... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Gambia Gugat Myanmar ke Pengadilan Internasional Atas Genosida Rohingya

Foto: Warga Rohingya mengungsi untuk menghindari genosida militer Myanmar [foto: AFP]

KIBLAT.NET, Den Haag – Pemerintah Gambia menggugat Myanmar atas genosida terhadap minoritas muslim Rohingya. Gugatan itu diajukan ke Mahkamah Internasional PBB (ICJ) pada Senin (11/11/2019).

“Kami baru saja mengajukan permohonan kami ke Pengadilan Internasional di bawah Konvensi Genosida,” kata Menteri Kehakiman, Abu Bakar Tambadu, dalam konferensi pers di Den Haag, markas ICJ.

Dia menunjukkan bahwa gugatan ini bertujuan mengadili Myanmar atas tindakannya terhadap warga Rohingya. “Sangat memalukan bagi generasi kita untuk tidak melakukan apa-apa ketika genosida terjadi di depan mata kita,” ugkapnya.

Gambia, sebuah negara kecil berpenduduk mayoritas muslim di Afrika Barat, mengajukan kasus ini dengan dukungan dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Dalam gugatan itu, Gambia meminta pengadilan internasional mengambil “langkah sementara” untuk memastikan Myanmar segera menghentikan “kekejaman dan genosida terhadap orang-orang Rohingya.”

Foley Huag, sebuah firma hukum yang bekerja dengan Gambia, mengatakan ia mengharapkan langkah-langkah sementara pertama akan diadakan bulan depan.

Lagkah Gambia ini disambut baik oleh Param Brett Singh, pejabat Human Ringhts Watch (HRW). Ia mengatakan, “Gambia telah menemukan cara untuk mengubah penyesalan komunitas internasional menjadi Rohingya menjadi tindakan”.

ICJ adalah badan yudisial tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan mengadili perselisihan antar Negara. Kendati pengadilan tidak memiliki sarana untuk menegakkan vonisnya, tetapi pelanggaran atas putusan tersebut dapat semakin merusak reputasi Myanmar.

BACA JUGA  Rezim Suriah Boikot Pembicaraan Komite Konstitusi di Jenewa

Gambia dan Myanmar telah menandatangani Konvensi 1948 tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan Genosida, yang tidak hanya mencegah Negara melakukan genosida, tetapi juga mewajibkan semua penandatangan untuk mencegah dan menghukum pelaku.

Lebih dari 730.000 Rohingya telah melarikan diri dari provinsi Arakan Myanmar ke negara tetangga Bangladesh setelah tindakan keras oleh militer Myanmar, yang menurut para penyelidik PBB terjadi “dengan tujuan genosida.”

Otoritas Myanmar yang mayoritas beragama Buddha menyangkal tuduhan genosida dan mengatakan kampanye mereka telah menargetkan separatis militan di Arakan. Namun fakta yang diungkap oleh lembaga independen dan PBB menyangkal klaim tersebut.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Mahfud MD Pertanyakan Surat Pencekalan HRS, Ini Jawaban FPI

FPI menanggapi pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD yang mempertanyakan soal surat pencekalan yang baru diperlihatkan Habib Rizieq beberapa waktu lalu

Selasa, 12/11/2019 01:09 0

Indonesia

Tak Hanya Khilafah, Beda Pendapat Soal Tahlilan Juga Dihapus dari Buku Agama

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin menyebut, buku- buku agama yang tidak disahkan oleh Kemenag bisa ditarik perederannya.

Selasa, 12/11/2019 01:00 0

Indonesia

FPI: Habib Rizieq Dicekal Saudi Karena Alasan Keamanan

FPI membantah Habib Rizieq Syihab hingga saat ini masih berada di Kerajaan Saudi Arabia karena tidak berani pulang.

Selasa, 12/11/2019 00:46 0

Indonesia

Antisipasi Radikalisme, 155 Buku Pelajaran Agama Akan Dirombak

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin menyebut saat ini kementeriannya tengah menjalankan program perombakan 155 buku-buku pelajaran, mulai tingkat SD sampai tingkat SMA.

Senin, 11/11/2019 19:13 1

Indonesia

Kemenag: Calon ASN Terpapar Radikalisme Pasti Tak Lulus Seleksi

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin menyebut ada mekanisme yang dilakukan panitia penerimaan Aparatur Sipil Negara agar tidak ada orang yang terpapar radikalisme dinyatakan lulus menjadi ASN.

Senin, 11/11/2019 18:47 0

Indonesia

Pelarangan Cadar Berpotensi Melanggar HAM

Wacana Menteri Agama RI Jenderal (purn) TNI Fachrul Razi untuk melarang cadar dan celana cingkrang bagi ASN menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat. Banyak pihak yang menganggap wacana tersebut berpotensi membatasi kebebasan dan melanggar undang-undang.

Senin, 11/11/2019 18:14 0

Indonesia

Ubah Indonesia Jadi Lebih Baik, K.H. Ma’ruf Amin Ingin Teladani Perjuangan Rasulullah

Menurut Wapres, Rasulullah merupakan tokoh perubahan yang luar biasa.

Senin, 11/11/2019 17:13 0

Indonesia

Hadiri Ummat Fest 2019, Peggy Melati Sukma: Muslimah Wahdah Jangan Berhenti Berjuang

Rangkaian kegiatan Ummat Fest 2019 pada hari pertama, Jumat (8/11/2019) menghadirkan beberapa pemateri, diantaranya adalah Peggi Melati Sukma, bersama dengan Ustadzah Harisah Tipa Abidin.

Senin, 11/11/2019 15:19 0

Indonesia

PKS Minta Menhan Waspadai Kedatangan Misionaris ke Papua

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menilai bahwa ancaman yang ada di Indonesia saat ini beragam.

Senin, 11/11/2019 15:15 0

Indonesia

Meriahkan Hari Pahlawan, DSKS Adakan Parade Perjuangan

Memperingati momen hari Pahlawan Nasional, Dewan Syariah Kota Aurakarta (DSKS) mengadakan tabligh akbar dan longmarc di Bundaran Gladak.

Senin, 11/11/2019 14:45 0

Close