... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KontraS: Sanksi Etik Terkesan Lindungi Penembak Mahasiswa Kendari

Foto: yati andriyani

KIBLAT.NET, Jakarta – Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara menjatuhkan memberikan sanksi disiplin terhadap enam polisi yang membawa senjata api dalam demonstrasi yang menewaskan dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) pada 26 September 2019.

Atas keputusan ini, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyesalkan minimnya akuntabilitas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara dalam penegakan hukum untuk kasus meninggalnya 2 orang mahasiswa Universitas Halu Oleo.

“Keputusan Polda Sulawesi Tenggara yang hanya menjatuhkan sanksi karena pelanggaran kode etik tanpa segera diikuti dengan pemeriksaan pidana, menunjukan Polri terkesan sedang melindungi terduga pelaku penembakan dan penanggungjawab komando dalam pengamanan aksi yang mengakibatkan terjadinya penembakan dan jatuhnya korban jiwa,” ujar Yati Andriyani, Koordinator KontraS melalui rilisnya, Sabtu (02/11/2019).

Menurut Yati, putusan sidang etik ini tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan. Karena penembakan itu menyebabkan hilangnya nyawa korban.

Terlebih lagi, dengan adanya putusan sanksi tersebut, Yati menyebut hingga kini tidak terungkap siapa pelaku yang diduga melakukan penembakan dan kekerasan hingga jatuhnya korban saat aksi di Kendari tersebut.

“Kami khawatir bahwa ketiadaan akuntabilitas dan transparansi dari aparat kepolisian dalam kasus ini akan membuat penyelesaian kasus semakin kelam,” tuturnya,

Menurutnya, mekanisme sidang disiplin dan kode etik Polri tidak menghapuskan tuntutan pidana. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Pasal 12 ayat (1) PP 2/2003 tentang Peraturan Disiplin Polri jo. Pasal 28 ayat (2) Perkap 14/2011 tentang Kode Etik Polri yang menyatakan bahwa penjatuhan hukuman disiplin tidak menghapuskan tuntutan pidana.

BACA JUGA  Pengamat: Status WNI Eks ISIS di Pengungsian Masih Tidak Jelas

Ia pun mengaitkan tidak adanya akuntabilitas polisi dalam kasus mahasiswa Oleo ini seperti peristiwa tewasnya 9 orang pada saat peristiwa Aksi 21-23 Mei di Jakarta, yang hingga saat ini tidak berhasil mengungkap siapa pelaku penembakan tersebut.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Assad Mengaku Diuntungkan dengan Kesepakatan Erdogan-Putin

"Itu mungkin tidak mencapai segalanya ... itu membuka jalan untuk membebaskan daerah ini dalam waktu dekat yang kami harap," kata Assad.

Sabtu, 02/11/2019 13:12 0

Afrika

Kekeringan di Afrika Selatan, 45 Juta Orang Terancam Kelaparan

ekitar seperempat dari mereka saat ini mengalami kerawanan pangan akibat "kekeringan".

Sabtu, 02/11/2019 12:07 0

Rusia

Rusia Belum Sepenuhnya Yakin dengan Kematian Al-Baghdadi

Militer Rusia belum dapat mengkonfirmasi bahwa pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi terbunuh, sebagaimana dinyatakan oleh Amerika Serikat.

Sabtu, 02/11/2019 10:59 0

Rusia

Rusia: AS Selundupkan Minyak dari Suriah Senilai $30 Juta Tiap Bulan

Amerika Serikat juga mengendalikan "Tink Field", salah satu ladang terbesar di Suriah setelah "Field of Age", dan terletak di gurun Shu'ayat di pedesaan timur Deir Ezzor

Sabtu, 02/11/2019 08:54 0

Afrika

Puluhan Tentara Mali Tewas Disergap di Markas Militer

"Jumlah korban sementara meningkat menjadi 35 orang," kata pernyataan resmi militer di halam Facebook, seperti dilansir Al-Jazeera.

Sabtu, 02/11/2019 08:19 0

Eropa

Masjid Terbesar di Jerman Dihantui Teror Bom

Masjid Raya Cologne, yang terbesar di Jerman, dievakuasi pada hari Kamis (31/10/2019) menyusul ancaman bom.

Jum'at, 01/11/2019 15:40 0

Feature

Ahmad Si Pengembara dan Sepeda Onthelnya

Ahmad lalu mengatakan hendak menuju Bandung dengan sepeda onthelnya. Rencananya, ia akan melalui jalur tengah, yaitu Bogor, kemudian Cipanas dan Cianjur.

Jum'at, 01/11/2019 11:06 0

Turki

Turki Pulangkan Belasan Tentara Suriah yang Tertawan di Ras Al-Ain

Ke-18 tentara itu, kata pernyataan Kemenhan Turki, ditangkap pada Selasa lalu selama operasi penyisiran, pengintaian dan keamanan di kota Ras Al-Ain.

Jum'at, 01/11/2019 09:20 0

Afghanistan

Unit Militer Afghanistan Bentukan CIA Praktikkan Pembantaian dan Pelanggaran HAM

Pelanggaran-pelanggaran itu, jelas HRW, mengungkapkan pola pelanggaran hukum perang yang lebih besar.

Jum'at, 01/11/2019 08:35 0

Mesir

IM Desak PBB dan Lembaga HAM Selamatkan Dr. Mohamed Badie

Mohamed Badie adalah seorang akademisi Mesir, lahir pada 7 Agustus 1943.

Jum'at, 01/11/2019 07:49 0

Close