... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kemenag Diminta Paparkan Ciri-ciri Paham Radikal

Foto: Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia.

KIBLAT.NET, Meulaboh – Amanat Jokowi terhadap Menteri Agama Kabinet Indonesia Maju, Fachrul Razi untuk melawan paham radikalisme menuai reaksi dari berbagai pihak. Salah satunya adalah Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS. yang meminta Kemenag untuk segera menetapkan ciri-ciri paham radikal. Sebab, selama ini stigma radikalisme selalu diarahkan kepada ajaran Islam dan hal itu dirasa cukup meresahkan masyarakat.

“Agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat khususnya umat Islam. Saya berharap Kemenag agar segera mengeluarkan sebuah aturan tentang paham radikal,” kata Ramli MS. pada Ahad (27/10/2019), dikutip dari Antara.

Ramli menilai istilah radikalisme selama ini masih bias maknanya dan terkesan subjektif. Karena itu, diperlukan pakem-pakem tertentu yang disepakati oleh Kemenag untuk dijelaskan sejelas-jelasnya kepada masyarakat. Ketika masyarakat sudah mengetahui pakem tersebut, lanjut Ramli, masyarakat dengan sendirinya akan membantu pemerintah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai pemimpin daerah yang mempunyai nilai-nilai keislaman kuat, istilah radikalisme yang bias dan subjektif ini tentu sangat merugikan masyarakat Aceh Barat. Bila Kemenag tidak segera membuat pakem, tidak menutup kemungkinan akan banyak masyarakat yang semakin resah, mengingat penduduk di Indonesia mayoritas beragama Islam.

Ramli berharap Menteri Agama Fachrul Razi segera merespons permintaannya, terlebih purnawirawan jenderal itu juga merupakan kelahiran Aceh.

“Setahu saya agama Islam ini adalah agama rahmatan lil ‘aalamin dan tidak ada ajaran agama apa pun yang mengajarkan konflik atau berbuat tidak baik. Semua agama mengajarkan kebaikan bagi setiap pemeluknya,” pungkasnya.

BACA JUGA  Akibat Corona, Kementerian Agama Minta Masyarakat Tunda Akad Nikah

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

 

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Mendambakan Penguasa Bijak yang Dicintai Rakyat

Dalam Islam memang tak dikenal istilah oposisi, namun bukan berarti Islam melarang kritik terhadap penguasa.

Ahad, 27/10/2019 14:19 0

Suara Pembaca

Kesehatan dan Derita Rakyat

Di tengah berbagai kesulitan hidup yang menghimpit, masyarakat semakin dipusingkan dengan rencana kenaikan iuran BPJS.

Ahad, 27/10/2019 13:09 0

Artikel

Kabinet Natsir (September 1950 – Maret 1951), Idealis tapi Tak Panjang Umur

Dulu pernah ada kabinet yang jajaran menterinya berasal dari kalangan ahli dan bukan representasi dari suatu partai politik tertentu.

Sabtu, 26/10/2019 22:02 0

Video News

Wantim MUI Ingatkan Menag dan Mendikbud: Jangan Pragmatis

Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia memberi perhatian khusus terhadap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama dalam susunan kabinet baru.

Sabtu, 26/10/2019 15:14 0

Video News

Rakyat Harus Bergerak Jadi Oposisi

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengkritisi minimnya oposisi di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

Sabtu, 26/10/2019 14:58 0

Amerika

Senator AS Minta Intelijen Selidiki Aplikasi TikTok China

Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer dan Senator Tom Cotton meminta para pejabat intelijen untuk menyelidiki apakah aplikasi populer TikTok yang dimiliki orang China itu menimbulkan risiko keamanan nasional.

Sabtu, 26/10/2019 13:30 0

India

Pelanggan Cancel Orderan Hanya Karena Kurirnya Muslim

Kumar menolak untuk mengambil makanan dan mengabaikan Mudassir ketika dia hendak menyerahkan makanan yang dipesan.

Sabtu, 26/10/2019 12:42 0

Amerika

AS ke Turki: Sanksi Menanti Jika Aktifkan Sistem Rudal Rusia

Amerika Serikat akan menghindarkan Turki dari sanksi atas pembelian sistem rudal S-400 dari Rusia jika tidak diaktifkan.

Sabtu, 26/10/2019 12:20 0

Belanda

Polisi Belanda Tangkap Pria Suriah Diduga Mantan Komandan Ahrar Al-Syam

Di foto lain, dia terlihat menendang mayat musuh saat bertempur di kota Hama pada 2015 silam.

Sabtu, 26/10/2019 10:57 0

Rusia

Rusia Kirim 300 Tentara Tambahan untuk Misi Patroli di Perbatasan Turki-Suriah

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa 20 kendaraan lapis baja Rusia juga dikirim untuk memperkuat di Suriah.

Sabtu, 26/10/2019 09:15 0

Close