... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polisikan Novel Baswedan, Politisi PDIP Dewi Tanjung Dianggap Ngawur

Foto: Politisi PDIP, Dewi Tanjung (detik.com)

KIBLAT.NET, Jakarta РPolitisi PDIP bernama Dewi Tanjung melaporkan Novel ke Bareskrim dengan tuduhan dugaan rekayasa kasus penyiraman mata Novel.  Anggota Tim Advokasi Novel Baswedan, Alghiffari Aqsha menilai bahwa pernyataan Dewi  tersebut tidak berdasar.

“Laporan Politisi PDIP, Dewi Tanjung yang menyebut penyerangan Novel Baswedan adalah rekayasa adalah laporan yang tidak jelas atau ngawur, ini tindakan yang sudah mengarah pada fitnah dan merupakan tindakan diluar nalar dan rasa kemanusiaan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Jumat (08/09/2019).

Ia menegaskan bahwa penyerangan yang mengakibatkan Novel mengalami kebutaan jelas dan telah terbukti sebagai fakta hukum. Sudah diverifikasi melalui pemeriksaan medis maupun penyelidikan dan penyidikan aparat Kepolisian.

Tidak hanya itu, kata dia, kasus ini juga diselidiki Komnas HAM dan direspon oleh Presiden Jokowi dengan perintah menuntaskan pengungkapan kasus ini, meski sampai 2,5 tahun kasus ini belum berhasil diungkap.

“Secara tidak langsung pelapor sebenarnya telah menuduh bahwa kepolisian, Komnas HAM termasuk Presiden tidak bekerja berdasarkan fakta hukum yang benar. Oleh karena itu, semestinya kepolisian tidak memproses laporan ini lebih lanjut,” paparnya.

Menurutnya, laporan tersebut adalah bentuk kriminalisasi dan serangan terhadap korban. Seperti halnya serangan yang selama ini diterima Novel di media sosial menggunakan buzzer, pernyataan-pernyataan politikus, tokoh ormas, dan orang-orang yang tidak suka dengan KPK.

BACA JUGA  Kemenag Tengah Siapkan Inovasi, Daftar Haji Bisa Secara Daring

“Kali ini serangan termasuk dilakukan dengan pelaporan pidana yang tidak berdasar,” pungkasnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

China

China Bayar Facebook dan Twitter untuk Propaganda Anti-Muslim

Beberapa iklan berbayar di Facebook dan Twitter meyakinkan pembacanya bahwa tempat tersebut indah, jauh dari yang dilaporkan.

Jum'at, 08/11/2019 12:43 0

News

Waspada! 10 Dampak Buruk Smartphone dan TV bagi Anak-anak

Kebijakan tanpa layar untuk anak-anak sangat direkomendasikan. Tidak ada TV, tidak ada iPhone, tidak ada iPad, tidak ada laptop. Tidak ada layar apa pun, terutama sebelum usia 2 tahun

Jum'at, 08/11/2019 12:25 0

Turki

Soal Aliran Pengungsi, Erdogan Ultimatum Uni Eropa

Turki memiliki ambisi membangun "zona aman" di timur laut Suriah.

Jum'at, 08/11/2019 10:19 0

Arab Saudi

Mata-mata Saudi di Twitter Terbongkar, Bos CIA Temui Raja Salman

Kunjungan Haspel ke Riyadh ini beberapa jam setelah Jaksa Agung AS mengungkap fakta penangkapan mata-mata Saudi di perusahaan Twitter.

Jum'at, 08/11/2019 09:35 0

Amerika

AS Klaim Tak Mencuri Minyak Suriah

"Oleh karena itu, kami berusaha untuk menutup akses ISIS ke ladang-ladang minyak dan juga untuk memberikan kontrol kepada Kurdi dan SDF," imbuhnya.

Jum'at, 08/11/2019 08:02 0

Afrika

AS Sanksi Pemimpin Kelompok Jihadis Mali Front Pembebasan Macina

Front Pembebasan Macina pertama kali muncul pada Januari 2015, ketika bertanggung jawab atas serangan di Mali tengah. Kelompok ini muncul di tengah kekacauan negara itu setelah kudeta 2012 dan disusul intervensi militer Prancis setahun kemudian.

Jum'at, 08/11/2019 07:28 0

Opini

Merenda Nalar di Balik Cadar

Mengapa cadar harus dilarang?

Kamis, 07/11/2019 14:06 0

China

Tak Mau Kalah Saing, China Mulai Kembangkan Jaringan 6G

Teknologi yang terkait dengan layanan seluler ultra-cepat telah menjadi titik konflik utama antara Amerika Serikat dan China dalam beberapa bulan terakhir.

Kamis, 07/11/2019 14:04 0

Lebanon

Tuntut Perbaikan Sistem Negara, Demonstran Lebanon Kepung Instansi Pemerintah

Para demonstran Lebanon mulai mengepung instansi-instansi pemerintah di ibukota, Beirut, dan kota-kota lain.

Kamis, 07/11/2019 11:38 0

Turki

Erdogan: Turki Tangkap Istri Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi

"Kami menangkap istrinya dan tidak membuat keributan seperti mereka (AS)," kata Erdogan.

Kamis, 07/11/2019 11:05 0

Close