... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Mencintai Tanah Air Bersama Haji Agus Salim

Foto: Haji Agus Salim bersama Soekarno.

Oleh: Azzam Diponegoro (Reporter Kiblatnet)

KIBLAT.NET – Tanah air kita Indonesia Raya bagaikan ibu. Begitu kata Soekarno.

Kepada ibu kita wajib menghambakan diri. Memperbudak diri. Mengikhlaskan setia kepadanya.

Ibu melahirkan dan mengasuh kita. Dan menyusui tentunya. Dia tak punya pilihan kebaikan selain itu. Begitupun kita.

Begitupun kepada ibu Indonesia –kata ini mengingatkan kita pada puisi Sukmawati yang menyayat hati itu. Ibu Indonesia yang kaya, pemurah, pengasih. Yang sukar dicari bandingannya di muka bumi. Sudah semestinya kita korbankan segala yang kita punya tanpa perlu bertanya.

Sebutlah nama Gajah Mada –bukan Gaj Ahmada. Yang mengucap sumpah palapa. Sumpah untuk tetap puasa. Hingga pengabdiannya pada sang ibu kelak paripurna.

Namun itu menurut Soekarno. Sekali lagi Soekarno. Perlu diingat, Soekarno bukan satu-satunya pendiri bangsa ini. Soekarno bukan matahari tunggal di tanah air ini. Dan yang pasti, Soekarno bukan manusia sempurna. Dia bisa salah. Dia sangat bisa untuk dikritik.

Kita punya Haji Agus Salim –di sisi kanan. Anggota volksraad pemerintahan Hindia Belanda. Agus Salim tak seperti anggota dewan hari ini, yang kadang tertidur di ruang sidang. Agus Salim selalu berbicara nasib pribumi. Hingga satu waktu, dia menyadari dirinya hanya bisa berbicara. Berbicara tak memberi manfaat pada pribumi. Maka dia pun keluar dari volksraad sembari berseru “dasar komedi omong!”.

BACA JUGA  Pentingnya Budaya Literasi bagi Pemuda Islam dalam Memajukan Indonesia

Haji Agus Salim juga anggota panitia sembilan BPUPKI. Produk panitia sembilan adalah Piagam Jakarta. Kalau boleh jujur, Piagam Jakarta adalah sedikit dari gentlemen’s agreement yang tercipta di lingkaran pendiri bangsa. Selebihnya -maaf- penuh intrik, yang sialnya membudaya hingga kini.

Haji Agus Salim tak setuju dengan falsafah ibu Indonesia. Beliau menyentil, penggambaran tanah air sebagai ibu nampaknya meniru falsafah bangsa-bangsa lain. Bagi Agus SaIim, mencintai tanah air jangan lebay.

Atas nama “tanah air”, bangsa Prancis asyik-asyik saja dipimpin Lodewijk XIV. Seorang penganiaya dan penghisap darah rakyat. Suka menyerang, merusak, dan membinasakan negeri-negeri lain.

Atas nama “tanah air”, Austria menginjak-injak harga diri bangsa Italia dan Swiss.

Atas nama “tanah air”, kerajaan Prusia merobohkan kemuliaan Austria.

Atas nama “tanah air”, tentara Napoleon melancarkan invasi ke banyak negeri. Menghinakan rajanya. Menindas rakyatnya.

Atas nama “tanah air”, pemerintah Jerman sebelum Perang Dunia mengambil paksa anak laki-laki yang sehat dan kuat dari orang tuanya. Dijadikan tentara yang perkasa. Untuk menginvasi dunia.

Atas nama “tanah air”, bangsa Eropa merendahkan derajat bangsa-bangsa non-Eropa.

“Tanah air” jangan menjadi berhala. Mencintainya jangan jadi agama. Tegas Agus Salim.

Cinta tanah air haruslah punya cita-cita. Melebihi benda dan rupa. Jadikan dia bagian dari keimanan. Jadikan dia karena Allah. Bukan nafsu.

