... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Belanda Akui Puluhan Sipil Tewas Akibat Operasi Militernya di Irak 2015 Silam

Foto: Jet tempur koalisi AS/ilustrasi

KIBLAT.NET, Amsterdam – Setelah empat tahun berlalu, Belanda mengakui bahwa operasi udaranya di kota Hawija, Irak, menewaskan puluhan sipil tak berdosa. Kementerian Pertahanan Belanda mengatakan bahwa sedikitnya 70 orang tewas pada serangan Juni 2015 tersebut.

Dilansir dari BBC pada Selasa (05/11/2019), ini merupakan pertama kalinya pemerintah Belanda mengumumkan perincian serangan udara ini. Operasi ini menargetkan lokasi yang diduga pabrik bom milik ISIS di Hawija utara ibukota Irak, Baghdad.

Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Belanda, terjadinya “ledakan sekunder” yang tidak terduga kemungkinan menambah jatuhnya korban sipil.

“Lokasi yang dibom pada malam 2 Juni 2015 itu kemungkinan digunakan untuk membuat bom mobil yang digunakan dalam serangan mereka,” tambah pernyataan tersebut.

Belum jelas berapa total warga sipil dan pejuang ISIS yang tewas akibat serangan itu. Mehan Belanda, Anna Bielefeld hanya mengatakan, “Memisahkan antara kombatan dan warga sipil tidak dapat lagi diidentifikasi setelah serangan.”

Belefeld mengatakan bahwa sebelum serangan udara, intelijen mengatakan “tidak ada warga sipil di sekitar target.”

“Area perumahan terdekat dari lokasi target berada di luar sasaran yang dihancurkan. Tapi setelah serangan itu, ada beberapa ledakan sekunder yang tak terduga berdasarkan pengalaman sebelumnya mengenai jenis target ini, yang mengarah pada tingkat kehancuran,” klaimnya.

Belakangan diketahui, kata pernyataan tersebut, jumlah bom yang ada di pabrik itu melebihi dari yang diperkirakan berdasarkan informasi intelijen. Bom-bom itu turut meledak dan mengarah ke pemukiman sipil.

Aeroor, sebuah organisasi yang memantau korban sipil, mengatakan sedikitnya 26 anak-anak dan 22 perempuan termasuk di antara korban serangan Belanda di Hawija itu.

Kementerian Kehakiman Belanda membenarkan bahwa serangan udara menargetkan kota Mosul di Irak pada 20 September 2015, menewaskan empat warga sipil. Penembakan itu juga menghancurkan sebuah rumah setelah dinas intelijen keliru mengklasifikasikannya sebagai markas besar ISIS.

Menurut laporan pada 26 September, unit-unit militer yang memerangi ISIS di Suriah dan Irak melakukan 34.573 serangan udara antara 2014 dan 2019, menewaskan sedikitnya 1.335 orang secara tidak sengaja.

Namun, Aeroor mengatakan bahwa antara 8.214 dan 13.125 warga sipil terbunuh oleh operasi militer koalisi selama periode itu.

Sumber: BBC
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Soal Pelarangan Cadar, Haris Azhar: Argumentasinya Apa?

Pegiat Hak Asasi Manusia, Haris Azhar mempertanyakan apa alasan Menag ingin melarang cadar di instansi pemerintah dengan dalih keamanan.

Rabu, 06/11/2019 01:04 0

Indonesia

Pria di Jakbar Hidup 10 Tahun Tanpa Listrik

Kudus, yang mendapatkan uang sebagai pemulung, mengatakan ia tidak memiliki penghasilan tetap untuk membeli listrik.

Selasa, 05/11/2019 16:05 0

Indonesia

Raker Komisi XI Dengan Kemenkeu, Penerimaan Negara di 2019 Cuma Tumbuh 3,2%

Komisi XI DPR menggelar Rapat Kerja perdana dengan jajaran Kementerian Keuangan termasuk Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati untuk membahas evaluasi kinerja APBN 2019 dan rencana kerja Kemenkeu Tahun Anggaran 2020.

Selasa, 05/11/2019 14:11 0

Indonesia

Komisi VIII DPR: Tangani Radikalisme, Pemerintah Jangan Intervensi Ajaran Agama

Wakil Ketua komisi VIII DPR-RI, Ace Hasan Syadzily angkat suara terkait polemik radikalisme.

Selasa, 05/11/2019 13:33 0

Indonesia

LPSK Lindungi 9 Saksi Penembakan Mahasiswa Kendari

LPSK memutuskan memberikan perlindungan terhadap 9 orang saksi.

Selasa, 05/11/2019 12:47 0

Artikel

Rasionalisasi Potensi Konflik Lebanon-Israel

Dua serangan drone Agustus lalu, yang diduga kuat berasal dari Israel dianggap sebagai deklarasi perang oleh pihak Lebanon.

Selasa, 05/11/2019 12:45 0

Opini

Wiranto yang Ditusuk, Umat Islam yang Kesakitan

Seharusnya, dari kasus penusukan Wiranto yang dievaluasi adalah pengamanannya.

Senin, 04/11/2019 22:14 0

Indonesia

Fahri Hamzah: Partai Gelora Dideklarasikan 10 November

eks pentolan PKS seperti Anis Matta dan Fahri Hamzah, siap-siap untuk mendeklarasikan Partai Gelombang Rakyat (Gelora)

Senin, 04/11/2019 19:41 0

Indonesia

Jurnalis Kiblatnet Ikuti Pelatihan dan Beasiswa Liputan Jurnalisme Data

KIBLAT.NET, Palu – Journocoders Indonesia bekerjasama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat menggelar pelatihan dan memberikan...

Senin, 04/11/2019 15:16 0

Suara Pembaca

Menuju Indonesia Maju

Tidak ada seorang pun yang menginginkan Indonesia mundur, kecuali para penjajah.

Senin, 04/11/2019 14:42 0

Close