... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Akan Lawan Pihak yang Coba Dekati Ladang Minyak di Suriah Timur

Foto: Menteri Pertahanan AS Mark Esper

KIBLAT.NET, Washington – Menteri Pertahanan AS, Mark Esper, mengatakan pada Senin (28/10/2019) bahwa misi militer di Suriah saat ini adalah melawan upaya rezim Suriah atau Rusia untuk mengendalikan ladang minyak.

“Amerika Serikat akan mempertahankan kendali atas ladang-ladang minyak di Suriah timur laut,” kata Esper pada konferensi pers.

Dia menambahkan, pasukan AS akan tetap ditempatkan di area strategis ini untuk mencegah kedatangan ISIS ke sumber daya vital ini. Kami akan memerangi dengan kekuatan besar terhadap kelompok mana pun yang mengancam keselamatan pasukan kami di sana.

“Jawaban singkatnya adalah ya, itu mencakup itu sekarang,” katanya ketika ditanya apakah misi itu akan mencegah pasukan pemerintah Rusia atau Suriah dari mencapai ladang minyak.

Dia menunjukkan bahwa Pasukan Demokrat Suriah (SDF), yang didukung oleh Amerika Serikat dalam perang melawan ISIS, mengandalkan hasil minyak ini untuk membiayai para pejuangnya, termasuk mereka yang menjaga penjara yang menahan para militan ISIS.

Esper menambahkan, kami ingin memastikan bahwa SDF dapat mengakses sumber daya ini untuk menjaga penjara dan mempersenjatai pasukannya dan membantu kami dalam tugas mengalahkan ISIS. “Jadi tugas kami adalah mengamankan ladang minyak,” tegasnya.

Amerika Serikat, yang mulai menarik tentaranya dari Suriah pada 9 Oktober, telah mengkonfirmasi bahwa mereka akan tetap menempatkan sekelompok pasukan di sana untuk memastikan kendali atas ladang minyak.

BACA JUGA  AS Berniat Kirim Ribuan Tentara Tambahan ke Timur Tengah

Militer AS mengumumkan pekan lalu bahwa pihaknya memperkuat posisinya di Suriah dengan aset tambahan, termasuk kekuatan mekanik, untuk mencegah perebutan kendali ladang minyak oleh sisa-sisa ISIS atau lainnya.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video News

Uki Eks NOAH: Muslim Indonesia Mayoritas Tapi Rasa Minoritas

Pagelaran Muslim United (MU) #2 yang digelar di Kota Gudeg, Yogyakarta, pada 11-13 Oktober 2019, tak hanya dihadiri masyarakat umum. Para artis dan musisi hijrah juga ikut serta.

Selasa, 29/10/2019 16:52 0

Indonesia

Mendagri Tito Klaim Dapat Dukungan Luar Biasa Saat Jabat Kapolri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, selama ia menjabat sebagai Kapolri, ia merasakan dukungan yang luar biasa dari jajaran Bhayangkari. Atas dukungan tersebut, ia mengakuti dapat melewati segala dinamika yang cukup berdampak pada keamanan.

Selasa, 29/10/2019 15:40 0

Indonesia

Jadi Menhan, Prabowo Disebut Sudah Bisa Kunjungi AS

Prabowo Subianto termasuk satu dari beberapa jenderal Indonesia yang dicekal masuk ke Amerika Serikat (AS).

Selasa, 29/10/2019 15:24 0

Indonesia

Nasir Djamil Curiga Isu Radikalisme untuk Tutupi Masalah Krusial

memunculkan isu radikalisme secara berlebihan adalah upaya untuk menutup kelemahan pemerintah

Selasa, 29/10/2019 14:17 0

Indonesia

YLBHI Temukan 78 Kasus Pelanggaran Hak Kebebasan Berpendapat Selama 2019

Jumlah tersebut berdasakan hasil pemantauan LBH-LBH di berbagai daerah. YLBHI menyebut, jumlah tersebut hanyalah yang muncul di permukaan dan tercatat dalam database.

Selasa, 29/10/2019 13:05 0

Indonesia

Pertemuan Bilateral Indonesia-Maroko, Bahas Ekonomi Hingga Penanggulangan Teror

Retno Marsudi menuturkan bahwa pertemuan tersebut untuk membahas prioritas kerjasama bilateral antar kedua negara di masa depan.

Selasa, 29/10/2019 12:46 0

Indonesia

Presiden Jokowi Janjikan Uang 50 Juta Bagi Korban Gempa Ambon

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meninjau pengungsi gempa Ambon

Selasa, 29/10/2019 12:04 0

Indonesia

Pakar Pidana Tegaskan Tolak Ukur Radikalisme Tidak Jelas

- Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad menegaskan bahwa perlu ada penafsiran yang jelas tentang kata radikalisme.

Selasa, 29/10/2019 11:50 0

Indonesia

Pakar Pidana: Menjalankan Ajaran Agama Jangan Dianggap Radikal

Pakar Hukum Pidana, Suparji Ahmad mengritisi penggunaan istilah radikalisme yang serampangan.

Selasa, 29/10/2019 11:31 0

Indonesia

Pelemparan Kotoran Manusia ke Masjid Palembang Bentuk Penghinaan Simbol Agama

Suparji menekankan bahwa tindakan pelaku termasuk penghinaan terhadap simbol agama.

Selasa, 29/10/2019 11:06 0

Close