Jika diniatkan karena Allah. Ya harus mengikuti syariat Allah.

BACA JUGA  Budaya IDI Sebagai Strategi Ciptakan Generasi Muslim Cerdas dan Berilmu

Beliau menyebut Ibrahim alaihissalam sebagai contoh. Di atas gurun pasir tandus, dia membangun Makkah al Musyarrafah yang besar dan makmur.

Ibrahim mencintai Makkah karena Allah. Membangunnya pun tanpa melanggar syariat Allah.

Kini. Makkah adalah tempat sembahyang paling aman dan nyaman di muka bumi.

Alangkah untung “Ibu Indonesia”. Jika dicintai seperti itu.

Pungkas Haji Agus Salim.

 

 

 

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Thailand

Polisi Thailand: Kelompok Separatis Muslim di Balik Serangan di Yala

Reuters tidak dapat segera menghubungi perwakilan BRN untuk memberikan komentar.

Sabtu, 09/11/2019 08:59 0

Turki

Erdogan: Turki Akan Keluar dari Suriah Jika Negara-negara Lain Pergi

"Turki akan meninggalkan Suriah ketika negara-negara lain juga pergi. Serangan Turki terus berlanjut sampai semua pejuang Kurdi meninggalkan daerah perbatasan,” kata Erdogan kepada wartawan dalam penerbangan pulang dari kunjungan ke Hongaria.

Sabtu, 09/11/2019 08:22 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Misi Diutusnya Rasulullah di Muka Bumi

Satu-satunya misi Rasulullah diutus di muka bumi adalah untuk memenangkan agama Allah di atas agama-agama yang dibuat manusia.

Jum'at, 08/11/2019 18:52 1

Indonesia

Tim Advokasi Novel Baswedan Berharap Laporan Dewi Tanjung Tak Diproses

Laporan Dewi Tanjung ke Polisi soal kasus Novel dianggap bentuk penggiringan opini agar dukungan kepada Novel menurun.

Jum'at, 08/11/2019 18:40 0

Indonesia

Polisikan Novel Baswedan, Politisi PDIP Dewi Tanjung Dianggap Ngawur

Politisi PDIP bernama Dewi Tanjung melaporkan Novel ke Bareskrim dengan tuduhan dugaan rekayasa kasus penyiraman mata Novel

Jum'at, 08/11/2019 18:22 0

China

China Bayar Facebook dan Twitter untuk Propaganda Anti-Muslim

Beberapa iklan berbayar di Facebook dan Twitter meyakinkan pembacanya bahwa tempat tersebut indah, jauh dari yang dilaporkan.

Jum'at, 08/11/2019 12:43 0

News

Waspada! 10 Dampak Buruk Smartphone dan TV bagi Anak-anak

Kebijakan tanpa layar untuk anak-anak sangat direkomendasikan. Tidak ada TV, tidak ada iPhone, tidak ada iPad, tidak ada laptop. Tidak ada layar apa pun, terutama sebelum usia 2 tahun

Jum'at, 08/11/2019 12:25 0

Turki

Soal Aliran Pengungsi, Erdogan Ultimatum Uni Eropa

Turki memiliki ambisi membangun "zona aman" di timur laut Suriah.

Jum'at, 08/11/2019 10:19 0

Arab Saudi

Mata-mata Saudi di Twitter Terbongkar, Bos CIA Temui Raja Salman

Kunjungan Haspel ke Riyadh ini beberapa jam setelah Jaksa Agung AS mengungkap fakta penangkapan mata-mata Saudi di perusahaan Twitter.

Jum'at, 08/11/2019 09:35 0

Amerika

AS Klaim Tak Mencuri Minyak Suriah

"Oleh karena itu, kami berusaha untuk menutup akses ISIS ke ladang-ladang minyak dan juga untuk memberikan kontrol kepada Kurdi dan SDF," imbuhnya.

Jum'at, 08/11/2019 08:02 0

Close