... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

MIUMI: Radikalisme Bukan Tupoksi Menteri Agama

Foto: Ketua MIUMI Aceh Dr. Muhammad Yusran Hadi, LC, MA

KIBLAT.NET, Banda Aceh – Pernyataan Menteri Agama RI Jenderal (purn) TNI Fachrul Razi tentang komitmennya untuk memberantas radikalisme menghadirkan polemik di tengah-tengah masyarakat. Banyak pihak yang menyayangkan pernyataan Menteri Agama tersebut.

Dr. M. Yusran Hadi, Lc., MA. selaku Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh menilai pernyataan Menteri Agama terkait radikalisme telah menimbulkan kegaduhan di tengah umat Islam Indonesia.

“Pernyataannya ini telah membuat kegaduhan umat Islam dan bangsa Indonesia. Sepatutnya seorang menteri Agama memberikan pernyataan yang menyejukkan dan menyatukan umat. Bukan membuat polemik dan masalah,” kata Yusran kepada Kiblat.net pada Kamis (07/11/2019).

Menurut Yusran, pernyataan Menag tentang radikalisme telah menyinggung dan menyakiti umat Islam, bahkan bisa dianggap melecehkan dan mendiskreditkan Islam. Karena selama ini isu radikalisme merupakan propaganda musuh-musuh Islam dan orang-orang islamophobia yang ditujukan kepada Islam dan umat Islam.

Islam, lanjut Yusran, tidak pernah mengajarkan radikalisme dan terorisme, bahkan melarangnya.

“Islam agama rahmatan lil a’alamin, Islam mengajarkan kasih sayang dan kelembutan. Islam juga mengajarkan akhlak yang mulia dan kebaikan. Tidak hanya itu, Islam melarang keburukan dan kejahatan, termasuk radikalisme dan terorisme, bahkan mengharamkannya. Maka umat Islam bukan orang-orang radikal atau teroris seperti yang dituduh selama ini,” ujar Yusran.

Yusran juga menegaskan bahwa persoalan radikalisme sejatinya bukanlah tupoksi Menag. Maka tidak patut hal itu menjadikan prioritas salah satu agenda kerja Menag.

BACA JUGA  Ombudsman: Polisi Isi Jabatan di Luar Institusi karena Diskresi Terlalu Luas

“Justru pernyataan Menag menjadi kontra produktif dan blunder bagi dirinya dan lembaga yang dipimpinnya. Akibatnya, menghilangkan marwah Kemenag dan kepercayaan rakyat. Juga menjadi blunder dan citra buruk bagi pemerintahan Jokowi,” tegasnya.

Yusran pun berharap agar Menag sebaiknya fokus memikirkan tupoksi kerja dan lembaga yang dipimpinnya. Mengingat selama ini banyak permasalahan di Kemenag yang harus diperbaiki seperti korupsi, jual beli jabatan, kinerja buruk, kesejahteraan pegawai, dan lainnya.

“Maka Menag jangan sibuk memikirkan sesuatu yang bukan tugasnya. Masih banyak permasalahan yang harus dituntaskan, terutama memberantas paham-paham sesat yang berkembang di Indonesia seperti Syiah, Liberal, Komunis, Ahmadiyah, dan paham sesat lainnya yang bertentangan dengan Ahlussunnah wal Jamaah dan berpotensi memecah belah persatuan bangsa dan NKRI. Ini seharusnya menjadi perhatian dan prioritas Menag,” pungkasnya.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Opini

Merenda Nalar di Balik Cadar

Mengapa cadar harus dilarang?

Kamis, 07/11/2019 14:06 0

China

Tak Mau Kalah Saing, China Mulai Kembangkan Jaringan 6G

Teknologi yang terkait dengan layanan seluler ultra-cepat telah menjadi titik konflik utama antara Amerika Serikat dan China dalam beberapa bulan terakhir.

Kamis, 07/11/2019 14:04 0

Lebanon

Tuntut Perbaikan Sistem Negara, Demonstran Lebanon Kepung Instansi Pemerintah

Para demonstran Lebanon mulai mengepung instansi-instansi pemerintah di ibukota, Beirut, dan kota-kota lain.

Kamis, 07/11/2019 11:38 0

Turki

Erdogan: Turki Tangkap Istri Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi

"Kami menangkap istrinya dan tidak membuat keributan seperti mereka (AS)," kata Erdogan.

Kamis, 07/11/2019 11:05 0

Thailand

15 Tewas Dalam Serangan di Pos Militer di Yala, Thaliand Selatan

"Dua belas orang tewas di lokasi serangan, dua meninggal kemudian di rumah sakit, dan satu meninggal pagi ini," kata jubir militer seraya menambahkan bahwa pemberontak juga merebut senapan M-16 dan amunisi dari pos-pos pemeriksaan.

Kamis, 07/11/2019 10:09 0

Suriah

Gempuran Rusia Kembali Meningkat di Idlib, Fokus Target Fasilitas Medis

Salah satu rudal itu juga menargetkan titik pertahanan perempuan milik White Helmets di Jisr al-Shughour.

Kamis, 07/11/2019 08:20 0

Video News

Ada Apa dengan Radikalisme?

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengritisi penggunaan istilah radikalisme yang serampangan.

Rabu, 06/11/2019 20:45 0

Prancis

Prancis Klaim Lumpuhkan Orang Nomor Dua JNIM

“Abu Abdurrahman Al-Maghrabi adalah ‘teroris’ paling berbahaya kedua di Sahel, terutama oleh Amerika," katanya.

Rabu, 06/11/2019 18:32 0

Belanda

Belanda Akui Puluhan Sipil Tewas Akibat Operasi Militernya di Irak 2015 Silam

Operasi itu menargetkan lokasi yang diduga pabrik bom milik ISIS di Hawija di provinsi Kirkuk, Irak

Rabu, 06/11/2019 08:59 0

Amerika

Meski Diumumkan Ditarik, Jumlah Tentara AS di Suriah Tak Berkurang

Laporan media terbaru menyebutkan bahwa jumlah tentara AS di Suriah tidak berkurang meskipun ada pengumuman penarikan diri

Rabu, 06/11/2019 07:23 0

Close