... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Soal Pelarangan Cadar, Haris Azhar: Argumentasinya Apa?

Foto: Haris Azhar

KIBLAT.NET, Jakarta – Pegiat Hak Asasi Manusia, Haris Azhar mempertanyakan apa alasan Menag ingin melarang cadar di instansi pemerintah dengan dalih keamanan. Menurutnya, harus ada argumentasi jelas mengenai pelarangan tersebut.

“Saya menolak (pelarangan cadar.red) jika berdasarkan labeling, stigma radikal ekstrim atau teroris. (Pelarangan) itu harus diuji berdasarkan situasi yang otentik. Apa argumentasi nya apa, mana buktinya, jangan berdebat soal dilarang melarangnya aja,” ujar Haris Azhar melalui sambungan telepon, Selasa (05/11/2019).

Pelarangan Cadar itu menurut Haris haruslah diuji terlebih dahulu, dan harus memenuhi syarat-syarat bolehnya negara membatasi HAM warganya. Karena pada dasarnya, penggunaan cadar adalah bentuk HAM dan sesuai dengan ekspresi dan keyakinan masing-masing.

Menurut Haris, penggunaan cadar seharusnya tidak dipermasalahkan jika tidak mengurangi kinerja ASN yang bersangkutan. Kalaupun memang sudah ada kesepakatan di awal tentang pelarangan ini, Haris menyebut di dalam regulasi itu seharusnya ada solusi yang bisa dilakukan.
Misalnya, lanjut Haris, menaruh ASN yang bercadar tidak langsung berinteraksi dengan publik.

“Selama tidak mengurangi kinerja ASN dalam tugasnya masing-masing, dan saya pertegas, tidak hanya ditutup berlebih, dikurangi berlebih juga boleh selama tidak mengurangi batas-batas fungsi,” ujarnya.

Adapun selama tidak mengganggu keamanan nasional, moralitas publik, kesehatan publik, dan keteraturan publik,maka hak seorang warga negara tidak boleh dikurangi kebebasannya.

“Tetapi empat hal itu harus merujuk kepada aturan hukum, ada tidak aturan hukum negara ketika ingin membatasi itu. Lalu pembatasan itu harus bersifat sementara, tidak boleh selama-lamanya,” ujarnya.

BACA JUGA  Perppu Darurat Sipil Tak Mengatur Soal Wabah Penyakit

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

India

Cabut Otonomi Sepihak, India Bagi Kashmir Jadi Dua Wilayah

India secara resmi mencabut otonomi konstitusional Jammu dan Kashmir yang disengketakan dan membaginya menjadi dua wilayah federal untuk mengintegrasikan sepenuhnya ke negara itu.

Selasa, 05/11/2019 16:28 0

News

WhatsApp Kena Hack, Apakah Harus Ganti Aplikasi?

Ada banyak kemarahan dan kekhawatiran di banyak negara termasuk India, setelah WhatsApp mengonfirmasi bahwa beberapa penggunanya menjadi sasaran spyware.

Selasa, 05/11/2019 14:33 0

Eropa

Intimidasi Kelompok Sayap Kanan Terhadap Muslim di Jerman Memprihatinkan

Jerman secara resmi menyatakan keprihatinan atas maraknya warga yang mendeklarasikan diri sebagai milisi sayap kanan.

Selasa, 05/11/2019 13:08 0

Artikel

Rasionalisasi Potensi Konflik Lebanon-Israel

Dua serangan drone Agustus lalu, yang diduga kuat berasal dari Israel dianggap sebagai deklarasi perang oleh pihak Lebanon.

Selasa, 05/11/2019 12:45 0

Turki

Turki Klaim Tangkap Saudari Kandung Abu Bakar Al-Baghdadi

“Saat ini kami menginterogasinya, beserta suami dan menantunya yang turut ditangkap,” kata sumber pejabat senior Turki kepada Reuters pada Senin.

Selasa, 05/11/2019 08:54 0

Irak

Tiga Demonstran Tewas Dalam Demo Anti-Iran di Karbala, Irak Selatan

Wartawan AFP melihat setidaknya dua demonstran terbaring tak bergerak setelah ditembak di dada.

Selasa, 05/11/2019 08:04 0

Opini

Wiranto yang Ditusuk, Umat Islam yang Kesakitan

Seharusnya, dari kasus penusukan Wiranto yang dievaluasi adalah pengamanannya.

Senin, 04/11/2019 22:14 0

News

Dari Natsir ke Nadiem: Akar Pendidikan di Indonesia

Oleh: Beggy Rizkiansyah, kolumnis Kiblatnet KIBLAT.NET – “Jika rakyat Indonesia tidak menggulung lengan baju mengurus sendiri...

Senin, 04/11/2019 17:03 1

Wilayah Lain

Sensasi Jaringan 5G, Apa yang Dirasakan Orang-orang di Korsel?

Bayangkan mengunduh selusin film definisi tinggi dalam hitungan detik, atau melakukan panggilan video dengan teman atau kolega di luar negeri dengan lag yang nyaris nol.

Senin, 04/11/2019 15:30 0

Suara Pembaca

Menuju Indonesia Maju

Tidak ada seorang pun yang menginginkan Indonesia mundur, kecuali para penjajah.

Senin, 04/11/2019 14:42 0

Close