tak Hanya Khilafah, Beda Pendapat Soal Tahlilan Juga Dihapus dari Buku Agama

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyebut, buku- buku agama yang tidak disahkan oleh Kemenag bisa ditarik perederannya.

Selasa, 12/11/2019 01:00 0

Indonesia

FPI: Habib Rizieq Dicekal Saudi Karena Alasan Keamanan

FPI membantah Habib Rizieq Syihab hingga saat ini masih berada di Kerajaan Saudi Arabia karena tidak berani pulang.

Selasa, 12/11/2019 00:46 0

Indonesia

Antisipasi Radikalisme, 155 Buku Pelajaran Agama Akan Dirombak

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menyebut saat ini kementeriannya tengah menjalankan program perombakan 155 buku-buku pelajaran, mulai tingkat SD sampai tingkat SMA.

Senin, 11/11/2019 19:13 1

Indonesia

Kemenag: Calon ASN Terpapar Radikalisme Pasti Tak Lulus Seleksi

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin menyebut ada mekanisme yang dilakukan panitia penerimaan Aparatur Sipil Negara agar tidak ada orang yang terpapar radikalisme dinyatakan lulus menjadi ASN.

Senin, 11/11/2019 18:47 0

Indonesia

Pelarangan Cadar Berpotensi Melanggar HAM

Wacana Menteri Agama RI Jenderal (purn) TNI Fachrul Razi untuk melarang cadar dan celana cingkrang bagi ASN menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat. Banyak pihak yang menganggap wacana tersebut berpotensi membatasi kebebasan dan melanggar undang-undang.

Senin, 11/11/2019 18:14 0

Indonesia

Ubah Indonesia Jadi Lebih Baik, K.H. Ma’ruf Amin Ingin Teladani Perjuangan Rasulullah

Menurut Wapres, Rasulullah merupakan tokoh perubahan yang luar biasa.

Senin, 11/11/2019 17:13 0

Close