Jurnalis Kiblatnet Ikuti Pelatihan dan Beasiswa Liputan Jurnalisme Data

KIBLAT.NET, Palu – Journocoders Indonesia bekerjasama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat menggelar pelatihan dan memberikan beasiswa liputan jurnalisme data untuk pengurangan risiko bencana di beberapa daerah di Indonesia diantaranya Kota Palu, Padang, dan Banda Aceh.

Jadwal pelatihan tersebut dimulai dari Kota Palu tanggal 1-3 November yang kemudian dilanjutkan ke Kota Padang tanggal 8-10 November serta yang terakhir di Kota Banda Aceh tanggal 22-24 November.

Pada kesempatan kali ini, Jurnalis Kiblatnet, Muhammad Salam berkesempatan untuk mengikuti acara yang digelar di Kota Palu. Dalam acara tersebut, yang bertindak sebagai pemateri pertama adalah data trainer Journocoders, Azaria Laraz membawakan materi tentang pengenalan data dan pencarian data. Menurutnya pencarian data adalah hal yang paling pertama dilakukan ketika akan membuat sebuah visualisasi data menjadi sebuah grafik maupun tabel sehingga membuat pembaca disajikan berita bukan hanya sebatas tulisan namun juga data yang mudah dipahami pembaca.

Selain itu, dia juga menjelaskan bagaimana jurnalisme data diruang redaksi diantaranya mencari topik dan berdiskusi, melaporkan dan mengumpulkan data, menganalisis data menuliskan cerita, visualisasi data dan yang paling akhir adalah verifikasi dan editing.

“Apa sih yang dimaksud dengan data?” tanyanya kepada peserta pelatihan, Jumat (01/11/2019).

Wanita yang akrab disapa Aza tersebut juga mengungkapkan data yang “bersih” merupakan data yang siap dianalisis seperti menggunakan fungsi pivot table dan filter.

BACA JUGA  HRS Pulang, Sekjen FPI: Antusias Umat Sangat Besar

“Kalau kita ingin mencari sebuah data seperti data gempa bumi ke BMKG dan data kesehatan  di Kementerian Kesehatan, jadi kalau sudah ada data tentu tugas kita membersihkan data itu dan menganalisisnya sehingga kita bukan hanya menerima mentah-mentah datanya akan tetapi kita juga bisa mengkritisi data tersebut jika ada yang tidak sesuai didalam data itu,” ujar Aza.

Sementara itu pemateri kedua, Aghnia Adzkia yang merupakan Senior Visual dan Data Journalist BBC World Service for East Asia Hub banyak menjelaskan tentang bagaimana menganalisis data menggunakan google spreadsheet serta juga menjelaskan beberapa pendekatan dalam menganalisis data.

“Jadi pendekatan analisis data itu ada beberapa diantaranya dengan cara outliers, yaitu hal yang menonjol dalam data seperti terbanyak, tertinggi, terpendek, terlama, dan terbesar,” jelasnya.

Reporter: Salam Abdurrahman
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat