... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kritik Jokowi, Peneliti LIPI: Bangun Jalan Bukan Visi

Foto: Peneliti LIPI, Siti Zuhro. (Rmol)

KIBLAT.NET, Jakarta – Pengamat Politik Siti Zuhro mengkritisi 5 visi yang disampaikan Joko Widodo dalam pidato pelantikannya sebagai Presiden RI periode 2019-2024.

Dalam pidatonya, Jokowi menyampaikan 5 hal yang akan menjadi prioritas kerjanya. Diantaranya adalah; Pembangunan SDM, Pembangunan Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi, Penyederhanaan Birokrasi, dan Transformasi Ekonomi.

Zuhro menilai program-program tersebut bukanlah hal baru karena sudah pernah diusung pada periode pertama. Untuk itu, seharusnya Jokowi mengusung hal lain yang tidak menjadi fokus di periode pertama.

“Praktisnya (harusnya mengerjakan) mana saja yang tersisa masih banyak. Karena kalau kita lihat rapornya, kalau kita baca dari pegiat hukum dan HAM, itukan raportnya merah,”kata Siti Zuhro kepada kiblat.net pada Rabu (23/10/2019).

Ia menambahkan, tidak mengapa jika Jokowi tetap fokus pada pembangunan infrastruktur. Namun ia menekankan bahwa masih banyak hal yang lebih penting dari pembangunan.

“Daripada sekedar membangun jembatan dan jalan-jalan, itu bukan visi misi kalau membangun jalan aja,”ujar wanita yang juga peneliti senior LIPI ini.

Reporter: Qoid
Editor: Izhar Zulfikar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Download

Alkitab Berubah, Benarkah? (Bagian 2)

Alkitab berubah, benarkah?

Kamis, 24/10/2019 11:04 0

Suriah

Oposisi Suriah “Diam” Sikapi Perjanjian Rusia-Turki di Bekas Wilayah Kurdi

Di bawah kesunyian oposisi, Rusia mulai berpatroli di kota Ain Al-Arab pada Rabu kemarin, menurut Kementerian Luar Negeri Rusia.

Kamis, 24/10/2019 08:33 0

Amerika

AS Batalkan Sanksi terhadap Turki

“Saya telah meminta Menteri Keuangan untuk mencabut sanksi AS terhadap Turki," kata Trump

Kamis, 24/10/2019 08:01 0

Afrika

Penyelesaian Utang Luar Negeri Sudan Terhambat Status Negara Sponsor Terorisme

Sudan menghadapi serangkaian kesulitan politik dan ekonomi, terutama utang luar negeri sejak seabad terakhir.

Rabu, 23/10/2019 16:30 0

Wilayah Lain

Semprot Masjid dengan Water Cannon, Polisi Hong Kong Minta Maaf

Pemerintah Hong Kong meminta maaf kepada para pemimpin Muslim setelah polisi anti huru hara menyemprotkan sebuah masjid dan orang-orang di sekitarnya dengan water cannon untuk menghalau para pengunjuk rasa.

Rabu, 23/10/2019 15:41 0

China

China Undang Taliban Hadiri Dialog Intra-Afghanistan

China memfasilitasi pembicaraan di antara faksi-faksi saingan Afghanistan sebagai upaya mengakhiri perang bertahun-tahun setelah negosiasi antara Taliban dan Amerika Serikat gagal.

Rabu, 23/10/2019 15:23 0

Rusia

Turki-Rusia Tekan Kesepakatan Kelola Wilayah Suriah Utara

Selain itu, diberlakukan gencatan senjata selama 150 jam. Gencatan ini melanjutkan gencatan sebelumnya yang dicapai sebelumya dalam kesepakatan antara Turki dan AS.

Rabu, 23/10/2019 08:59 0

Afghanistan

Respon Menhan AS, Taliban: Kami Akan Terus Perangi Penjajah

Bumi Afghanistan adalah milik rakyat Afghanistan. Mereka berhak mendirikan pemerintahan Islam di tanah mereka sendiri.

Rabu, 23/10/2019 08:02 0

News

Aksi Protes Merebak di Penjuru Dunia, Apa Saja Motifnya?

Setelah berminggu-minggu protes di berbagai lokasi di seluruh dunia, kerusuhan baru pecah di Bolivia dan Sudan pada hari Senin (21/10/2019). Protes berlanjut di Libanon, Chili dan Hong Kong.

Selasa, 22/10/2019 14:44 1

Artikel

Umat Yang Terinjak Tarian Politik Oligarki

Sudah saatnya hal ini menjadi perhatian kita, termasuk umat Islam untuk bersikap cermat dan hati-hati agar tak lagi terinjak dalam oligarki yang sedang menari-nari dalam panggung politik. Hari ini berseteru, besok kemudian berpelukan mesra, sementara umat terinjak-injak dalam terjepit dalam genggaman mereka.

Selasa, 22/10/2019 14:28 0

Close