... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Pajero: Resep Manjur Meletusnya Revolusi di Nusantara

Oleh: Ray Adi Basri, pengamat politik

Mungkinkah Nusantara berubah secara gradual, evolutif dan independen? Ataukah Nusantara selalu berubah secara tiba-tiba, revolusioner dan terpengaruh situasi di dunia?  Atau, paduan keduanya yang memicu perubahan di negeri ini?

Pertanyaan-pertanyaan di atas penting untuk dikaji. Terutama bagi mereka yang mencitakan  perubahan terjadi di negeri ini. Baik secara ideologis, politis, ekonomis, sosial, budaya maupun militer. Ranah-ranah utama yang menjadi domain sebuah bangsa dan negara.

Sejarah panjang menunjukkan bahwa aneka ideologi pernah mewarnai negeri ini. Dari animisme dinamisme, Hindu, Budha, Islam, Kristen, Kejawen hingga Konfusian dari sisi keyakinan atau agama. Nasionalisme, sosialisme bahkan komunisme pun pernah mewarnai dengan kepekatan yang berbeda-beda.

Aneka sistem politik juga pernah berlaku di Nusantara. Kerajaan feodal, penjajahan kolonial, republik presidensiil, parlementer, demokrasi terpimpin, demokrasi Pancasila, sampai demokrasi liberal. Ibarat orang sakit, aneka obat pernah diminum namun belum menemukan yang cocok.

Bagaimana dengan ekonomi? Sama juga. Pasar tertutup, pasar monopolistik, koperasi, pasar bebas pernah berlaku. Sosial tak jauh beda, budaya apalagi. Militer? Jelas setiap zaman dan generasi memiliki warnanya yang tersendiri.

Yang unik, bagaimana semua itu berubah. Sejarah menunjukkan bahwa momentum perubahan baru terjadi bertepatan dengan situasi  panas yang terjadi di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satunya saja belum cukup untuk membuka pintu perubahan.

BACA JUGA  Menyambut Sunrise Ala Peserta Reuni 212

Inilah uniknya rumah Nusantara. Pintunya begitu berat. Ia hanya terbuka jika ada tekanan dari luar dan tarikan dari dalam. Kalau keduanya bekerja, barulah ia akan terbuka lebar. Kedua gaya itu biasanya bernuansa panas dari luar dan dalam. Meminjam akronim pelesetan merek sebuah mobil, “ Panas Jobo Jero,” alias Pajero yang bermakna panas luar dalam.

Ada sebuah kenyataan mengejutkan bahwa perubahan situasi di negeri ini sangat ditentukan oleh situasi di luar negeri, atau panas luar. Adapun situasi di dalam negeri, tentu berpengaruh juga. Paduan keduanya hampir selalu menimbulkan perubahan besar.

Tidak percaya? Inilah bukti-buktinya.

Nusantara dahulunya bukanlah entitas yang menyatu. Ia terdiri atas kerajaan-kerajaan  yang mandiri dan independen. Satu sama lain kadang malah bermusuhan dan saling serang, meskipun sama-sama Islam. Contoh klasiknya adalah pereteruan antara Kerajaan Bone versus Kesultanan Gowa.

Permusuhan Arrung Palaka dengan Sultan Hasanudin berlangsung sengit. Bone kemudian bersekutu dengan Kompeni Belanda untuk menghadapi kerajaan tetangganya. Diperkuat Belanda dengan senjata dan kapal yang lebih modern, akhirnya Gowa dikalahkan. Tapi yang paling beruntung dari konflik itu ya Belanda yang menguasai semua.

Satu demi satu kerajaan di Indonesia yang enggan bersatu dalam ikatan aqidah ataupun bangsa tunduk pada Belanda. Akhirnya terjadi ironi besar, Nusantara disatukan justru oleh penjajah Belanda yang mengalahkan semua dan mengikatnya jadi satu, Hindia Belanda.

