... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Prancis Klaim Lumpuhkan Orang Nomor Dua JNIM

KIBLAT.NET, Paris – Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Florence Parly, mengumumkan bahwa pasukan Perancis yang ditempatkan di Mali berhasil membunuh Abu Abdurrahman Al-Maghrabi, orang nomor dua Jama’ah Nusratul Islam wal Muslimin (JNIM).

Menteri perempuan itu menjelaskan, seperti dilansir Sky News Arabia pada Selasa (05/11/2019), Al-Maghribi terbunuh dalam operasi gabungan Prancis-Mali. Parly menjelaskan hal itu setelah pulang mengunjungi negara-negara Sahel Afrika.

“Abu Abdurrahman Al-Maghrabi adalah ‘teroris’ paling berbahaya kedua di Sahel, terutama oleh Amerika,” katanya.

Menurut kantor berita AFP, Al-Maghribi bergabung dengan Organisasi Al-Qaidah cabang Maghreb (AQIM) pada 2012. Ia dan Iyad Agha-Ghali kemudian mendeklarasikan JNIM beberapa tahun kemudian. JNIM merupakan gabungan kelompok-kelompok jihadis di Sahel dan menyatakan bagian dari Al-Qaidah.

Kelompok itu mengklaim serangan terhadap pasukan Mali di Pulkasi dan Mondoro pada akhir September dan awal Oktober yang menewaskan 40 tentara.

JNIM kerap meluncurkan serangan mematikan yang menewaskan puluhan tentara Mali dan pasukan Prancis.

Sebanyak 4.500 tentara Prancis ditempatkan di Sahel untuk memerangi kelompok-kelompok Islam bersenjata yang ingin mendirikan negara Islam. Prancis tak sendirian, negara itu juga mengajak negara-negara Afika dalam misinya.

Sumber: Sky News Arabia
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Pelarangan Cadar, Haris Azhar: Argumentasinya Apa?

Pegiat Hak Asasi Manusia, Haris Azhar mempertanyakan apa alasan Menag ingin melarang cadar di instansi pemerintah dengan dalih keamanan.

Rabu, 06/11/2019 01:04 0

Indonesia

Pria di Jakbar Hidup 10 Tahun Tanpa Listrik

Kudus, yang mendapatkan uang sebagai pemulung, mengatakan ia tidak memiliki penghasilan tetap untuk membeli listrik.

Selasa, 05/11/2019 16:05 0

Indonesia

Raker Komisi XI Dengan Kemenkeu, Penerimaan Negara di 2019 Cuma Tumbuh 3,2%

Komisi XI DPR menggelar Rapat Kerja perdana dengan jajaran Kementerian Keuangan termasuk Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati untuk membahas evaluasi kinerja APBN 2019 dan rencana kerja Kemenkeu Tahun Anggaran 2020.

Selasa, 05/11/2019 14:11 0

Indonesia

Komisi VIII DPR: Tangani Radikalisme, Pemerintah Jangan Intervensi Ajaran Agama

Wakil Ketua komisi VIII DPR-RI, Ace Hasan Syadzily angkat suara terkait polemik radikalisme.

Selasa, 05/11/2019 13:33 0

Indonesia

LPSK Lindungi 9 Saksi Penembakan Mahasiswa Kendari

LPSK memutuskan memberikan perlindungan terhadap 9 orang saksi.

Selasa, 05/11/2019 12:47 0

Artikel

Rasionalisasi Potensi Konflik Lebanon-Israel

Dua serangan drone Agustus lalu, yang diduga kuat berasal dari Israel dianggap sebagai deklarasi perang oleh pihak Lebanon.

Selasa, 05/11/2019 12:45 0

Opini

Wiranto yang Ditusuk, Umat Islam yang Kesakitan

Seharusnya, dari kasus penusukan Wiranto yang dievaluasi adalah pengamanannya.

Senin, 04/11/2019 22:14 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Partai Gelora Dideklarasikan 10 November

eks pentolan PKS seperti Anis Matta dan Fahri Hamzah, siap-siap untuk mendeklarasikan Partai Gelombang Rakyat (Gelora)

Senin, 04/11/2019 19:41 0

Indonesia

Jurnalis Kiblatnet Ikuti Pelatihan dan Beasiswa Liputan Jurnalisme Data

KIBLAT.NET, Palu – Journocoders Indonesia bekerjasama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat menggelar pelatihan dan memberikan...

Senin, 04/11/2019 15:16 0

Suara Pembaca

Menuju Indonesia Maju

Tidak ada seorang pun yang menginginkan Indonesia mundur, kecuali para penjajah.

Senin, 04/11/2019 14:42 0

Close
CLOSE
CLOSE