Kapolri Baru Diminta Selesaikan Kasus Penodaan Agama Ade Armando

KIBLAT.NET, Jakarta – LBH Street Lawyer berharap Kapolri Idham Aziz mampu melanjutkan kasus dugaan penodaan agama oleh Ade Armando. Advokat LBH Street Lawyer, Kamil Pasha mengatakan bahwa kasus Ade sempat dihentikan oleh Polda Metro Jaya di bawah dibawah komando Kapolda Idham saat itu.

Ade Armando sendiri kembali menjadi tersangka setelah putusan Praperadilan di PN Jaksel menegaskan bahwa perkara Ade harus tetap dilanjutkan.

“Tetapi perkaranya gagal dinaikkan ke Kejaksaan untuk selanjutnya diadili, meskipun kami telah berkirim surat agar perkara tersebut segera diproses guna menindaklanjuti putusan Praperadilan yang kami menangkan tersebut,” ujar Kamil saat dihubungi Kiblat.net, Sabtu (02/11/2019).

Kamil meminta Idham Azis sebagai Kapolri yang membawahi seluruh Kepolisian Daerah di Indonesia, untuk memerintahkan agar penyidik perkara Ade Armando serius dan profesional dalam menangani perkara tersebut.

“Bagaimana kelanjutan dari penanganan Tersangka Ade Armando dalam perkara dugaan Penodaan agama tersebut, apakah dengan berbekal jabatan Kapolri, Pak Idham mampu menuntaskan ‘hutang perkara’ Ade Armando,” ujarnya.

LBH Street beserta kliennya yakni masyarakat, dan umat Islam menunggu apakah Idham akan menjadi super hero bagi masyarakat, khususnya umat Islam yang telah resah karena agamanya dinodai. Yaitu dengan berani menangkap dan menahan Ade Armando.

“Atau sebaliknya, Ade Armando memang ‘terlalu sakti’ bagi Pak Idham Azis dengan jabatan Kapolri sekalipun,” ujar Kamil.

BACA JUGA  Habib Hanif: HRS Sudah Bayar Denda Administratif

Kamil menjelaskan, perkara dugaan Penodaan agama Islam oleh Tersangka Ade Armando sudah terlalu lama mengendap, karena laporan yang dibuat klien Kamil yaitu Johan Khan pada tahun 2015 dan polisi sempat menaikkan status Ade Armando menjadi tersangka.

Namun, meskipun Ade Armando sempat menjadi Tersangka, polisi tidak menangkap dan menahannya. Kasus tersebut malah sempat dihentikan, sebelum kemudian Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dinyatakan tidak sah oleh Hakim tunggal Praperadilan PN Jaksel, Aris Bawono Langgeng, pada tahun 2017. Sehingga Ade Armando kembali menjadi Tersangka.

“Dalam waktu empat tahun, kasus tersebut belum juga naik ke persidangan, padahal menurut kami perkara tersebut sudah memenuhi unsur tindak pidana yang disangkakan. Dan juga sudah cukup bukti,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Izhar Zulfikar

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat