... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jalan Buntu Pemilu Afghanistan: Golput Tertinggi, Indikasi Kecurangan Mengemuka

Foto: Para pendukung kandidat presiden Abdullah Abdullah meneriakkan slogan-slogan dalam sebuah protes di Kabul, Afghanistan (21/6). (AP/Massoud Hossaini)

KIBLAT.NET, Kabul – Pemilu Afghanistan menemui jalan buntu pada hari Ahad (10/11/2019) setelah saingan utama Presiden Ashraf Ghani, Abdullah Abdullah, menyerukan penghentian penghitungan ulang. Ia menyatakan tidak akan menerima hasil yang “ditandai dengan penipuan”.

Langkah ini menambah indikasi ketidakpastian baru pada pemilihan umum 28 September, yang telah mengalami jumlah pemilih yang rendah dan perseteruan antara Abdullah dan Ghani.

Berbicara pada pertemuan besar di Kabul, Abdullah, yang telah berbagi kekuasaan dengan Ghani sejak pemilihan presiden 2014, mendesak Komisi Pemilihan Independen (IEC) untuk meninjau kembali keputusannya pada hari Sabtu untuk melakukan penghitungan ulang.

Dia mengatakan bahwa IEC perlu untuk membuang puluhan ribu suara yang telah dibatalkan karena tidak didasarkan pada sistem biometrik – kondisi utama yang disepakati oleh para kandidat dan IEC untuk meminimalkan kecurangan pemilih.

Abdullah mengatakan ia tidak akan berkompromi dengan Ghani seperti yang ia lakukan dalam jajak pendapat sebelumnya, yang maju ke putaran kedua setelah kesepakatan yang diperantarai AS antara keduanya.

“Pemilihan diadakan berdasarkan penggunaan perangkat biometrik. Ketika pemungutan suara tidak berdasarkan biometrik, itu berarti tidak ada pemungutan suara yang kredibel,” katanya kepada orang banyak.

“Pengamat kami telah menolak untuk berpartisipasi dalam penghitungan ulang. Kami juga memberi tahu komisi tentang hal itu. Ketika pengamat kami tidak hadir dalam pengawasan karena keberatan hukum dan fakta bahwa peraturan hukum telah dilanggar, maka hasilnya tidak akan memiliki legitimasi,” katanya.

BACA JUGA  Setelah Batalkan Negosiasi Sepihak, AS Umumkan Pembicaraan Baru dengan Taliban

Abdullah mengatakan bahwa lebih dari 2.400 perangkat biometrik hilang atau chip mereka dilepas.

Sebuah perusahaan Jerman yang disewa untuk membantu dalam transfer data ke server telah membuang lebih dari 860.000 suara non-biometrik. Dua kandidat lain juga memprotes keputusan IEC untuk memasukkan suara tidak sah dalam penghitungan ulang.

Seorang juru bicara Ghani, Fazl Rahman, mengatakan bahwa pemimpin Afghanistan “menerima keputusan penghitungan komisi asalkan tidak ada penundaan lebih lanjut dalam mengumumkan hasil pemungutan suara.”

Seorang komisioner untuk badan yang ditunjuk pemerintah, mengatakan bahwa penghitungan ulang akan menunda pengumuman hasil pemilihan awal.

Pemilihan awal telah beralngsung tiga minggu yang lalu, tetapi ditunda hingga 14 November. Pemilihan presiden mengalami jumlah pemilih terendah sejak penggulingan Taliban dan dua kali ditunda karena perpecahan dalam pemerintahan dan pembicaraan AS dengan Taliban.

Dari 9,6 juta pemilih terdaftar, kurang dari 2 juta orang memberikan suara mereka karena serangan Taliban dan kekecewaan terhadap para pemimpin karena gagal memenuhi janji kampanye mereka.

Abdullah mengatakan tim Ghani harus dimintai pertanggungjawaban atas segala krisis terkait pemilu karena petahana telah mendorong penghitungan ulang.
Ghani dan Abdullah mengklaim hari kemenangan setelah pemilihan.

Kebuntuan pemilihan terjadi di tengah upaya baru AS untuk melanjutkan pembicaraan dengan Taliban.

“Jika hasilnya diumumkan oleh komisi, jelas bahwa pihak lain tidak akan menerimanya karena kedua kandidat telah mengklaim telah menang,” kata Shafiq Haqpal, seorang analis.

BACA JUGA  Trump Kunjungi Pasukannya di Afghanistan dan Janjikan Gencatan Senjata

“Kami menemui jalan buntu. Orang-orang muak dengan begitu banyak pemilihan yang salah. Akan lebih baik untuk membentuk pemerintah sementara atau orang ketiga untuk menyelamatkan Afghanistan dari krisis yang semakin dalam,” katanya.

Sumber: Arab News
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Larang Salam Semua Agama, MUI Jatim: Toleransi Ada Batasnya

MUI Jatim menegaskan bahwa tidak boleh bagi umat Islam mengucapkan salam semua agama dengan dalih toleransi

Ahad, 10/11/2019 16:08 0

Indonesia

Sekjen MUI: Tak Boleh Memaksa Orang Ucapkan Salam Agama Lain

toleransi adalah ketika kita tidak memaksa orang lain membaca doa agama kita.

Ahad, 10/11/2019 15:30 0

Indonesia

Sikap MUI Jatim Soal Larangan Salam Semua Agama Dinilai Tepat

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas setuju MUI Jatim soal larangan bagi umat Islam untuk mengucapkan doa agama lain.

Ahad, 10/11/2019 14:44 0

Indonesia

MUI Jatim: Ucapan Salam Semua Agama Oleh Umat Islam Bid’ah

MUI Jatim menegaskan bahwa mengucapkan salam pembuka dari semua agama oleh umat Islam adalah perbuatan bid'ah.

Ahad, 10/11/2019 12:55 0

Artikel

Di Balik Pekik Takbir Bung Tomo

Tak pelak, pekik Takbir pidato Bung Tomo yang terkenal itu tak bisa dilepaskan para ulama yang bahkan juga meneriakkan Takbir di Radio Pemberontakan yang dipimpin oleh Bung Tomo.

Ahad, 10/11/2019 06:30 0

Indonesia

Kesehatan Menurun, Bernard Abdul Jabbar Dapat Penangguhan Penahanan

Ustadz Bernard Abdul Jabbar mendapatkan penangguhan penahanan dari Polda Metro Jaya.

Sabtu, 09/11/2019 15:02 0

Indonesia

Aa Gym: Akhlak Masih Jadi Persoalan Bangsa

Menurutnya, masalah tak melulu soal ekonomi, politik dan sosial. Tetapi juga soal akhlak

Sabtu, 09/11/2019 14:55 0

Indonesia

Dimotori Wahdah Islamiyyah, Ummat Fest 2019 Digelar di Makassar

Ummat Fest 2019 digelar di Makassar selama tiga hari, sejak Jumat (8/11/2019) hingga Ahad (10/11/2019).

Sabtu, 09/11/2019 14:49 0

Opini

Mencintai Tanah Air Bersama Haji Agus Salim

Menurut Haji Agus Salim, cinta tanah air itu perlu tujuan yang jelas.

Sabtu, 09/11/2019 13:35 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Misi Diutusnya Rasulullah di Muka Bumi

Satu-satunya misi Rasulullah diutus di muka bumi adalah untuk memenangkan agama Allah di atas agama-agama yang dibuat manusia.

Jum'at, 08/11/2019 18:52 1

Close