... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pelarangan Cadar Berpotensi Melanggar HAM

Foto: Anggota Ikatan Ulama dan Da'i Asia Tenggara, Dr. M. Yusran Hadi, Lc., MA.

KIBLAT.NET, Banda Aceh – Wacana Menteri Agama RI┬áJenderal (purn) TNI Fachrul Razi untuk melarang cadar dan celana cingkrang bagi ASN menimbulkan polemik berkepanjangan di tengah masyarakat. Banyak pihak yang menganggap wacana tersebut berpotensi membatasi kebebasan dan melanggar undang-undang.

Anggota Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara, Dr. M. Yusran Hadi, Lc., MA. menilai larangan tersebut berpotensi melanggar HAM.

“Setiap orang berhak menjalankan ajaran agamanya. Selain itu, juga melanggar hukum di Indonesia. Pasal 29 UUD 1945 sebagai hierarki tertinggi hukum di Indonesia telah menjamin kebebasan beragama dan menjalankan agama setiap warga negara Indonesia. Maka cadar dan celana cingkrang tidak boleh dilarang. Melarangnya sama saja melarang mengamalkan ajaran agama. Dan ini melanggar HAM dan hukum. Inilah radikal,” kata Yusran kepada Kiblat.net pada Senin (11/11/2019).

Memakai cadar dan celana cingkrang, lanjut Yusran, merupakan ajaran dan perintah agama. Melarangnya berarti telah melanggar dan bahkan menentang agama.

“Perintah memakai cadar berdasarkan Al-Quran yaitu Al ahzab: 53 dan 59, dan An-Nur: 31. Dan hadits-hadits shahih yang memerintahkan menutup aurat. Adapun perintah memakai celana cingkrang berdasarkan hadits-hadits shahih yang melarang isbal (pakaian menutup mata kaki, red.). Maka, pernyataan menag bahwa tidak ada ayat dan hadits mengenai cadar dan celana cingkrang itu suatu kesalahan dan tidak paham agama. Begitu pula mengklaim itu budaya Arab,” ujarnya.

BACA JUGA  Ahok Lelang Batik yang Dikenakan Saat Sidang, Ditawar Sampai Rp 100 Juta

Yusran menegaskan, terlepas dari perbedaan pendapat ulama mengenai hukum memakai cadar dan celana cingkrang antara sunnah dan wajib, namun para ulama sepakat bahwa keduanya merupakan ajaran dan perintah agama. Islam memerintahkan menutup aurat baik dengan jilbab atau cadar, begitu pula Islam memerintahkan untuk memakai celana cingkrang.

Karena seorang muslim wajib taat dan berloyalitas kepada agama. Maka sikap taat menjalankan agama tidak boleh dikatakan radikal. Justru radikal sebenarnya itu melarang mengamalkan ajaran agama, termasuk melarang memakai cadar dan celana cingkrang.

Persoalan pakaian cadar dan celana cingkrang, jelas Yusran, merupakan pilihan hidup seorang muslim untuk berkomitmen dengan syariat Islam, dan tidak bertentangan dengan agama atau norma bangsa.

“Maka tidak patut seorang Menag menjadikan persoalan pakaian menjadi indikasi radikal, apalagi ini sunnah. Anehnya, rok mini, rok cingkrang, pakaian terbuka dada, dan pakaian ketat kenapa tidak dilarang? Padahal bertentangan dengan agama dan norma bangsa kita,” jelasnya.

Adapun terkait radikalisme, Yusran menegaskan persoalan cadar dan celana cingkrang tidak ada kaitannya dengan radikalisme.

“Pakaian itu tidak bisa menjadi tolok ukur seseorang itu radikal atau tidak. Yang menjadi tolok ukur itu adalah perbuatan dan pemikiran seseorang. Setiap perbuatan kejahatan atau melanggar agama atau mengancam keutuhan bangsa dan NKRI itulah radikal. Begitu pula pemikiran atau paham yang menyimpang dari agama,” tegas Yusran.

BACA JUGA  Soroti Pernikahan Usia Dini, Politisi NasDem Salahkan Video Dewasa

Di samping itu, pelarangan ini malah berpotensi menjadi contoh yang tidak baik untuk toleransi.

“Sepatutnya seorang Menteri Agama memberikan contoh teladan dalam toleransi agama dan menghormati kebebasan menjalankan agama, di antaranya dengan menghargai dan menghormati orang yang memakai cadar dan celana cingkrang,” ungkapnya.

Maka Ketua MIUMI Aceh tersebut memandang seharusnya Menag fokus memikirkan tupoksi kerjanya dan lembaga yang dipimpinnya. Selama ini banyak permasalahan di Kemenag yang harus diperbaiki seperti korupsi, jual beli jabatan, kesejahteraan pegawai, dan lainnya.

“Maka Menag jangan sibuk memikirkan sesuatu yang bukan tugasnya. Masih banyak permasalahan yang harus dituntaskan, terutama memberantas paham-paham sesat seperti Syiah, Liberal, Komunis, Ahmadiah dan lainnya yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah dan merusak ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, ukhuwah wathaniyah yang mengancam keutuhan bangsa dan NKRI berpotensi memecah belah persatuan bangsa dan NKRI,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

 


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Mesir

Pengadilan Mesir Bebaskan Mantan Menteri Kehakiman Era Mursi

Pengadilan Mesir memutus bebas mantan Menteri Kehakiman Mesir, Ahmed Suleiman pada Minggu kemarin (10/11/2019). Suleiman merupakan Menteri Kehakiman yang menjabat di era pemerintahan Muhammad Mursi.

Senin, 11/11/2019 15:40 0

News

Teknik Bertahan Laba-laba dan Semut di Air Mengilhami Pembuatan Kapal

Semut api merah dan coklat dapat bertahan selama berminggu-minggu mengambang sampai mereka berlabuh di tanah yang kering dan melanjutkan kehidupan mereka.

Senin, 11/11/2019 11:26 0

Amerika

AS Masih Sisakan 500-600 Pasukan di Suriah

Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Mark Milley, Ahad (10/11/2019), mengatakan sekitar 500 atau 600 tentara AS akan tetap di Suriah untuk melawan militan ISIS.

Senin, 11/11/2019 11:05 0

Afghanistan

Jalan Buntu Pemilu Afghanistan: Golput Tertinggi, Indikasi Kecurangan Mengemuka

Langkah ini menambah indikasi ketidakpastian baru pada pemilihan umum 28 September, yang telah mengalami jumlah pemilih yang rendah dan perseteruan antara Abdullah dan Ghani.

Senin, 11/11/2019 10:40 0

Suriah

Pasca Kematian Baghdadi, Begini Peta Keberadaan ISIS

Sejak tewasnya Baghdadi, ISIS melakukan sekitar 100 serangan. Namun tidak ada yang menggunakan bom bunuh diri.

Senin, 11/11/2019 09:06 0

Irak

Bom Lukai Lima Pasukan Khusus Italia di Irak, Satu Kehilangan Kaki

Bom itu terjadi tiga hari sebelum peringatan 16 tahun serangan bunuh diri di kota Nassiriya, Irak selatan yang menewaskan 18 tentara Italia, satu warga sipil Italia, dan sembilan warga sipil Irak.

Senin, 11/11/2019 06:47 0

Artikel

Di Balik Pekik Takbir Bung Tomo

Tak pelak, pekik Takbir pidato Bung Tomo yang terkenal itu tak bisa dilepaskan para ulama yang bahkan juga meneriakkan Takbir di Radio Pemberontakan yang dipimpin oleh Bung Tomo.

Ahad, 10/11/2019 06:30 0

China

China Batasi Waktu Anak Main Game Online

Langkah ini diambil pemerintah China demi mengurangi tingkat kecanduan game online .

Sabtu, 09/11/2019 14:39 0

Opini

Mencintai Tanah Air Bersama Haji Agus Salim

Menurut Haji Agus Salim, cinta tanah air itu perlu tujuan yang jelas.

Sabtu, 09/11/2019 13:35 0

Thailand

Polisi Thailand: Kelompok Separatis Muslim di Balik Serangan di Yala

Reuters tidak dapat segera menghubungi perwakilan BRN untuk memberikan komentar.

Sabtu, 09/11/2019 08:59 0

Close