... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ditolak Negara Asal, Ini Lima Fakta Tahanan ISIS di Penjara Kurdi

Foto: Anggota ISIS yang ditawan milisi Kurdi SDF di Al-Baghuz di Suriah. Baghuz merupakan kota terakhir yang dikuasai ISIS./Ilustrasi

KIBLAT.NET, Hasakah – Keluarga dan pejuang Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) yang ditahan oleh milisi Kurdi di Suriah tetap menjadi dilema nyata bagi masyarakat internasional setelah Washington mengumumkan pembunuhan pemimpinnya Abu Bakar Al-Baghdadi pada Ahad lalu. Negara asal mereka menolak menerima kembali sementara kondisi milisi Kurdi kini sedang sibuk menghadapi kampanye militer Turki.

Berikut ini adalah informasi paling penting mengenai kondisi para tahanan ISIS tersebut:

Pertama: Jumlah Mereka

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) menawan sekitar 12.000 anggota ISIS, termasuk 2.500 hingga 3.000 warga negara asing dari 54 negara. SDF tidak memberikan statistik tentang kewarganegaraan para tawanannya itu.

Pejabat Prancis mengatakan bahwa setidaknya antara enam dan tujuh puluh di antara mereka warga negara Prancis. Sementara Belgia mengkonfirmasi keberadaan 13 warganya di antara ribuan tahanan tersebut. Sementara warga Suriah dan Irak diperkirakan sebanyak 4.000 tawanan.

Kedua: Lokasi Penahanan

SDF menahan ribuan anggota ISIS di sedikitnya tujuh penjara. Milisi itu merahasiakan lokasi tahanan-tahanan tersebut. Akan tetapi, diperkirakan setidaknya ada dua penjara di Qamishli, satu di desa Al-Dashisha, dan yang keempat di Al-Malikiyah (Derek) di provinsi Al-Hasakah.

Ketiga: Kemungkinan Kabur

Setelah pengumuman kematian Abu Bakar Al-Baghdadi pada Ahad, komandan SDF Mazloum Abdi memprediksi ISIS akan “balas dendam”. Ia mengatakan “semuanya bisa terjadi, termasuk menyerang penjara”.

Pekan lalu, utusan Departemen Luar Negeri AS untuk Suriah James Jeffrey mengumumkan di Kongres AS bahwa sebanyak 100 tahanan ISIS melarikan diri dan nasib mereka tidak diketahui.

BACA JUGA  Tak Kunjung Dipulangkan, Kerabat Anak Yatim Eks-ISIS Gugat Pemerintah Kanada

Keempat: Pemulangan dan Pengadilan

Sejak pengumuman penghapusan kekhalifahan ISIS, suku Kurdi meminta negara-negara yang bersangkutan untuk mengambil warganya dalam tahanan mereka atau pembentukan pengadilan internasional untuk mengadili mereka.

Tampaknya operasi Turki telah memaksa negara-negara itu untuk mencari solusi alternatif, tetapi masih ragu untuk memulangkan warganya yang tertawan akibat gabung ISIS. Beberapa dari mereka –seperti Prancis— memilih memindahkan warganya itu ke Irak untuk diadili di negara yang dikenal mudah menjatuhkan hukuman mati untuk masalah terorisme itu.

Kelima: Nasib Keluarga ISIS

Sementara itu, para keluarga anggota ISIS dikumpulkan di tiga kamp yang dikelola orang Kurdi: Rouj, Al-Houl (Al-Hasakah) dan Ain Issa (Al-Raqqa).

Sumber: AFP
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Dubes Iran Temui Menteri Agama Fachrul Razi, Ada Apa?

Menteri Agama RI, Jenderal (purn) Fachrul Razi menerima kunjungan Delegasi Duta Besar Republik Iran, Ayatollah Alireza A'rafi pada Selasa (29/10/2019).

Rabu, 30/10/2019 09:45 0

Video News

Uki Eks NOAH: Muslim Indonesia Mayoritas Tapi Rasa Minoritas

Pagelaran Muslim United (MU) #2 yang digelar di Kota Gudeg, Yogyakarta, pada 11-13 Oktober 2019, tak hanya dihadiri masyarakat umum. Para artis dan musisi hijrah juga ikut serta.

Selasa, 29/10/2019 16:52 0

Indonesia

Mendagri Tito Klaim Dapat Dukungan Luar Biasa Saat Jabat Kapolri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, selama ia menjabat sebagai Kapolri, ia merasakan dukungan yang luar biasa dari jajaran Bhayangkari. Atas dukungan tersebut, ia mengakuti dapat melewati segala dinamika yang cukup berdampak pada keamanan.

Selasa, 29/10/2019 15:40 0

Indonesia

Jadi Menhan, Prabowo Disebut Sudah Bisa Kunjungi AS

Prabowo Subianto termasuk satu dari beberapa jenderal Indonesia yang dicekal masuk ke Amerika Serikat (AS).

Selasa, 29/10/2019 15:24 0

Indonesia

Nasir Djamil Curiga Isu Radikalisme untuk Tutupi Masalah Krusial

memunculkan isu radikalisme secara berlebihan adalah upaya untuk menutup kelemahan pemerintah

Selasa, 29/10/2019 14:17 0

Indonesia

YLBHI Temukan 78 Kasus Pelanggaran Hak Kebebasan Berpendapat Selama 2019

Jumlah tersebut berdasakan hasil pemantauan LBH-LBH di berbagai daerah. YLBHI menyebut, jumlah tersebut hanyalah yang muncul di permukaan dan tercatat dalam database.

Selasa, 29/10/2019 13:05 0

Indonesia

Pertemuan Bilateral Indonesia-Maroko, Bahas Ekonomi Hingga Penanggulangan Teror

Retno Marsudi menuturkan bahwa pertemuan tersebut untuk membahas prioritas kerjasama bilateral antar kedua negara di masa depan.

Selasa, 29/10/2019 12:46 0

Indonesia

Presiden Jokowi Janjikan Uang 50 Juta Bagi Korban Gempa Ambon

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau pengungsi gempa Ambon

Selasa, 29/10/2019 12:04 0

Indonesia

Pakar Pidana Tegaskan Tolak Ukur Radikalisme Tidak Jelas

- Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menegaskan bahwa perlu ada penafsiran yang jelas tentang kata radikalisme.

Selasa, 29/10/2019 11:50 0

Indonesia

Pakar Pidana: Menjalankan Ajaran Agama Jangan Dianggap Radikal

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengritisi penggunaan istilah radikalisme yang serampangan.

Selasa, 29/10/2019 11:31 0

Close