Kronologi Pencekalan HRS Menurut Habib Hanif Alatas

KIBLAT.NET, Jakarta – Menantu Habib Rizieq Syihab, Habib Hanif Alatas menuturkan kronologi pencekalan yang menimpa mertuanya. Ia mengatakan, penyebab mertuanya hingga kini belum kembali ke Indonesia adalah akibat adanya pecekalan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Senin sore, Habib Hanif menuturkan bahwa izin tinggal Habib Rizieq di Saudi hanya sampai 7 Dzulqo’dah 1439 H atau bertepatan dengan 20 Juli 2018 M.

Ia menegaskan bahwa persoalan yang dialami Habib Rizieq bukanlah overstay, namun dicekal. Habib Hanif menuturkan, sebelum visa Habib Rizieq habis, imam besar FPI itu sudah berusaha meninggalkan Arab Saudi sebanyak 3 kali namun selalu gagal.

Usaha keluar Saudi pertama berlangsung pada 8 Juli 2018, namun gagal karena dicekal imigrasi. Yang kedua pada 12 Juli 2018, dan yang terakhir sehari sebelum visanya habis, yaitu pada 19 Juli. Habib Hanif pun menunjukkan bukti berupa gambar tiket yang telah dipesan saat itu.

“Sehari sebelum izin tinggal beliau habis. Beliau masih mencoba untuk keluar, supaya tidak overstay. Tapi ternyata lagi-lagi gagal karena dicekal,”tutur Habib Hanif.

Padahal sebelumnya, menurut Habib Hanif, mertuanya bisa bebas bepergian ke negeri lain seperti ke Turki dan Maroko. Namun usai Kepolisian mengeluarkan SP3 atas kasus chat mesum yang menimpa Habib Rizieq, Imam Besar FPI itu berusaha keluar Saudi sebelum visa nya habis, namun dicekal di imigrasi.

BACA JUGA  Habib Rizieq: Muslim Wajib Berpegang Pada Hukum Allah

Dalam kesempatan itu, Habib Hanif juga memberikan bukti pencekalan berupa gambar hasil scan surat dengan kop Badan Imigrasi Kerajaan Saudi Arabia. Dalam surat itu disebutkan adanya perintah dari badan Intelijen Kerajaan untuk mencekal Habib Rizieq dengan alasan keamanan.

“Yang ini perintahnya man’ul khuruj, larangan keluar/dicekal. Larangan keluar dari Saudi Arabia. Disitu dijelaskan sebab pencekalan apa? Mungkin saja bisa overstay, atau mungkin ada pelanggaran hukum, atau ada pelanggaran administrasi, atau ada pidana, perdata. Mungkin kan seperti itu, tapi nggak dijelaskan disini. Ternyata sebab pencekalannya karena faktor keamanan,”ungkap Habib Hanif.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat