Rezim Assad Seru Milisi Kurdi Gabung Militer Pemerintah

KIBLAT.NET, Damaskus – Tentara Suriah, Rabu (30/10/2019), menyeru para pejuang Pasukan Demokrat Suriah (SDF) bergabung dengan barisannya. Seruan ini dikeluarkan setelah pasukan Suriah menyebar di daerah-daerah administrasi Otoritas Otonomi Kurdi di sepanjang perbatasan dengan Turki untuk melawan serangan Ankara.

“Komando Tinggi Tentara dan angkatan bersenjata, setelah memperluas kendali atas wilayah Suriah, menyerukan elemen-elemen kelompok yang disebut SDF (Pasukan Demokrat Suriah) untuk bergabung dengan unit-unit tentara untuk menghadapi agresi Turki yang mengancam wilayah Suriah,” kata pengumuman Dephan Suriah.

Seruan itu dikeluarkan sehari setelah Rusia mengumumkan penyelesaian penarikan pasukan Kurdi dari wilayah itu, sesuai dengan kesepakatan yang dicapai oleh Moskow dan Ankara pada 22 Oktober. Kesepakatan itu mengatur penarikan pasukan Kurdi hingga kedalaman 30 kilometer dalam tenggat waktu 150 jam, yang berakhir Selasa pukul 15:00 GMT.

Perjanjian Sochi antara Rusia dan Turki merupakan kekalahan bagi pasukan Kurdi yang hampir kehilangan wilayah yang mereka kuasai di Suriah, sekitar sepertiga negara itu.

SANA juga mengutip pernyataan Kementerian Dalam Negeri Suriah yang mengatakan bahwa pihaknya siap “menyediakan semua layanan yang berkaitan dengan urusan sipil kepada semua orang di wilayah Suriah yang mengalami kesulitan.”

Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya siap menerima “siapa pun yang ingin bergabung dengan unit ISF dari apa yang disebut kelompok Asayish”, yang merupakan unit keamanan internal yang dikelola sendiri.

Ankara dan faksi-faksi oposisi Suriah melancarkan serangan besar pada 9 Oktober di Suriah timur laut, untuk mengusir para pejuang Kurdi keluar dari perbatasan. Ankara ingin membentuk zona aman yang bertujuan untuk mengembalikan sebagian besar dari 3,6 juta pengungsi di wilayahnya.

Ankara mengklasifikasikan pejuang Kurdi sebagai “teroris” dan dipandang sebagai perpanjangan dari PKK, yang telah melancarkan pemberontakan di wilayahnya selama beberapa dekade.

Atas permintaan Kurdi, pasukan rezim dikerahkan di daerah perbatasan di timur laut Suriah, setelah secara bertahap ditarik dari mereka sejak 2012.

Sementara itu, pasukan Turki dan Rusia akan mulai berpatroli di daerah sepanjang 10 kilometer di Suriah timur laut pada hari Jumat, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Rabu.

Sumber: Sky News Arabia
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat