... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

LPSK Lindungi 9 Saksi Penembakan Mahasiswa Kendari

Foto: Maneger Nasution, Wakil Ketua LPSK

KIBLAT.NET, Jakarta – Publik sampai saat ini masih menantikan pengungkapan dan penanganan kasus tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari saat berunjuk rasa di depan DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis, 26 September 2019 oleh Polri.

Sebagai bagian upaya mendukung proses hukum untuk mengungkap kejadian yang menghilangkan nyawa dua mahasiswa itu, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) memutuskan memberikan perlindungan terhadap 9 orang saksi. Perlindungan diberikan karena mereka memiliki informasi penting terkait kejadian itu.

Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution mengungkapkan, Rapat Paripurna Pimpinan LPSK memutuskan memberikan perlindungan terhadap 9 orang saksi pada kasus tewasnya dua mahasiswa UHO. “(Permohonan perlindungan) Sudah diputuskan. Selanjutnya pemberian layanan,” kata Maneger dalam siaran pers kepada Kiblat.net pada Selasa (05/11-2019).

Sebelum pemberian layanan, kata Maneger, terlebih dahulu akan dilakukan penandatanganan perjanjian perlindungan dari para saksi yang kemudian disebut sebagai Terlindung dengan LPSK. Dalam perjanjian itu diatur mengenai hal dan kewajiban para Terlindung dalam mengakses layanan dari LPSK.

Dengan telah ditetapkan sejumlah saksi dalam program perlindungan LPSK, Maneger berharap, Polri konsisten untuk mengungkap kasus ini serta memproses hukum yang diduga terlibat dan menjadi pelaku. “Pemberian perlindungan terhadap saksi tidak lain dalam upaya mewujudkan proses hukum,” tegas Maneger.

Masih kata Maneger, pihaknya telah berkoordinasi dengan tim Mabes Polri yang juga menangani kasus ini, antara lain dengan Kepala Biro Provos Mabes Polri Brigjen Hendro Pandowo. Informasi yang berhasil dihimpun, proses sidang etik telah selesai dan hasilnya, terdapat beberapa anggota Polri yang diberikan sanksi.

BACA JUGA  Gugus Tugas Covid-19 Imbau Masyarakat Tetap Jaga Jarak

Karo Provos Mabes Polri Brigjen Hendro Pandowo saat menerima kunjungan Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution di ruang kerjanya, Selasa (29/10-2019) lalu, mengungkapkan, Polri telah membentuk tim untuk memproses kasus ini. Tim pertama untuk proses sidang etik dan tim lainnya untuk proses peradilan umum.

Hendro yang juga Ketua Tim Disiplin Proses Etik, menyatakan, sidang etik dalam proses pengamanan unjuk rasa berujung jatuhnya korban jiwa di Kendari, telah selesai. Beberapa anggota Polri yang dinyatakan melanggar standar operasional prosedur telah diberikan hukuman dan sanksi.

Sedangkan untuk peradilan umum, lanjut dia, prosesnya berbeda lagi dan rencananya, tim dari Polri akan menempuh pembuktian secara ilmiah. Hal ini untuk memperkuat bukti-bukti guna mengungkap kasus tersebut. “Pembuktian ilmiah khususnya dalam proses uji balistik,” kata dia.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Artikel

Rasionalisasi Potensi Konflik Lebanon-Israel

Dua serangan drone Agustus lalu, yang diduga kuat berasal dari Israel dianggap sebagai deklarasi perang oleh pihak Lebanon.

Selasa, 05/11/2019 12:45 0

Turki

Turki Klaim Tangkap Saudari Kandung Abu Bakar Al-Baghdadi

“Saat ini kami menginterogasinya, beserta suami dan menantunya yang turut ditangkap,” kata sumber pejabat senior Turki kepada Reuters pada Senin.

Selasa, 05/11/2019 08:54 0

Irak

Tiga Demonstran Tewas Dalam Demo Anti-Iran di Karbala, Irak Selatan

Wartawan AFP melihat setidaknya dua demonstran terbaring tak bergerak setelah ditembak di dada.

Selasa, 05/11/2019 08:04 0

Opini

Wiranto yang Ditusuk, Umat Islam yang Kesakitan

Seharusnya, dari kasus penusukan Wiranto yang dievaluasi adalah pengamanannya.

Senin, 04/11/2019 22:14 0

News

Dari Natsir ke Nadiem: Akar Pendidikan di Indonesia

Oleh: Beggy Rizkiansyah, kolumnis Kiblatnet KIBLAT.NET – “Jika rakyat Indonesia tidak menggulung lengan baju mengurus sendiri...

Senin, 04/11/2019 17:03 1

Wilayah Lain

Sensasi Jaringan 5G, Apa yang Dirasakan Orang-orang di Korsel?

Bayangkan mengunduh selusin film definisi tinggi dalam hitungan detik, atau melakukan panggilan video dengan teman atau kolega di luar negeri dengan lag yang nyaris nol.

Senin, 04/11/2019 15:30 0

Suara Pembaca

Menuju Indonesia Maju

Tidak ada seorang pun yang menginginkan Indonesia mundur, kecuali para penjajah.

Senin, 04/11/2019 14:42 0

Irak

Memanas, Demonstran Irak Serbu Konsulat Iran di Karbala

"Para staf di konsulat melarikan diri melalui pintu belakang," kata seorang sumber kepada Arab News.

Senin, 04/11/2019 14:32 0

Suara Pembaca

Utang dan Kemandirian Ekonomi Bangsa

Utang Indonesia sudah mencapai angka sekitar Rp 4.500 trilyun di tahun 2018, naik dari Rp 3.938 trilyun.

Senin, 04/11/2019 14:14 0

Afrika

Kehilangan 51 Tentara Dalam Dua Hari, Kemampuan Militer Mali Dipertanyakan

Para penyerang menyerbu secara mendadak pada saat jam makan siang.

Senin, 04/11/2019 09:19 0

Close