... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

PKS Minta Menhan Waspadai Kedatangan Misionaris ke Papua

Foto: Jazuli Juwaini

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menilai bahwa ancaman yang ada di Indonesia saat ini beragam. Menurutnya, di antara ancaman yang ada adalah terorisme, komunisme dan separatisme.

“Ancaman ada beberapa gerakan. Misalnya terorisme, komunisme, separatisme ancanam. Kemudian juga ideologi lain, liberalisme dan sebagainya, ini juga ancaman untuk NKRI,” katanya saat Rapat Dengar Pendapat bersama Menhan di Gedung DPR RI, Jakarta pada Senin (11/09/2019).

Dalam forum tersebut, Jazuli menekankan ancaman separatisme di Papua. Ia menegaskan bahwa akar masalah persoalan di Papua harus bisa diurai.

“Menurut kami, Papua harus diperhatikan dengan serius. Kita harus bisa mengurai akar masalah secara lengkap, aktor intelektual selain yang nongkrng di luar negeri, apakah ada juga yang di Jakarta?,” paparnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga mengungkapkan bahwa di Papua ada pesawat mengangkut orang yang mengaku misionaris. Ia menilai, orang yang mengaku misionaris itu harus dicek lebih jauh.

“Di Papua banyak pesawat yang mengangkut misionaris. Pihak otoritas kesulitan untuk mengecek yang atas nama misionaris,” jelas Jazuli.

“Yang kita khawatirkan bukan soal menyebarkan agama, tapi yang kita khawatirkan orang mengaku misionaris tetapi menyimpan agenda sendiri ke Papua. Itu bisa jadi yang menjadi biang kerok kerusuhan,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

News

Teknik Bertahan Laba-laba dan Semut di Air Mengilhami Pembuatan Kapal

Semut api merah dan coklat dapat bertahan selama berminggu-minggu mengambang sampai mereka berlabuh di tanah yang kering dan melanjutkan kehidupan mereka.

Senin, 11/11/2019 11:26 0

Amerika

AS Masih Sisakan 500-600 Pasukan di Suriah

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Milley, Ahad (10/11/2019), mengatakan sekitar 500 atau 600 tentara AS akan tetap di Suriah untuk melawan militan ISIS.

Senin, 11/11/2019 11:05 0

Afghanistan

Jalan Buntu Pemilu Afghanistan: Golput Tertinggi, Indikasi Kecurangan Mengemuka

Langkah ini menambah indikasi ketidakpastian baru pada pemilihan umum 28 September, yang telah mengalami jumlah pemilih yang rendah dan perseteruan antara Abdullah dan Ghani.

Senin, 11/11/2019 10:40 0

Suriah

Pasca Kematian Baghdadi, Begini Peta Keberadaan ISIS

Sejak tewasnya Baghdadi, ISIS melakukan sekitar 100 serangan. Namun tidak ada yang menggunakan bom bunuh diri.

Senin, 11/11/2019 09:06 0

Irak

Bom Lukai Lima Pasukan Khusus Italia di Irak, Satu Kehilangan Kaki

Bom itu terjadi tiga hari sebelum peringatan 16 tahun serangan bunuh diri di kota Nassiriya, Irak selatan yang menewaskan 18 tentara Italia, satu warga sipil Italia, dan sembilan warga sipil Irak.

Senin, 11/11/2019 06:47 0

Artikel

Di Balik Pekik Takbir Bung Tomo

Tak pelak, pekik Takbir pidato Bung Tomo yang terkenal itu tak bisa dilepaskan para ulama yang bahkan juga meneriakkan Takbir di Radio Pemberontakan yang dipimpin oleh Bung Tomo.

Ahad, 10/11/2019 06:30 0

China

China Batasi Waktu Anak Main Game Online

Langkah ini diambil pemerintah China demi mengurangi tingkat kecanduan game online .

Sabtu, 09/11/2019 14:39 0

Opini

Mencintai Tanah Air Bersama Haji Agus Salim

Menurut Haji Agus Salim, cinta tanah air itu perlu tujuan yang jelas.

Sabtu, 09/11/2019 13:35 0

Thailand

Polisi Thailand: Kelompok Separatis Muslim di Balik Serangan di Yala

Reuters tidak dapat segera menghubungi perwakilan BRN untuk memberikan komentar.

Sabtu, 09/11/2019 08:59 0

Turki

Erdogan: Turki Akan Keluar dari Suriah Jika Negara-negara Lain Pergi

"Turki akan meninggalkan Suriah ketika negara-negara lain juga pergi. Serangan Turki terus berlanjut sampai semua pejuang Kurdi meninggalkan daerah perbatasan,” kata Erdogan kepada wartawan dalam penerbangan pulang dari kunjungan ke Hongaria.

Sabtu, 09/11/2019 08:22 0

Close