... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pengamat Politik: Lima Tahun Kedepan, Rakyat Harus Beroposisi

Foto: Pengamat politik, Ujang Komarudin

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengkritisi minimnya oposisi di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, dalam demokrasi diperlukan oposisi.

“Kita ini negara demokrasi, butuh check and balances. Kita sangat menyesalkan oposisi menjadi lemah. Ini membuat demokrasi imbang dan tentu ini merugikan masyarakat,” katanya kepada Kiblat.net di Universitas Al-Azhar Indonesia pada Rabu (23/09/2019).

Ia juga menegaskan bahwa pasca Pilpres 2019, elit politik mengedepankan kompromi antar mereka dibanding kepentingan rakyat. Ujang menilai, hal itu bertolak belakang dengan keinginan kita menjadi negara besar.

“Ketika kita bercita-cita menjadi negara besar, maka negara lah sang pemikik kedaulatan. Ini justru elitnya mengejar jabatan, kompromi, rakya ditinggal,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa dalam lima tahun kedepan rakyat harus melakukan kontrol maksimal terhadap pemerintah. Sebab, sudah tidak ada lagi kepercayaan kontrol itu dilakukan sesama elit politik.

“Kita berharap kepada rakyat beroposisi di non parlemen, karena ketika rakyat bergerak sesungguhnya pemerintah takut. Ini yang harus dikembangkan lima tahun kedepan,” paparnya.

“Membangun kekuatan rakyat, tidak memberikan kepercayaan kepada partai politik. Saya ingatkan, sehebat apapun tekanan terhadap rakyat, dia juga akan melawan secara konstusional,” pungkas Ujang.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Irak

Laporan: Iran Berada di Balik Kematian 100 Lebih Demonstran Irak

Korban tewas dan terluka dalam unjukrasa bulan ini di Irak sangat tinggi. Dinas keamanan menggunakan "kekuatan berlebihan" dan amunisi hidup untuk menghadapi pengunjuk rasa.

Kamis, 24/10/2019 14:37 0

Download

Alkitab Berubah, Benarkah? (Bagian 2)

Alkitab berubah, benarkah?

Kamis, 24/10/2019 11:04 0

Suriah

Oposisi Suriah “Diam” Sikapi Perjanjian Rusia-Turki di Bekas Wilayah Kurdi

Di bawah kesunyian oposisi, Rusia mulai berpatroli di kota Ain Al-Arab pada Rabu kemarin, menurut Kementerian Luar Negeri Rusia.

Kamis, 24/10/2019 08:33 0

Amerika

AS Batalkan Sanksi terhadap Turki

“Saya telah meminta Menteri Keuangan untuk mencabut sanksi AS terhadap Turki," kata Trump

Kamis, 24/10/2019 08:01 0

Afrika

Penyelesaian Utang Luar Negeri Sudan Terhambat Status Negara Sponsor Terorisme

Sudan menghadapi serangkaian kesulitan politik dan ekonomi, terutama utang luar negeri sejak seabad terakhir.

Rabu, 23/10/2019 16:30 0

Wilayah Lain

Semprot Masjid dengan Water Cannon, Polisi Hong Kong Minta Maaf

Pemerintah Hong Kong meminta maaf kepada para pemimpin Muslim setelah polisi anti huru hara menyemprotkan sebuah masjid dan orang-orang di sekitarnya dengan water cannon untuk menghalau para pengunjuk rasa.

Rabu, 23/10/2019 15:41 0

China

China Undang Taliban Hadiri Dialog Intra-Afghanistan

China memfasilitasi pembicaraan di antara faksi-faksi saingan Afghanistan sebagai upaya mengakhiri perang bertahun-tahun setelah negosiasi antara Taliban dan Amerika Serikat gagal.

Rabu, 23/10/2019 15:23 0

Rusia

Turki-Rusia Tekan Kesepakatan Kelola Wilayah Suriah Utara

Selain itu, diberlakukan gencatan senjata selama 150 jam. Gencatan ini melanjutkan gencatan sebelumnya yang dicapai sebelumya dalam kesepakatan antara Turki dan AS.

Rabu, 23/10/2019 08:59 0

Afghanistan

Respon Menhan AS, Taliban: Kami Akan Terus Perangi Penjajah

Bumi Afghanistan adalah milik rakyat Afghanistan. Mereka berhak mendirikan pemerintahan Islam di tanah mereka sendiri.

Rabu, 23/10/2019 08:02 0

News

Aksi Protes Merebak di Penjuru Dunia, Apa Saja Motifnya?

Setelah berminggu-minggu protes di berbagai lokasi di seluruh dunia, kerusuhan baru pecah di Bolivia dan Sudan pada hari Senin (21/10/2019). Protes berlanjut di Libanon, Chili dan Hong Kong.

Selasa, 22/10/2019 14:44 1

Close