BACA JUGA  Politisi PKS: Penghapusan Materi Jihad dan Khilafah Tidak Mengurangi Radikalisme

Dalam kasus ini, perubahan dari kerajaan-kerajaan kecil yang tercerai berai menjadi satu negeri besar dengan kepemimpinan tunggal dipengaruhi unsur dalam dan luar. Panas  dalamnya adalah rivalitas antarkerajaan. Panas dari luarnya adalah ekspansi dagang dan kolonialisasi oleh bangsa asing. Barulah Nusantara yang menyatu tercipta.

Inilah ironi Nusantara, disatukan oleh penjajah yang sama dari Sabang sampai Merauke. Padahal, pada masa sebelumnya, upaya Majapahit menyatukan Nusantara dengan Sumpah Palapa tak berhasil. Lalu setelah masa Islam, dakwah Islam tanpa perang yang di-back up oleh para wali utusan Khilafah Utsmani juga tak mampu menyatukan.  Justru penjajahan Belanda dengan devide et impera-nya yang bisa menyatukan secara wilayah dan politik.

Baca halaman selanjutnya: Perlawanan yang Gagal ...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Pajero: Resep Manjur Meletusnya Revolusi di Nusantara”

  1. Maryanto

    Saya sepakat dengan tulisan ini, semoga umat Islam dapat mengambil hikmah dari sejarah masa lalu Nusantara ini, untuk menjadi pelajaran dalam menapaki masa depan.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Jadi Mendagri, Tito Akan Sanksi Tegas Aparat Pemda Hambat Investasi

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebutkan akan beri sanksi tegas dan penegakan hukum kepada aparatur Kemendagri dan aparatur Pemda yang melanggar hukum, menyalahgunakan kewenangannya, mempersulit perijinan, menghambat investasi, dan lainnya.

Jum'at, 25/10/2019 16:55 0

Analisis

Jerami Terakhir di Punggung Keledai

Sayang, sepertinya rejim Jokowi sangat percaya diri sebagai pemenang pemilu. Koreksi oposisi direspon dengan negatif. Yang paling mencolok adalah upaya membenturkan Islam dengan negara. Tuduhan makar dan radikal menjadi represi bagi oposisi, terutama dari kelompok kanan.

Jum'at, 25/10/2019 16:45 0

Rusia

Rusia Bikin Bom Nuklir Terbesar Sepanjang Sejarah, Fakta atau Bualan?

Andrei Sakharov, salah seorang fisikawan yang membantu mendesainnya, menyebutnya "Bom Besar."

Jum'at, 25/10/2019 14:44 0

Indonesia

Mendagri Tito Ingin Menjaga Stabilitas Politik

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian ingin menjaga stabilitas politik dalam negeri.

Jum'at, 25/10/2019 13:00 0

Indonesia

Waketum MUI Zainut Tauhid Diangkat Jadi Wakil Menag

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa'adi diangkat menjadi Wakil Menteri Agama (Menag).

Jum'at, 25/10/2019 12:49 0

Turki

Pria Ini Klaim Torehkan Rekor Dunia Donorkan Darah

Şahin telah menerima 17 penghargaan untuk rekor sumbangan darah di Turki.

Jum'at, 25/10/2019 12:40 0

Indonesia

YLBHI Anggap Sulit Mengadili Pelanggar HAM Berat di Era Jokowi

YLBHI Anggap Sulit Mengadili Pelanggar HAM Berat di Era Jokowi

Jum'at, 25/10/2019 12:38 1

Indonesia

One Care Resmi Jadi Anggota Forum Zakat

Lembaga kemanusiaan One Care resmi bergabung menjadi anggota Forum Zakat (FOZ)

Jum'at, 25/10/2019 12:30 0

Palestina

Media Israel Ungkap Jaringan Spionase Yahudi di Mesir

Pemimpinnya adalah Marcel Nino, seorang mata-mata yang meninggal beberapa waktu lalu.

Jum'at, 25/10/2019 11:22 0

Indonesia

KontraS Kritik Pengangkatan Prabowo Jadi Menhan

penunjukkan Prabowo menjadi Menhan mengindikasikan lemahnya keberpihakan pemerintahan Joko Widodo terhadap isu Hak Asasi Manusia.

Kamis, 24/10/2019 19:29 0

Close