... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

HRS Center: Pemerintah Indonesia Harus Klarifikasi ke Saudi Jika Tak Cekal Habib Rizieq

Foto: Ketua Umum HRS Center, Abdul Chair Ramadhan

KIBLAT.NET, Jakarta – Direktur HRS Center, Abdul Chair Ramadhan mengatakan bahwa apabila pihak berwenang di Indonesia benar mengklaim tidak terlibat dalam pencekalan HRS di Saudi, maka sudah sepatutnya memberikan klarifikasi kepada pihak Kerajaan Saudi Arabia.

“Apabila memang menyatakan tidak melakukan penzhaliman terhadap IB HRS maka sudah sepatutnya memberikan atau mengirimkan surat clearance kepada otoritas Kerajaan Saudi Arabia, bahwa IB HRS tidak perlu dicegah lagi untuk meninggalkan wilayah Kerajaan Saudi Arabia,”kata AbdulChair dalam konferensi pers yang digelar di Petamburan, Jakarta Pusat pada Senin (11/11/2019).

Lebih lanjut Chair menyampaikan bahwa salah satu kewajiban dari dibentuknya NKRI sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 adalah memberikan perlindungan terhadap segenap warga negara Indonesia.

Sehingga apabila benar pihak Indonesia terlibat dalam pencekalan HRS, menurutnya pihak tersebut telah melanggar Hak Asasi Manusia dan Konstitusi UUD 1945. Ia pun kemudian mengutip beberapa pasal, diantaranya Pasal 28I ayat 4 UUD 1945.

“Pasal tersebut berbunyi, perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan Hak Asasi Manusia adalah tanggung jawab Negara, terutama Pemerintah,” jelasnya.

Kemudian dalam Pasal 28D ayat 1 ditegaskan bahwa setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dimuka hukum

“Dan dalam Pasal 28E ayat 1 ditekankan, setiap orang berhak memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah Negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali,” ulasnya.

BACA JUGA  Menyambut Sunrise Ala Peserta Reuni 212

Abdul Chair menegaskan, bahwa semua tindakan politik dan hukum yang bertentangan dengan norma konstitusi yang telah disebutkan adalah merupakan pelanggaran terhadap konstitusi NKRI.

“Kami menuntut hak-hak dasar IB HRS selaku warga Negara Republik Indonesia tidak diganggu atas dasar perintah konstitusi ” tegasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Qatar

Hampir Tiga Tahun Diboikot Saudi CS, Begini Kondisi Qatar

Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, menjelaskan kondisi negaranya usai diboikot Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir sejak pertengahan 2017.

Selasa, 12/11/2019 11:24 0

Afrika

Balas Kekalahan, Militer Mali Gelar Kampanye Targetkan Jihadis

Pemerintah Mali, Senin (11/11/2019), meluncurkan kampanye militer besar-besaran terhadap kelompok-kelompok jihadis di Mali tengah.

Selasa, 12/11/2019 10:48 0

Arab Saudi

Pria Serang Pentas Teater di Riyadh, Tiga Pemain Terluka

Terlihat sejumlah orang menghalau pria tersebut sementara para pemain tater berhamburan melarikan diri.

Selasa, 12/11/2019 08:56 0

Eropa

Gambia Gugat Myanmar ke Pengadilan Internasional Atas Genosida Rohingya

"Kami baru saja mengajukan permohonan kami ke Pengadilan Internasional di bawah Konvensi Genosida," kata Menteri Kehakiman, Abu Bakar Tambadu, dalam konferensi pers di Den Haag, markas ICJ.

Selasa, 12/11/2019 07:30 0

Mesir

Pengadilan Mesir Bebaskan Mantan Menteri Kehakiman Era Mursi

Pengadilan Mesir memutus bebas mantan Menteri Kehakiman Mesir, Ahmed Suleiman pada Minggu kemarin (10/11/2019). Suleiman merupakan Menteri Kehakiman yang menjabat di era pemerintahan Muhammad Mursi.

Senin, 11/11/2019 15:40 0

News

Teknik Bertahan Laba-laba dan Semut di Air Mengilhami Pembuatan Kapal

Semut api merah dan coklat dapat bertahan selama berminggu-minggu mengambang sampai mereka berlabuh di tanah yang kering dan melanjutkan kehidupan mereka.

Senin, 11/11/2019 11:26 0

Amerika

AS Masih Sisakan 500-600 Pasukan di Suriah

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Milley, Ahad (10/11/2019), mengatakan sekitar 500 atau 600 tentara AS akan tetap di Suriah untuk melawan militan ISIS.

Senin, 11/11/2019 11:05 0

Afghanistan

Jalan Buntu Pemilu Afghanistan: Golput Tertinggi, Indikasi Kecurangan Mengemuka

Langkah ini menambah indikasi ketidakpastian baru pada pemilihan umum 28 September, yang telah mengalami jumlah pemilih yang rendah dan perseteruan antara Abdullah dan Ghani.

Senin, 11/11/2019 10:40 0

Suriah

Pasca Kematian Baghdadi, Begini Peta Keberadaan ISIS

Sejak tewasnya Baghdadi, ISIS melakukan sekitar 100 serangan. Namun tidak ada yang menggunakan bom bunuh diri.

Senin, 11/11/2019 09:06 0

Irak

Bom Lukai Lima Pasukan Khusus Italia di Irak, Satu Kehilangan Kaki

Bom itu terjadi tiga hari sebelum peringatan 16 tahun serangan bunuh diri di kota Nassiriya, Irak selatan yang menewaskan 18 tentara Italia, satu warga sipil Italia, dan sembilan warga sipil Irak.

Senin, 11/11/2019 06:47 0

Close