Romo Syafi’i Khawatir Deradikalisasi Mengarah ke Deislamisasi

KIBLAT.NET, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Syafii khawatir kampanye anti radikalisme justru mengarah pada deislamisasi. Sebab, ada upaya untuk melarang ajaran Islam seperti cadar.

“Ini muncul upaya untuk tidak boleh pakai cadar, jangan pakai celana cingkrang, baca doa pakai bahasa Indonesia, dan sebagainya.

Ini kayaknya ada upaya untuk mendiskreditkan Islam. Saya khawatir isu radikalisme ini identik dengan deislamisasi,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Sabtu (02/09/2019).

Ia juga mengaku heran kenapa deradikalisasi seperti hanya dialamatkan kepada Islam. “Ya pertanyaannya ada nggak, semacam upaya yang sama terhadap agama lain? Nggak ada,” tutur politisi partai Gerindra ini.

Legislator asal Medan ini menegaskan bahwa karena saat ini tidak ada istilah baku tentang radikalisme, masyarakat menjadi saling curiga. Kata tersebut, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu.

“Kata itu (radikalisme.red) bisa dialamatkan kepada siapa saja. Ini yang harus dilawan masyarakat,” paparnya.

Karena pemerintah bingung, lanjutnya, akhirnya muncul istilah manipulator agama. Pria yang akrab disapa Romo ini pun menganggap kata manipulator agama semakin membingungkan.

“Lalu kemudian karena kebingungan, kemudian muncul istilah manipulator agama. Kenapa kemudian manipulator itu tidak manipulator yang lain misalnya?,” tuturnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat