... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Hampir Tiga Tahun Diboikot Saudi CS, Begini Kondisi Qatar

Foto: Emir Qatar Syaikh Tamim (foto: dohanews)

KIBLAT.NET, Doha – Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, menjelaskan kondisi negaranya usai diboikot Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir sejak pertengahan 2017. Dia menyebut upaya itu sebagai “pemboikotan yang tidak adil.”

Dalam pidatonya di hadapan Dewan Syura Qatar, Selasa (12/11/2019), Sheikh Tamim mengatakan bahwa pemboikotan telah memperkuat negara untuk mengatasi efek negatifnya. Dia menambahkan bahwa pemboikotan yang tidak adil terus berlanjut melalui praktik ilegal, di atas semua tuduhan palsu.

“Kemajuan signifikan yang telah dicapai Qatar di tingkat ekonomi meskipun ada pemboikotan,” kata Sheikh Tamim, menurut laporang Sputnik.

“Sejak awal krisis, Qatar telah menyatakan kesiapannya untuk berdialog untuk menyelesaikan perbedaannya dengan negara-negara GCC dan dalam kerangka kepatuhan Qatar terhadap empat prinsip utama, yaitu saling menghormati, kepentingan bersama, kebijakan luar negeri yang independen, dan non-campur tangan dalam urusan internal,” tambahnya.

“Meskipun pengepungan yang tidak adil yang diberlakukan terhadap Negara Qatar masih berlangsung, untuk tahun ketiga berturut-turut, dan meskipun kekeliruan terbukti dari semua tuduhan yang dibuat untuk membenarkannya, anggaran defisit di Qatar tahun lalu berubah menjadi surplus tahun ini defisit anggaran yang signifikan diubah menjadi surplus tahun ini. Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai lompatan kuantitatif dan kualitatif dalam produksi gas alam cair,” jelas Emir Qatar.

BACA JUGA  Emir Qatar Tak Akan Hadiri KTT GCC di Riyadh

Pada tanggal 5 Juni 2017, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan untuk memutuskan hubungan dengan Qatar karena diduga mendukung terorisme, yang dibantah oleh Doha, menuduh negara-negara yang memboikot berusaha memaksakan perwalian pada kedaulatan nasional Qatar.

Sebagai langkah menuju penyelesaian krisis, keempat negara yang memboikot mengajukan mediator Kuwait daftar tuntutan, termasuk 13 item, sebagai imbalan atas pencabutan langkah-langkah hukuman terhadap Qatar. Namun, semua tuntutan ini ditolak karena dianggap sebagai bentuk campur tangan dalam “kedaulatan nasional.”

Sebagai imbalannya, Qatar secara terbuka mengundang, melalui mediator Kuwait dan pejabat Barat, negara-negara boikot untuk duduk di meja dialog untuk menyelesaikan krisis. Namun, pertemuan seperti itu belum terjadi.

Sumber: Middle East Monitor
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mahfud MD Pertanyakan Surat Pencekalan HRS, Ini Jawaban FPI

FPI menanggapi pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD yang mempertanyakan soal surat pencekalan yang baru diperlihatkan Habib Rizieq beberapa waktu lalu

Selasa, 12/11/2019 01:09 0

Indonesia

Tak Hanya Khilafah, Beda Pendapat Soal Tahlilan Juga Dihapus dari Buku Agama

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyebut, buku- buku agama yang tidak disahkan oleh Kemenag bisa ditarik perederannya.

Selasa, 12/11/2019 01:00 0

Indonesia

FPI: Habib Rizieq Dicekal Saudi Karena Alasan Keamanan

FPI membantah Habib Rizieq Syihab hingga saat ini masih berada di Kerajaan Saudi Arabia karena tidak berani pulang.

Selasa, 12/11/2019 00:46 0

Indonesia

Antisipasi Radikalisme, 155 Buku Pelajaran Agama Akan Dirombak

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menyebut saat ini kementeriannya tengah menjalankan program perombakan 155 buku-buku pelajaran, mulai tingkat SD sampai tingkat SMA.

Senin, 11/11/2019 19:13 1

Indonesia

Kemenag: Calon ASN Terpapar Radikalisme Pasti Tak Lulus Seleksi

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin menyebut ada mekanisme yang dilakukan panitia penerimaan Aparatur Sipil Negara agar tidak ada orang yang terpapar radikalisme dinyatakan lulus menjadi ASN.

Senin, 11/11/2019 18:47 0

Indonesia

Pelarangan Cadar Berpotensi Melanggar HAM

Wacana Menteri Agama RI Jenderal (purn) TNI Fachrul Razi untuk melarang cadar dan celana cingkrang bagi ASN menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat. Banyak pihak yang menganggap wacana tersebut berpotensi membatasi kebebasan dan melanggar undang-undang.

Senin, 11/11/2019 18:14 0

Indonesia

Ubah Indonesia Jadi Lebih Baik, K.H. Ma’ruf Amin Ingin Teladani Perjuangan Rasulullah

Menurut Wapres, Rasulullah merupakan tokoh perubahan yang luar biasa.

Senin, 11/11/2019 17:13 0

Indonesia

Hadiri Ummat Fest 2019, Peggy Melati Sukma: Muslimah Wahdah Jangan Berhenti Berjuang

Rangkaian kegiatan Ummat Fest 2019 pada hari pertama, Jumat (8/11/2019) menghadirkan beberapa pemateri, diantaranya adalah Peggi Melati Sukma, bersama dengan Ustadzah Harisah Tipa Abidin.

Senin, 11/11/2019 15:19 0

Indonesia

PKS Minta Menhan Waspadai Kedatangan Misionaris ke Papua

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menilai bahwa ancaman yang ada di Indonesia saat ini beragam.

Senin, 11/11/2019 15:15 0

Indonesia

Meriahkan Hari Pahlawan, DSKS Adakan Parade Perjuangan

Memperingati momen hari Pahlawan Nasional, Dewan Syariah Kota Aurakarta (DSKS) mengadakan tabligh akbar dan longmarc di Bundaran Gladak.

Senin, 11/11/2019 14:45 0

Close