Erdogan: Turki Akan Keluar dari Suriah Jika Negara-negara Lain Pergi

KIBLAT.NET, Ankara – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat (08/11/2019), menegaskan bahwa negaranya tidak akan meninggalkan Suriah sampai negara-negara lain menarik diri negara konflik itu. Kami akan terus melanjutkan serangan lintas batas terhadap milisi Kurdi hingga mereka menjauh dari perbatasan.

“Turki akan meninggalkan Suriah ketika negara-negara lain juga pergi. Serangan Turki terus berlanjut sampai semua pejuang Kurdi meninggalkan daerah perbatasan,” kata Erdogan kepada wartawan dalam penerbangan pulang dari kunjungan ke Hongaria.

Ia kembali menekankan bahwa kampanye militer Turki tidak akan berhenti sampai kelompok teroris menjauh dari perbatasan. Kelompok teroris yang dimaksud milisi Kurdi YPG yang didukung Amerika Serikat.

“Kami tidak akan pergi dari sini sampai negara lain keluar,” tegasnya lagi.

Berdasarkan kesepakatan antara Turki dan Rusia, pasukan Rusia dan Turki sedang melakukan patroli bersama di perbatasan Turki-Suriah. Pada Jumat, kedua sekutu itu melakukan patroli ketiga. Juru bicara aliansi milisi Kurdi Pasukan Demokrat Suriah (SDF) mengatakan pasukan Turki menembakkan tabung gas air mata ke beberapa warga sipil yang memprotes patrol.

Juru bicara SDF Mustafa Bali mengatakan di Twitter bahwa pasukan Turki menargetkan warga sipil dengan gas air mata, meskipun protes mereka damai dan melukai 10 dari mereka.

Kementerian Pertahanan Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa patroli ketiga telah diselesaikan di sepanjang 88 km (10 mil) di wilayah sedalam 10 km di timur jauh perbatasan.

BACA JUGA  Turki Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Sinovac

Di sisi lain, sekutu Eropa Turki mengatakan kampanye terhadap milisi Kurdi itu akan mengganggu pertempuran melawan ISIS. Turki membantah tuduhan itu, dengan mengatakan sekutunya harus mendukung rencananya untuk memulangkan sebagian besar 3,5 juta pengungsi Suriah di wilayahnya.

Pembantu Erdogan Ibrahim Kalin mengatakan pada hari Jumat para pemimpin Jerman, Prancis, Inggris dan Turki akan bertemu di sela-sela pertemuan puncak NATO pada 3-4 Desember di London untuk membahas situasi di Suriah.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat