AS Batalkan Sanksi terhadap Turki

KIBLAT.NET, Washington – Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Rabu (23/10/2019) bahwa ia telah menginstruksikan pemerintahannya untuk mencabut sanksi terhadap Turki. AS menjatuhkan sanksi kepada Turki menyusul peluncuran operasi militer terhadap milisi Kurdi Pasukan Demokratik Suriah (SDF), sekutu AS, di Suriah utara.

“Saya telah meminta Menteri Keuangan untuk mencabut sanksi AS terhadap Turki,” kata Trump dalam pidatonya tentang perkembangan di Suriah seraya menambahkan bahwa Amerika menyambut bantuan negara-negara lain dalam mengakhiri konflik di perbatasan Suriah-Turki.

Trump meminta negara-negara di kawasan itu untuk membantu Turki dan Suriah menjaga keamanan di perbatasan. Turki memberi tahu kami bahwa mereka telah berhenti menembak di Suriah utara dan bahwa ini akan permanen.

Berkenaan dengan kehadiran pasukan AS di Suriah, Trump mengatakan bahwa kami akan tetap menempatkan sejumlah pasukan di kawasan tempat minyak dan akan memutuskan apa yang akan dilakukan dengan minyak di masa depan.

Pada saat yang sama, ia menunjukkan bahwa beberapa militant ISIS melarikan diri tetapi kebanyakan dari mereka berhasil ditangkap lagi. Ia menyerukan Turki dan rezim Suriah untuk memastikan bahwa para militant ini tidak mengendalikan wilayah lagi.

Sebelumnya, Trump memuji perjanjian yang dicapai oleh Turki dan Rusia untuk menyingkirkan militan dari apa yang disebut “Pasukan Demokratik Suriah” dari wilayah di perbatasan antara Suriah dan Turki, dan digambarkan sebagai “sukses besar.”

Trump menulis di tweet akun Twitter-nya: “Sukses besar di perbatasan antara Turki dan Suriah. Zona aman telah dibuat. Gencatan senjata telah berlangsung dan misi-misi tempur telah berakhir.”

“Kurdi aman dan telah bekerja dengan baik dengan kami,” imbuhnya.

Sumber: Arabi21.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat