... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Diplomat Senior: China Tidak Berniat Menggantikan Hegemoni AS

Foto: Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok Le Yucheng berbicara di Forum Xiangshan di Beijing pada 22 Oktober 2019. (Reuters)

KIBLAT.NET, Beijing – China tidak pernah ingin menantang atau “menggantikan” Amerika Serikat, dan tidak tertarik adu kekuatan. Demikian pernyataan seorang diplomat senior China, Kamis (24/10/2019) di tengah hubungan yang tegang antara dua ekonomi terbesar dunia.

Selain berada di tengah-tengah perang dagang, keduanya berupaya untuk mengakhiri. Beijing dan Washington dalam beberapa bulan terakhir berdebat tentang berbagai masalah, dari protes di Hong Kong hingga dukungan AS untuk Taiwan yang diklaim China.

Berbicara di sebuah forum akademis, Wakil Menteri Luar Negeri Le Yucheng, bintang yang sedang naik daun dalam diplomasi Tiongkok dan dianggap sebagai menteri luar negeri masa depan, mencatat bahwa telah ada spekulasi bahwa China akan mengakui posisi “hegemonistik” Amerika Serikat di dunia.

“Ini tidak sesuai dengan fakta, atau tren perkembangan zaman,” kata Le, menurut transkrip komentarnya yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri China.

“Tiongkok tidak pernah ingin menantang Amerika Serikat atau menggantinya, merebut posisi orang lain. Tujuan kami adalah membiarkan rakyat China menjalani kehidupan yang baik, dan terus meningkatkan tata kelola kami,” tambahnya.

“China menganjurkan dunia multi-kutub dan mempertahankan multilateralisme dan perdagangan bebas,” kata Le.

Menurutnya, China tidak pernah berpikir untuk bersaing dengan Amerika Serikat untuk melakukan hegemoni, dan tidak tertarik dengan permainan kekuasaan.

Le mengatakan bahwa “negara-negara tertentu” berbicara tentang persaingan AS dengan China. Dalam hal ini, China tidak menampik adanya persaingan.

“Tetapi persaingan tidak berarti konfrontasi dan konflik. Orang tidak bisa sesukanya terlibat dalam tekanan ekstrem, ‘memisahkan’ atau ‘yurisdiksi lengan panjang’,” kata Le.

China telah mengecam Amerika Serikat karena menjatuhkan sanksi pada perusahaan dan warga negara China atas hubungan mereka dengan negara-negara seperti Korea Utara dan Iran. Beijing menyebutnya sebagai “yurisdiksi lengan panjang” Washington.

Beijing juga mengkritik Washington karena menekannya dalam perang perdagangan dengan menaikkan tarif ekspor China. Beberapa orang China khawatir Amerika Serikat mencari “pelepasan” ekonomi dan hubungan lain dengan negara itu.

Namun, berbicara pada awal pekan ini di Beijing, seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan Amerika Serikat tidak berusaha “memisahkan diri” dari China.

Sumber: The Strait Times
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Di Merauke, Puluhan Ribu Ton Beras Petani Terancam Tidak Terjual

Hasil panen yang melimpah ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.

Kamis, 24/10/2019 16:38 0

Indonesia

Jadi Jubir Presiden, Fadjroel Rachman Ramai Disindir Warganet

Fadjroel Rachman adalah jubir kepresidenan untuk Kabinet Indonesia Maju.

Kamis, 24/10/2019 15:45 0

Indonesia

Pengamat Politik: Lima Tahun Kedepan, Rakyat Harus Beroposisi

Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengkritisi minimnya oposisi di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Kamis, 24/10/2019 15:39 0

Indonesia

Kritik Jokowi, Peneliti LIPI: Bangun Jalan Bukan Visi

Kritik Jokowi, Peneliti LIPI: Bangun Jalan Bukan Visi

Kamis, 24/10/2019 11:49 0

Indonesia

Fachrul Razi, Menag Pertama dari Kalangan Militer Pasca Orba

Di masa Orde Baru, ada dua mantan perwira tinggi TNI yang jadi menteri agama.

Kamis, 24/10/2019 11:26 0

Download

Alkitab Berubah, Benarkah? (Bagian 2)

Alkitab berubah, benarkah?

Kamis, 24/10/2019 11:04 0

Indonesia

Wantim MUI: Lima Program Prioritas Jokowi Belum Menyentuh Substansi

Wantim MUI mengingatkan pemerintah untuk lebih berfokus kepada hal-hal yang substansial sebagai negara Indonesia,

Kamis, 24/10/2019 10:47 0

Indonesia

ACT Salurkan Satu Ton Beras ke Pesantren AFKN

Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap menyalurkan 1 Ton beras kepada para Santri di Pondok Pesantren Al-Fatih Kaffah Nusantara (AFKN) Bekasi.

Kamis, 24/10/2019 10:45 0

Indonesia

Menag Tangani Radikalisme, Din Syamsuddin: Jangan Salah Fungsi

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia, DIm Syamsuddin secara tegas tidak terima jika Kementrian Agama ditugasi memberantas Radikalisme.

Rabu, 23/10/2019 22:51 0

Indonesia

Anies Apresiasi FOZ Turut Urusi Kesejahteraan Masyarakat

Gubernur DKI Jakarta, Anies R Baswedan menghadiri acara "CEO LAZ Forum" yang diadakan Forum Zakat.

Rabu, 23/10/2019 22:27 0

Close