... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Klaim Tak Mencuri Minyak Suriah

Foto: Ladang minyak/Ilustrasi

KIBLAT.NET, Washington – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon), Kamis (07/11/2019), menolak dituduh mencuri minyak Suriah. Meskipun AS telah mengirim tambahan tentara untuk melindungi ladang minyak di negara konflik itu.

“Amerika Serikat tidak mendapat manfaat dari semua ini. Manfaatnya adalah untuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang bersama dengan kekuatan Barat berpartisipasi dalam perang melawan ISIS,” kata juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman mengatakan, seperti dilansir AFP.

Ia menjelaskan bahwa tujuannya memberi orang-orang Kurdi di wilayah itu, SDF , sumber pemasukan dan kemungkinan memperkuat kampanye militer mereka melawan ISIS.

“Oleh karena itu, kami berusaha untuk menutup akses ISIS ke ladang-ladang minyak dan juga untuk memberikan kontrol kepada Kurdi dan SDF,” imbuhnya.

ISIS memompa 45.000 barel per hari (bph) saat menguasai ladang minyak di Suriah dan Irak pada tahun 2015. Penjualan minyak itu memberikan ISIS pemasukan 1,5 juta dolar sehari untuk membiayai operasinya, menurut Kepala Staf Angkatan Darat AS William Byrne.

“Kami tidak akan membiarkan ini diulang,” katanya.

Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pekan lalu menuduh Amerika Serikat menyelundupkan minyak dari Suriah senilai $30 juta setiap bulan. Ia mengatakan kepada wartawan bahwa Washington tidak berniat meninggalkannya (ladang minyak timur laut Suriah) dalam waktu dekat. Ia menganggap tindakan militer AS tersebut “ilegal”.

Setelah menarik pasukan AS dari timur laut Suriah pada 6 Oktober, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa “sejumlah kecil tentara AS” akan tetap di Suriah, “di daerah-daerah di mana ada minyak.”

BACA JUGA  AS Tangguhkan Pelatihan 300 Pilot Saudi Pasca Insiden di Pangkalan Pensacola

Laporan AFP sebelumnya menyebutkan bahwa jumlah tentara AS di Suriah tidak berkurang meski Trump mengumumkan penarikan.

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Radikalisme, Ketua MIUMI Aceh: Menag Harus Jelaskan Maknanya

Pernyataan Fachrul Razi terkait radikalisme menghadirkan polemik di masyarakat

Kamis, 07/11/2019 22:22 0

Indonesia

Jokowi Kritisi Kebijakan Impor Pacul

Jokowi buka suara terkait pacul yang diimpor hingga ratusan ribu jumlahnya.

Kamis, 07/11/2019 21:44 0

Indonesia

Komisi VIII Minta Menag Stop Buat Resah Publik

Anggota Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis menilai banyak pernyataan Menteri Agama (Menag) Fachrul Rozi yang membuat gaduh.

Kamis, 07/11/2019 20:07 0

Indonesia

MIUMI: Radikalisme Bukan Tupoksi Menteri Agama

Pernyataan Menteri Agama tentang komitmennya untuk memberantas radikalisme menghadirkan polemik di masyarakat.

Kamis, 07/11/2019 19:16 0

Indonesia

Daripada Bahas Cadar, Menag Diminta Pastikan RUU Miras Rampung

Fahira Idris menyarankan Menag untuk lebih menyentuh hal-hal yang sifatnya lebih substansial daripada membahas cadar

Kamis, 07/11/2019 18:52 0

Indonesia

Menag Sebut Penggunaan Cadar dan Celana Cingkrang Ada Tempatnya

Dalam forum tersebut, ia keukeuh bahwa cadar bukan ukuran ketaqwaan.

Kamis, 07/11/2019 18:32 0

Indonesia

PERSIS: Pelarangan Cadar Menyalahi Hukum

Pelarangan cadar adalah sebuah tindakan yang menyalahi hukum, baik syariat maupun negara.

Kamis, 07/11/2019 17:35 0

Opini

Merenda Nalar di Balik Cadar

Mengapa cadar harus dilarang?

Kamis, 07/11/2019 14:06 0

Indonesia

Peneliti LPMQ Sebut Perlu Ada Sertifikasi Guru Al-Quran

Peneliti Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), Ahman Jaeni menegaskan perlu adanya sertifikasi guru Al-Quran.

Kamis, 07/11/2019 14:02 0

Indonesia

Soal Cadar, Komisi VIII DPR: Menag Harus Menyejukkan

Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto angkat suara terkait polemik pelarangan cadar dan celana cingkrang.

Kamis, 07/11/2019 13:35 0

Close