... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jadi Mitra BNPT, Kemendagri Pantau Kelompok Radikal

Foto: Radikalisme (Ilustrasi)

KIBLAT.NET, Jakarta – Kementrian Dalam Negeri merupakan bagian dari tim penanggulangan terorisme yang dinaungi oleh BNPT. Karenanya, saat ini tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kemendagri di 514 kabupaten kota dan 34 provinsi juga ditugaskan untuk memantau kelompok radikal dan teroris. Hal itu diungkapkan Direktur Kewaspadaan nasional Kemendagri, Akbar Ali

“Kita mendorong untuk membentuk forum-forum daerah ada forum kerukunan umat beragama, forum kewaspadaan dini, bahkan ada forum koordinasi penanggulangan terorisme,” ujar Akbar dalam diskusi publik “Mengedepankan Strategi Deradikalisasi” di Gedung Kominfo, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).
.
Selain itu, Kemendagri juga telah menyusun rencana aksi untuk mendukung program penanganan radikalisme. Kebijakan yang telah dilakukan, di antaranya adalah mendorong Pemerintah Daerah untuk membuat regulasi melalui Peraturan Daerah dan Surat Edaran kepada seluruh ASN di daerah sampai desa untuk melawan dan mengantisipasi radikalisme.

“Kita minta dari Pemda political will untuk menggunakan forum-forum ini sebagai upaya mencegah aksi radikalisme yang dilakukan baik perorangan maupun kelompok,” ujarnya.

Kemendagri juga meminta Pemda untuk memantau keberadaan kelompok-kelompok dengan paham tertentu yang membawa identitas agama, politik, dan lainnya yang berpotensi melakukan aksi radikalisme dan terorisme.

“Ini kita harus monitor, karena kita fahami banyak WNI yang baru pulang dari Suriah, tergabung dengan ISIS kembali ke Indonesia,” jelasnya.

Amin menyebut, para WNI yang baru pulang dari Suriah itu harus dipetakan dan dimonitor keberadaannya serta dipantau apa saja aktivitasnya.

BACA JUGA  Politisi PKS: Penghapusan Materi Jihad dan Khilafah Tidak Mengurangi Radikalisme

Kemendagri pun telah meminta Pemda untuk membina para Narapidana Teroris, maupun mantan Napiter. Perintah ini juga diberikan kepada jajaran di Pemda, serta lembaga masyarakat, ormas, bahkan lembaga profesi.

“Kita juga mendorong lembaga masyarakat dan ormas lainnya atau lembaga profesi untuk ikut terlibat bergabung dalam rangka menangkal kelompok radikal ini,” tukasnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Qatar

Hampir Tiga Tahun Diboikot Saudi CS, Begini Kondisi Qatar

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, menjelaskan kondisi negaranya usai diboikot Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir sejak pertengahan 2017.

Selasa, 12/11/2019 11:24 0

Afrika

Balas Kekalahan, Militer Mali Gelar Kampanye Targetkan Jihadis

Pemerintah Mali, Senin (11/11/2019), meluncurkan kampanye militer besar-besaran terhadap kelompok-kelompok jihadis di Mali tengah.

Selasa, 12/11/2019 10:48 0

Arab Saudi

Pria Serang Pentas Teater di Riyadh, Tiga Pemain Terluka

Terlihat sejumlah orang menghalau pria tersebut sementara para pemain tater berhamburan melarikan diri.

Selasa, 12/11/2019 08:56 0

Eropa

Gambia Gugat Myanmar ke Pengadilan Internasional Atas Genosida Rohingya

"Kami baru saja mengajukan permohonan kami ke Pengadilan Internasional di bawah Konvensi Genosida," kata Menteri Kehakiman, Abu Bakar Tambadu, dalam konferensi pers di Den Haag, markas ICJ.

Selasa, 12/11/2019 07:30 0

Mesir

Pengadilan Mesir Bebaskan Mantan Menteri Kehakiman Era Mursi

Pengadilan Mesir memutus bebas mantan Menteri Kehakiman Mesir, Ahmed Suleiman pada Minggu kemarin (10/11/2019). Suleiman merupakan Menteri Kehakiman yang menjabat di era pemerintahan Muhammad Mursi.

Senin, 11/11/2019 15:40 0

News

Teknik Bertahan Laba-laba dan Semut di Air Mengilhami Pembuatan Kapal

Semut api merah dan coklat dapat bertahan selama berminggu-minggu mengambang sampai mereka berlabuh di tanah yang kering dan melanjutkan kehidupan mereka.

Senin, 11/11/2019 11:26 0

Amerika

AS Masih Sisakan 500-600 Pasukan di Suriah

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Milley, Ahad (10/11/2019), mengatakan sekitar 500 atau 600 tentara AS akan tetap di Suriah untuk melawan militan ISIS.

Senin, 11/11/2019 11:05 0

Afghanistan

Jalan Buntu Pemilu Afghanistan: Golput Tertinggi, Indikasi Kecurangan Mengemuka

Langkah ini menambah indikasi ketidakpastian baru pada pemilihan umum 28 September, yang telah mengalami jumlah pemilih yang rendah dan perseteruan antara Abdullah dan Ghani.

Senin, 11/11/2019 10:40 0

Suriah

Pasca Kematian Baghdadi, Begini Peta Keberadaan ISIS

Sejak tewasnya Baghdadi, ISIS melakukan sekitar 100 serangan. Namun tidak ada yang menggunakan bom bunuh diri.

Senin, 11/11/2019 09:06 0

Irak

Bom Lukai Lima Pasukan Khusus Italia di Irak, Satu Kehilangan Kaki

Bom itu terjadi tiga hari sebelum peringatan 16 tahun serangan bunuh diri di kota Nassiriya, Irak selatan yang menewaskan 18 tentara Italia, satu warga sipil Italia, dan sembilan warga sipil Irak.

Senin, 11/11/2019 06:47 0

Close