Oposisi Suriah “Diam” Sikapi Perjanjian Rusia-Turki di Bekas Wilayah Kurdi

KIBLAT.NET, Aleppo – Oposisi Suriah, baik politik dan militer, tidak bersuara menyikapi perjanjian antara Rusia dan Turki tentang nasib wilayah timur Eufrat, bekas kontrol milisi Kurdi Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Seperti dinukil oleh Enabbaladi.net pada Rabu (23/10/2019), Koalisi Nasional Pasukan Revolusioner (NRF) atau Badan Negosiasi Tinggi (HNC) tidak mengomentari perjanjian meskipun kesepakatan itu sudah disepakati 20 lalu. Hal ini tidak seperti sambutan langsung yang mereka keluarkan setelah dimulainya operasi militer Turki dengan sandi Spring of Peace dua minggu lalu.

NRF hanya mencukupkan pernyataan menyambut langkah Turki berulang kali, melalui akun resmi Twitter. Aliansi militer yang ingin menegakkan demokrasi di Suriah itu hanya berbicara mengenai pentingnya kota Manbij dan tidak menyerahkannya kepada rezim Assad.

“Pemerintah Sementara Suriah dengan semua lembaganya siap melakukan tugasnya untuk memberikan keamanan dan stabilitas di kota itu, dan membuka pintu bagi kembalinya rakyatnya ke sana, dan memblokir upaya untuk menyerahkannya kepada pasukan rezim, yang nantinya membuat warga mengungsi kembali,” tulis NRF di akun Twitter, seperti dinukil Enabbaladi.net.

Tetapi, menurut perjanjian Rusia-Turki, Manbij akan menjadi bagian dari wilayah kontrol rezim Suriah. Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perjanjian Sochi memberikan non-penempatan pasukan Turki di Manbij dan Ain al-Arab (Kobani).

Tentara Nasional Suriah, yang didukung oleh Turki, juga tetap diam dan belum mengeluarkan pernyataan yang menyatakan posisinya mengenai perjanjian Turki-Rusia. Oposisi militer itu hanya mengumumkan kontrol atas kota Ras Al-Ain di pedesaan Hasakah.

Sementara itu, pemimpin Free Syrian Army, Mustafa Sejri, hanya berbicara tentang ambiguitas perjanjian Rusia-Turki, meskipun perjanjian sangat jelas diuraikan oleh pejabat Rusia dan Turki.

Di bawah kesunyian oposisi, Rusia mulai berpatroli di kota Ain Al-Arab pada Rabu kemarin, menurut Kementerian Luar Negeri Rusia.

Kementerian Pertahanan Rusia juga menerbitkan peta yang menunjukkan 15 situs militer untuk penempatan pasukan rezim Suriah di perbatasan dengan Turki.

Menurut peta, rezim Suriah akan membangun 15 lokasi (titik militer) di perbatasan Turki, sementara kota Manbij di pedesaan Aleppo akan berada di bawah kendali pasukan rezim Suriah, sementara kota Ain Al-Arab (Kobani) akan dilakukan patroli bersama Turki-Rusia.

Sumber: Enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat