... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Peneliti LPMQ Sebut Perlu Ada Sertifikasi Guru Al-Quran

Foto: Mushaf Al-Quran

KIBLAT.NET, Jakarta – Peneliti Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), Ahman Jaeni menegaskan perlu adanya sertifikasi guru Al-Quran. Hal ini diungkapkannya usai menemukan masih banyak dari mahasiswa Universitas Islam Negeri yang kemampuan baca tulis Al-Quran nya dibawah standar.

Temuan terungkap dari hasil penelitian tentang Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an Mahasiswa UIN di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada 14 UIN yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia dengan metode ex post facto.

Setiap kampus dipilih 50 responden dengan komposisi 25 mewakili prodi umum, dan 25 mewakili prodi agama. Pengumpulan data dilakukan pada September 2019, dengan menggunakan empat instrumen yang secara teknis dilakukan secara simultan, yaitu: tes kemampuan, kuosioner, wawancara, dan dokumentasi.

“Kami menemukan, dari 700 responden yang diteliti, sebanyak 28,9% di antaranya adalah memiliki indeks kemampuan baca tulis Al-Qur’an di bawah 2 dari skala 1 – 5,” papar Ketua Tim Penelitian Kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an Mahasiswa UIN di Indonesia Ahmad Jaeni dalam siaran pers yang diterima Kiblat.net pada Kamis (07/09/2019).

Menurut Jaeni, dengan mengasumsikan para mahasiswa telah mengenyam pembelajaran Al-Qur’an sejak usia PAUD, TK ataupun SD, baik melalui program BTQ di sekolah maupun TKQ/TPQ. Maka setidaknya ada dua faktor utama penyebab mereka berkemampuan baca tulis Al-Qur’an rendah. Pertama, pembelajaran Al-Qur’an tidak tuntas. Kedua, gurunya tidak kompeten.

BACA JUGA  Dianggap Hina Wapres Ma'ruf Amin, Ustadz Ja'far Shodiq Dipolisikan

Faktor kompetensi guru menjadi sorotan Jaeni dalam seminar ini. Sebab, sebaik apapun metode yang digunakan, keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an sangat tergantung pada kompetensi guru.

“Sertifikasi guru Al-Qur’an menjadi instrument yang niscaya dilakukan. Sertifikasi setidaknya bisa menjamin standar kompetensi guru Al-Qur’an,” tegasnya.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Lebanon

Tuntut Perbaikan Sistem Negara, Demonstran Lebanon Kepung Instansi Pemerintah

Para demonstran Lebanon mulai mengepung instansi-instansi pemerintah di ibukota, Beirut, dan kota-kota lain.

Kamis, 07/11/2019 11:38 0

Turki

Erdogan: Turki Tangkap Istri Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi

"Kami menangkap istrinya dan tidak membuat keributan seperti mereka (AS)," kata Erdogan.

Kamis, 07/11/2019 11:05 0

Thailand

15 Tewas Dalam Serangan di Pos Militer di Yala, Thaliand Selatan

"Dua belas orang tewas di lokasi serangan, dua meninggal kemudian di rumah sakit, dan satu meninggal pagi ini," kata jubir militer seraya menambahkan bahwa pemberontak juga merebut senapan M-16 dan amunisi dari pos-pos pemeriksaan.

Kamis, 07/11/2019 10:09 0

Suriah

Gempuran Rusia Kembali Meningkat di Idlib, Fokus Target Fasilitas Medis

Salah satu rudal itu juga menargetkan titik pertahanan perempuan milik White Helmets di Jisr al-Shughour.

Kamis, 07/11/2019 08:20 0

Video News

Ada Apa dengan Radikalisme?

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengritisi penggunaan istilah radikalisme yang serampangan.

Rabu, 06/11/2019 20:45 0

Prancis

Prancis Klaim Lumpuhkan Orang Nomor Dua JNIM

“Abu Abdurrahman Al-Maghrabi adalah ‘teroris’ paling berbahaya kedua di Sahel, terutama oleh Amerika," katanya.

Rabu, 06/11/2019 18:32 0

Belanda

Belanda Akui Puluhan Sipil Tewas Akibat Operasi Militernya di Irak 2015 Silam

Operasi itu menargetkan lokasi yang diduga pabrik bom milik ISIS di Hawija di provinsi Kirkuk, Irak

Rabu, 06/11/2019 08:59 0

Amerika

Meski Diumumkan Ditarik, Jumlah Tentara AS di Suriah Tak Berkurang

Laporan media terbaru menyebutkan bahwa jumlah tentara AS di Suriah tidak berkurang meskipun ada pengumuman penarikan diri

Rabu, 06/11/2019 07:23 0

Yaman

Pemerintah Teken Nota Perdamaian Dengan Kelompok Separatis Yaman Selatan

- Pemerintah sah Yaman menandatangani nota kesepakatan pembagian kekuasaan dengan kelompok separatis demi menghentikan pertikaian antar dua kubu.

Rabu, 06/11/2019 01:41 0

India

Cabut Otonomi Sepihak, India Bagi Kashmir Jadi Dua Wilayah

India secara resmi mencabut otonomi konstitusional Jammu dan Kashmir yang disengketakan dan membaginya menjadi dua wilayah federal untuk mengintegrasikan sepenuhnya ke negara itu.

Selasa, 05/11/2019 16:28 0

Close