... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KPAI Minta Mendikbud Kembalikan Pendidikan Sesuai Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Foto: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) baru saja merilis hasil pengawasan kekerasan dalam dunia pendidikan Indonesia 2019. Dari data yang dipaparkan oleh KPAI, angka kekerasan dalam lembaga pendidikan masih cukup tinggi.

Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti menyebut hal tersebut harus menjadi prioritas pekerjaan rumah Menteri Pendidikan yang baru. Menurutnya, selama ini, meskipun Permendikbud No. 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan sudah ada, “Akan tetapi pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah selama 4 tahun terakhir ini tidak mengacu pada Permendikbud tersebut,” kata Retno dalam konferensi pers yang digelar di gedung KPAI Pusat pada Rabu (30/10/2019).

Selain itu, KPAI juga meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI untuk mengembalikan pendidikan sesuai dengan pemikiran awal Ki Hajar Dewantara, bahwa “Pendidikan merupakan proses pembudayaan yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat yang tidak hanya bersifat pemeliharaan tetapi juga dengan maksud memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan.”

Dari pemikiran awal tersebut, Retno berkesimpulan bahwa pendidikan sejatinya menguatkan kebudayaan dan nilai-nilai luhur bangsa kepada generasi muda dan peserta didik.

“Ki Hadjar Dewantara membedakan antara sistem “pengajaran” dan “pendidikan”. Pendidikan dan pengajaran idealnya memerdekakan manusia secara lahiriah dan batiniah selalu relevan untuk segala jaman,” ujarnya.

BACA JUGA  Netty Aher: Ustadz Hilmi Aminuddin Berjasa Atas Kebangkitan Politik Islam

Retno pun kemudian memaparkan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Menurut Ki Hajar, pengajaran bersifat memerdekakan manusia dari aspek hidup lahiriah yaitu kemiskinan dan kebodohan. Sedangkan pendidikan lebih memerdekakan manusia dari aspek hidup batin yaitu otonomi berpikir dan mengambil keputusan, martabat, dan mentalitas demokratik.

“Artinya sistem pendidikan itu mampu menjadikan setiap individu hidup mandiri dan berani berpikir sendiri. Menurut Ki Hajar Dewantara, tujuan dari pendidikan adalah penguasaan diri, sebab disinilah pendidikan memanusiakan manusia (humanisasi, red.). Penguasaan diri merupakan langkah yang dituju untuk tercapainya pendidikan yang memanusiawikan manusia. Pendidikan tidak semata-mata bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan,” imbuh Retno.

Diakhir, KPAI juga mendorong Mendikbud baru melanjutkan kebijakan zonasi pendidikan. KPAI mengusulkan pendekatan zonasi tidak hanya digunakan untuk PPDB, tetapi juga untuk membenahi berbagai standar nasional pendidikan. Mulai dari kurikulum, sebaran guru, sebaran peserta didik, sampai kualitas sarana prasarana.

“Penerapan sistem zonasi untuk pemerataan pendidikan yang berkualitas sehingga diharapkan dapat mengatasi persoalan ketimpangan di masyarakat,” pungkas Retno.

Reporter: Qoid
Editor: Rusydan Abdul Hadi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Eropa

Masjid Terbesar di Jerman Dihantui Teror Bom

Masjid Raya Cologne, yang terbesar di Jerman, dievakuasi pada hari Kamis (31/10/2019) menyusul ancaman bom.

Jum'at, 01/11/2019 15:40 0

Feature

Ahmad Si Pengembara dan Sepeda Onthelnya

Ahmad lalu mengatakan hendak menuju Bandung dengan sepeda onthelnya. Rencananya, ia akan melalui jalur tengah, yaitu Bogor, kemudian Cipanas dan Cianjur.

Jum'at, 01/11/2019 11:06 0

Turki

Turki Pulangkan Belasan Tentara Suriah yang Tertawan di Ras Al-Ain

Ke-18 tentara itu, kata pernyataan Kemenhan Turki, ditangkap pada Selasa lalu selama operasi penyisiran, pengintaian dan keamanan di kota Ras Al-Ain.

Jum'at, 01/11/2019 09:20 0

Afghanistan

Unit Militer Afghanistan Bentukan CIA Praktikkan Pembantaian dan Pelanggaran HAM

Pelanggaran-pelanggaran itu, jelas HRW, mengungkapkan pola pelanggaran hukum perang yang lebih besar.

Jum'at, 01/11/2019 08:35 0

Mesir

IM Desak PBB dan Lembaga HAM Selamatkan Dr. Mohamed Badie

Mohamed Badie adalah seorang akademisi Mesir, lahir pada 7 Agustus 1943.

Jum'at, 01/11/2019 07:49 0

Suriah

ISIS Konfirmasi Kematian Al-Baghdadi dan Tunjuk Pemimpin Baru

"Dewan Syura telah membai’at Abu Ibrahim Al-Hashemi Al-Qurashi sebagai Amirul Mukminin dan Khalifah Umat Islam,” kata Abu Hamzah dalam rekaman yang disebar melalui aplikasi Telegram itu.

Jum'at, 01/11/2019 06:53 0

Suriah

Rezim Assad Seru Milisi Kurdi Gabung Militer Pemerintah

Kementerian Dalam Negeri Suriah yang mengatakan bahwa pihaknya siap "menyediakan semua layanan yang berkaitan dengan urusan sipil kepada semua orang di wilayah Suriah yang mengalami kesulitan."

Kamis, 31/10/2019 10:37 0

Amerika

Tekan Turki, DPR AS Loloskan Resolusi Kesultanan Ottoman Bantai Armenia

Pembantian itu terjadi pada era Perang Dunia I

Kamis, 31/10/2019 09:42 0

Malaysia

Bank-Bank Malaysia Blokir Rekening Warga dan Perusahaan Iran

"Hubungan kami sangat baik dengan Teheran, tetapi kami menghadapi tekanan yang sangat kuat dari pihak-pihak tertentu yang bisa Anda tebak,"

Kamis, 31/10/2019 07:38 0

Arab Saudi

Pertama Kalinya, Arab Saudi Gelar Pertandingan Gulat Putri

Pertandingan gulat ini menjadi bagian dari kegiatan "Riyadh Season".

Kamis, 31/10/2019 06:52 0

Close